
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA🌹
Kaki Rara melangkah menelusuri villa untuk mencari sang suami, hingga dia mendapatkan Luke yang sedang menggendong Lucas sembari memberi makan ikan koi di bagian belakang villa. Yang mana membuat Rara diam diam mendekat, kemudian memeluk suaminya dari belakang dan memberikan kecupan di tengkuk Luke.
“Eoh, jika berpacaran jangan di sini,” ucap Lucas yang merasakan pelukan sang Mommy.
Mengabaikan buah hati mereka, Rara tetap memeluk sang suami dari belakang. “Mereka akan menyiapkan makan malam untuk kita. Jadi mungkin kita akan tinggal sebentar lagi. Sambil membicarakan tentang keputusan kita.”
“Kau yakin ingin membeli villa ini, Honey?” tanya Luke.
Rara mengangguk. “Mereka bilang uang dari hasil ini akan diberikan pada anak Medina yang ditinggalkan, jadi aku rasa tidak apa-apa.”
“Kau tidak berniat menetap di sini ‘kan? Aku punya pekerjaan di Swiss.”
“Tentu tidak,” ucap Rara. “Kita sewakan saja tempat ini. dan mengunjunginya saat liburan.”
“Sebenarnya aku tidak suka villa ini, bukan masalah desain atau letaknya, tapi tentang siapa yang sebelumnya tinggal di sini.”
“Lupakanlah, kau mengajarkanku untuk melupakan masa lalu, Sayangku,” ucap Rara menggesekan hidunngnya di tengkuk sang suami.
“Aku mau turun,” ucap Lucas yang masih berada dalam gendongan sang Daddy.
Namun sepertinya anak itu benar benar diabaikan, dia terjebak dalam percakapan Mommy dan Daddy-nya yang terlalu harmonis. Benar benar membuat Lucas ingin segera beranjak pergi dari sini.
Namun Luke tetap menahannya, memberikan kecupan gemas pada sang anak. “Diamlah sebentar, Mommy sedang bicara,” ucap Luke.
“Itu pembicaraan orang dewasa, Lucas mau ke depan melihat ulat.”
“Diam dulu,” ucap Luke, dia berdehem kemudian berkata, “Tapi aku benar benar berharap kita tidak pernah kembali ke sini, Sayang. biarlah ini menjadi tempat yang kita sewakan, atau hadiah pada Kakek Nobles. Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan masa lalu yang mengingatkanmu akan kesakitanmu.”
“Baiklah, kita biarkan saja villa ini.”
__ADS_1
“Ide yang bagus bukan?”
“Kita tetap akan membelinya ‘kan?”
“Tentu.”
*****
Mereka melakukan makan malam itu di villa yang akan mereka beli. Dev tengah mengurus semua kepentingan pembelian villa ini, dialihkan atas nama Kakek Nobles. Ya, Luke berharap kakeknya itu bisa menempatinya bersama sang nenek.
Dan melihat Rara yang berbicara bahasa Jepang dengan kedua penjaga villa membuat Luke lebih banyak diam. Dia memang sedikit memahami bahasa itu, tapi agak ragu untuk mengatakannya. Pengucapannya mungkin akan salah.
Terlebih lagi, Luke tidak ingin dipermalukan oleh Lucas. Anaknya itu begitu pintar, Lucas bisa berbicara bahasa Jepang dengan lancar.
“Bolehkah aku beranjak lebih dulu?” tanya Luke.
“Kenapa, Sayang? Kau mulas?” tanya Rara.
“Bukan, aku ingin udara segar. Makan daging mentah membuatku sedikit begah.”
Khawatir sang anak akan mengangguk kemudian ikut dengannya dan mengganggu kesenangan pikirannya. Namun beruntungnya Lucas menggeleng, focus pada sushi yang sedang dia makan.
Luke menghela napas lega, dia keluar dari area villa. Begitu keluar dari gerbang, hal yang pertama dia lihat adalah sebuah pasar di dekat danau di sebrang jalan sana. Memang ramai dan pas sekali untuk membuka villa di sini, bisnisnya akan berjalan apalagi daerah ini memiliki destinasi wisata yang sangat bagus.
Saat sedang melangkah menuju ke sana, tiba tiba seseorang yang sedang memainkan ponsel tidak sengaja menabrak Luke. Untung saja dia tidak jatuh.
“Astaga, Tuan. Maafkan aku, kau baik baik saja?”
Luke mengerutkan keningnya karena pria itu mengatakan dengan bahasa Jepang.
“Oh, maaf, kau menggunakan bahasa Inggris? Aku minta maaf karena tidak sengaja menabrakmu.”
“Tidak apa apa, aku baik baik saja.”
“Touris?” tanya pria muda itu yang dibalas anggukan oleh Luke. “Tinggal di villa berhantu itu?”
__ADS_1
“Villa berhantu? Itu?” tunjuk Luke pada villa milik Medina.
“Ya, itu villa milik seseorang yang bunuh diri. Apa di sana tidak menyeramkan? Aku punya beberapa tempat yang mungkin bisa menjadi referensimu.”
“Oh, ak⸻”
“Luke!” teriak Rara yang baru saja keluar dari gerbang. Dia menyusul sang suaminya dengan berlari kecil ke sana. “Bantu aku, Lucas. Dia……,” ucapan Rara terpotong begitu dia melihat sosok pria di samping suaminya.
“Lucas kenapa?”
“Rara?” gumam pria yang sebelumnya menabrak Luke itu.
“Yuta?”
“Astaga ini kau!” teriak keduanya secara bersamaan kemudian berpelukan satu sama lain secarra singkat. Satu kata untuk keduanya; Heboh.
“Siapa dia, Honey?” tanya Luke mulai panic.
“Dia dulu pria incaranku saat sekolah.”
“Aku juga dulu mengincar Rara. Jika tau dia juga menyukaiku, aku akan mengajaknya berkencan.”
“Oh astaga, aku tidak percaya bertemu denganmu,” ucap keduanya secara bersamaan lagi sambil saling menatap satu sama lain.
****
TO BE CONTINUE
__ADS_1