Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Season 2 : Teman Rara


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DI FOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


"Lucas…. Baby…. Hei, ayo bangun….," Ucap Rara membangunkan bocah itu. Yang mana tidak diberikan respon apapun.


Rara hanya menghela napasnya berat. "Lucas, Sayang. Ayo bangun."


Ketika mesin mobil mati, Luke tiba tiba menggeggam tangan Rara yang sebelumnya sedang mengguncang tubuh Lucas.


"Ada apa?"


"Mumpung dia masih tidur. Bisakah aku mendapatkan kecupan di sini?"


Rara membulat, tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang suami. Apalagi kini Luke memejamkan matanya sambil menunggu kecupan di bibir.


Rara menyeringai, "Kau akan menyesali keputusan ini," ucapnya kemudian menduduki Luke tanpa aba aba.


Bibirnya seketika beradu dengan sang suami, Rara meraupnya kuat, menahan tengkuk Luke dan tidak mau melepaskannya sampai Luke harus mendorong bahu sang istri.


"Astaga," ucap Luke dengan mata membulat. "Kenapa kau melakukan itu?"


Rara menjilat bibir sang suami secara sensual. "Karena kau menggodaku lebih dulu."


"Jangan melakukan sesuatu sejauh ini, bagaimana kalau aku lepas kendali?"


Rara berdecak. "Kenyataannya aku selalu meminta lagi."


"Ya, setelah pingsan karena lelah."


"Malam ini, bagaimana kalau kita tanding?"


Luke mengeringai, tangannya turun menyentuh pinggang sang istri dan mengusapnya secara sensual. "Jangan bermain main, Sayang. Kita harus segera kembali ke Swiss, aku tidak ingin jalanmu pincang."


Bukannya takut, Rara malah mencengkram kerah baju sang suami kemudian menariknya, membuat hidung mereka bersentuhan. "Akan aku tunjukan kekuatanku yang sebenarnya, aku akan meminum ramuan kuat."


Saat itulah Luke tertawa kencang, yang dihadiahi cubitan di perutnya oleh sang istri. "Sakit, Honey."

__ADS_1


"Anakmu bisa bangun," gerutu Rara yang turun lebih dulu kemudian membuka pintu mobil, dia membawa putranya ke dalam gendongannya.


"Biar aku saja, kemari."


"Tidak, aku yang akan menggendongnya. Aku ini kuat."


Luke hanya tertawa saat keluar dari mobil. Kemudian tatapannya terpaku pada rumah di depannya; rumah Sakura. 


"Kau harus membelikanku gelang baru jika aku bertahan nanti malam. Aku juga akan memegang black card milikmu selama dua bulan."


"Baiklah, lakukan saja. Tapi jika aku kalah, aku akan bermain game lebih banyak."


"Siapa takut," ucap Rara kemudian melangkah lebih dulu sambil menggendong Lucas.


Yang mana membuat senyuman Luke perlahan luntur di sana. Dia menelan ludahnya kasar. "Rara hanya main main bukan?"


🌹🌹🌹🌹


"Raraaaa!"


"Sssssttttt…. Anakku tidur."


"Nanti menyusul, aku pegal."


"Oke oke."


Sang pemilik rumah itu memimpin jalan menuju kamar, sementara Rara tepat berada di belakangnya.


Dan saat melangkah, Rara terlihat terkejut dengan Sakura yang kini sudah tumbuh menjadi wanita yang lebih berisi. Dulu dia sangat ingat, bagaimana Sakura tidak makan banyak gorengan hanya untuk tubuhnya yang tetap terlihat bagus.


"Dimana anak anak dan suamimu?" Tanya Rara.


"Belum pulang, mereka akan pulang nanti malam," ucap Sakura membukakan salah satu kamar. "Ini kamar tamu. Tidurkan dia."


Rara mengangguk dan segera menidurkan bocah itu di atas kasur. Dirasa Lucas kembali terlelap, Rara diam diam melangkah keluar dan menutup pintu.


Setelahnya…. "Aaaaaaa aku merindukanmu!"


Keduanya saling berpelukan, menyalurkan kerinduan masing masing karena lama tidak berjumpa. Apalagi saat Rara yang kehilangan keluarganya dan menjadi pemurung

__ADS_1


"Aku tidak percaya Rara-ku telah kembali! Rara yang ceria! Sahabatku!"


Rara tersenyum simpul, dia ikut meloncat loncat bersama dengan Sakura. "Aku pikir kita harus berhenti melompat, rasanya tanahnya goyang."


"Kau benar," ucap Sakura berdehem dan berhenti melompat. Kemudian dia kembali memeluk Rara. "Tuhanku! Kau kembali!"


"Ya, aku kembali. Aku merindukanmu juga."


"Setelah sekian lama." Sakura mengeratkan pelukannya.


"Ya…." Rara melotot merasakan sesak. 


"Aku menangis berhari hari saat kau pergi tanpa pamit."


"Sakura…." Lengan besar wanita itu mencekiknya, bayangannya terhadap Sakura benar benar diluar dugaannya. "Sakura…."


"Aku tau, kau juga merindukanku bukan."


Dan saat itulah Luke masuk ke dalam rumah itu, mendapati sang istri yang menatap padanya sambil mengulurkan tangan


"Astaga Sumo. Honey." Luke segera berjalan dengan cepat hendak membantu istrinya.


Namun, Sakura mendengar seseorang di belakangnya. Yang mana membuatnya berbalik seketika hingga tubuh Luke yang dekat dengannya menjadi oleg.


BRUK! Luke terjatuh seketika.


"Astaga, Tuan Russel."


"Sayang!" Teriak Rara panik. "Kau tidak apa?"


"Rara?"


"Iya, aku di sini."


"Aku pikir Jepang tidak cocok denganku."


"Tidak apa, kita akan pulang. Bertahanlah, ayo berbaring bersama Lucas."


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


To be continue


__ADS_2