
🌹JANGAN LUPA KASIH LOVE YA SEMUANYA.🌹
🌹IGEH JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Sebelum kepulangan ke negara masing masing, mereka kembali sarapan bersama di meja makan besar. Ini adalah suasana yang sangat disukai oleh Oma, dimana dia bisa melihat cucu cucunya tumbuh dengan penuh kebahagiaan. Mereka tersenyum, tertawa dan saling melemparkan candaan. Hanya ini yang Oma inginkan sejak dulu.
Dimana sekarang Sebastian tengah mengusap sudut bibir bayi gembrotnya dan juga memotongkan daging untuk sang adik tiri yang pernah dibencinya. Senyuman dan tawa Nana membuat mata Sebastian berbinar. Ya, dia berada dalam pelukan perempuan yang tepat. Tegas, berwibawa dan juga sedikit dipenuhi emosi. Itu menyeimbangi Sebastian yang sering berulah.
Beralih pada Luke; pria monoton yang selalu membuat Oma khawatir. Dia tidak menulis jalan hidupnya sendiri, dia selalu dikendalikan oleh sang kakek dimana dirinya harus dipaksa dijodohkan. Namun Oma senang, kini Luke berakhir dengan sosok Rara yang seharusnya menjadi pembantu dari istrinya. Rara adalah orang yang ceria, dia pandai melukis kebahagiaan dalam hidup monoton Luke.
Dan David, bule tengik Oma yang selalu bermain dengan banyak wanita di setiap malamnya. Oma pikir dirinya akan salah dalam mendidiknya, dimana dia selalu mabuk, keluar malam dan menghabiskan banyak uang. YOLO; adalah motto hidup David sebelumnya. Namun setelah bertemu dengan Lily yang lemah lembut, David menjadi lebih baik dalam segala hal. Kelembutan dan kepolosan Lily tidak pernah berubah. Hatinya seputih salju, yang mampu membawa David kembali ke jalan yang benar.
Ahh, melihat cucu cucunya tumbuh dengan keluarga mereka membuat Oma menneteskan air mata kebahagiaannya.
“Aku dan Luke akan berlibur ke Jepang, bersama dengan Lucas juga. Sebastian yang akan membayar. Benar ‘kan, Dad?” tanya Rara.
Luke menyeringai. “Terima kasih atas hadiah yang kau berikan, Nana.”
“Aku juga berterima kasih padamu karena memberikanku kapal pesiar yang aku inginkan,” ucap David menatap Sebastian dengan senyuman miringnya.
Yang mana membuat Lily mengusap tangan suaminya demi menghentikan kejahilannya.
“Oma juga ingin menambah perhiasannya, Bas.”
“Lakukan saja Oma, uangku banyak,” ucap Sebastian dengan helaan napasnya.
“Bagaimana dengan kami?” tanya Ares yang ikut berbicara dengan orang dewasa.
Membuat Luke mengerutkan kening. “Bagaimana apanya?”
“Kami ingin hadiah,” ucap Ares yang mana membuat anak lain langsung mengangguk setuju.
Riuh ricuh pun terjadi. “Thea mau boneka Belbie yang Besal, Uncle.”
“Joy! Joy! Joy mau Uncle Mike, Daddy.”
“Heh, kenapa bocah ini mau manusia?” tanya Sebastian melihat kelakuan anaknya.
“Lucas mau buku.”
__ADS_1
“Mike mau seragam baru.”
“Dan Ares mau Centini,” ucapnya yang sontak membuat semua orang menatap heran ke arahnya.
“Cantika? Kau kenapa ingin Cantika, Nak?” tanya Lily lembut.
“Tentu saja dia menyukainya, Sayang. ngaku kau,” ucap David dengan tatapan tajam.
“Tidak!” elak anak itu. “Ares hanya ingin dia melihat bagaimana Ares tampan sekarang. bukan menyukainya.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah sarapan berakhir, semua orang bersiap untuk pulang. Mereka melambaikan tangan satu sama lain saat mobil merreka berpisah di pertigaan. Ya, Rara langsung berangkat ke Jepang.
“Aku tidak percaya kau menguras habis uang Sebastian, Honey.”
Mendengar itu, Rara hanya tersenyum manis, kemudian mencium pipi Luke malu malu. Kini mereka dalam perjalanan menuju bandara. Dengan Dev yang menyetir dan Lucas berada di kursi depan. Seperti biasa, bocah itu menyukai kebebasan sendirian.
“Lucas, kemarilah, peluk Mommy di sini.”
“No,” ucap bocah itu.
“Kenapa no?”
Sementara Luke berdehem menetralkan suasana, berbeda dengan Rara yang malah bergelayut manja. “Lucas, apa kau ingin adik?”
“Asal jangan menggangguku jika belajar.”
Yang mana membuat Rara tersenyum. “Bagaimana?” bisiknya pada Luke.
“Kita bahas ini nanti saja, Honey.”
Hal itu membuat Rara mendengus kesal. Sampai mobil itu sampai di bandara, dimana Luke memiliki pesawat pribadi. Bahkan landasan miliknya sendiri di sana. Jadi tidak perlu lama memesan, Sebastian juga hanya perlu membayar semua penginapan di Jepang nanti.
Masuk ke dalam jet pribadi, Dev dan Kate ikut sesuai keinginan Rara untuk bisa menjaga Lucas.
Dan baru juga Rara duduk di dalam pesawat, dia mendapatkan telpon dari Oma. Rara segera mengangkatnya. “Hallo, Oma?”
“Rara, Lily melahirkan di sini.”
“Apa?”
__ADS_1
“Jangan panic. Semuanya baik baik saja, kau pergi saja. jangan ke sini ya, nikmati liburanmu.”
“Apa benar aku tidak harus ke sana?” tanya Rara dengan penuh kekhawatiran.
“Tidak, kirim saja uangnya ke rekening Oma ya. Bye.”
Rara masih terdiam tidak percaya dengan apa yang Oma katakan. Oh, nenek kesayangan suaminya itu selalu saja melibatkan uang. Dan Rara tidak keberatan jika uangnya ada.
“Ada apa?” tanya Luke ikut duduk di kursi samping Rara, jaraknya cukup jauh sehingga Rara mengerucutkan keningnya.
“Aku berjauhan denganmu.”
“Jika pesawat sudah lepas landas aku akan memangkumu,” ucap Luke membuat Rara bertepuk tangan. “Kenapa Oma menelpon?”
“Lily melahirkan.”
“Apa?” tanya Luke tidak percaya.
Yang dibalas anggukan oleh Rara. “Oma bilang jangan datang, kirim saja uang.”
“Yang benar?”
Rara mengangguk. “Tidak apa, Nana juga pasti sudah di pesawatnya. Oma selalu ingin uang, kita kirim saja.”
“Baiklah.”
“Dimana Lucas?” tanya Rara.
“Dia bersama Kate, sedang belajar bahasa Italia.”
“Oh astaga anak itu,” gumam Rara.
Sampai Dev datang ke arah mereka, yang diyakini Luke akan memberitahu jika pesawat akan lepas landas. Namun, Dev malah berbisik ke telinga Luke, “Nona Medina bunuh diri, dia berada di Jepang selama ini.”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
__ADS_1