Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Benar benar pergi


__ADS_3

🌹🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹🌹


🌹🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹🌹


🌹🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹🌹


Rara tidak bisa mengallihkan pandangannya dari wajah Luke yang sedang terlelap, dia menelusuri wajah tampan pria yang telah memporakporandakan hatinya. Pertama kalinya untuk Rara dia merasa dicintai, mencintai yang mana perasaan itu semakin hari semakin besar.


“Daddy nya Lucas, kau harus diberi pelajaran. Tidak baik menutupi sesuatu untuk waktu yang begitu lama. Aku paham kau melakukan ini untukku, tapi aku benar benar ingin tahu bagaimana lelahnya dirimu, beratnya hidupmu. Jadi tidak apa, Luke. Katakan saja padakku, aku sudah jatuh cinta padamu,” ucap Rara menyenderkan kepalanya pada dada bidang suaminya.


Dia menarik napasnya dalam dalam sembari mendengarkan suara detak jantung pria itu.  


Saat kejadian itu, Kakek Nobles melihatnya. Dia melihat Rara yang seolah menahan tangisannya, membuat Kakek Nobles melangkah menjauh. Yang ada dalam pikirannya, mungkin Rara sakit hati karena mengetahui semuanya. Membuatnya menyesal telah berbuat jahat pada mereka.


“Kau kenapa?” tanya sang istri melihat Kakek Nobles menangis terisak.


“Aku merasa bersalah pada mereka, tidak seharusnya aku melakukan itu. Aku melihat Rara menahan air matanya, pasti hatinya begitu sakit menahan semua tindakan jahat dariku, dari Medina.” Kakek Nobles mengusap matanya dan menangis sambil berdiri. Membuat istrinya itu memeluk dari belakang.


Kemudian sebuah kalimat terdengar, “Ya, kau memang jahat. Maka dari itu sekarang cintai Lucas, terima mereka semua,” uucap sang istri.


“Tentu saja, aku tidak akan membiarkan mereka bersedih lagi mulai saat ini.”


Sementara itu, Rara yang difikir menahan tangisan karena masa lalunya, pada kenyataannya dia menangis karena tidak mau meninggalkan pria tampannya. Bahkan saat ini, Rara tengah menciumi seluruh permukaan wajah Luke. Sesekali Rara yang brutal menggigit bibir bawah Luke kemudian menariknya pelan.


“Hehehehehe, aku akan sangat merindukanmu. Jangan membuatku gila ya, Sayangku. Jangan datang ke dalam mimpiku,” ucap Rara mencium kening Luke lama sebelum dirinya beranjak.


Dan saat keluar, Rara mendapati sudah banyak koper yang disiapkan oleh Kate.


“Dev, sudah menemukan tempat yang bagus? Aku ingin hotel itu terdapat sauna, lalu bar, lalu klab. Oh astaga aku ingin ke tempat tempat itu.”


“Tentu, Nyonya. Sesuai yang anda inginkan.”


Yang mana membuat Kate bertanya. “Anda tidak akan pergi ke sana seorang diri bukan?”


“Tentu saja, kalau kau ikut nanti Luke mengira aku menculikmu, Kate. Jadi sudah jangan ikut, aku bisa merawat Lucas dengan baik,” ucap Rara mengambil alih Lucas dari pangkuannya, dia menatap satu per satu orang yang ada di ruangan itu. Sampai dia teringat sesuatu. “Dimana, Kakek?”


“Hiks… Kakek di sini… ini untukmu, pakai kartu kredit Kakek ya.”

__ADS_1


Rara mengerutkan keningnya. “Tapi ini tidak warna hitam, Kakek. Punya Luke warna hitam.”


“Apa kau ingin segera ditemukan?”


“Oh iya benar juga,” gumam Rara menerimanya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Rara memeluk Lucas sambil menjauh dari rumah dimana Luke berada di sana. Ada perasan sedih meninggalkan cinta pertamanya, tapi Rara harus tegas, dia ingin Luke belajar dari kesalahannya, dia ingin Luke belajar bahwa apa yang dia cintai itu berarti sesuatu yang pantas untuk dia perjuangkan.


“Apa jauh, Dev?”


“Cukup jauh, berjarak 13 kilometer.”


“Astaga, aku tidak bisa mengintip Luke jika merindukannya.”


“Ingat apa yang akan anda lakukan, Nyonya.”


“Benar, aku harus ingat,” ucap Rara menciumi wajah Lucas.


“Apa yang anda rencanakan jika Tuan Luke mulai frustasi, Nyonya?”


“Nah aku akan datang jika dia benar benar sudah menggila. Jika tidak, maka aku akan pergi saja.”


“Nyonya.”


“Aku bercanda, Dev.”


Perjalanan yang cukup lama membuat Rara tidak kuat untuk memejamkan matanya sesaat. Namun otaknya masih sadar untuk tetap memeluk Lucas agar bayinya tidak jatuh. Dia mendekap bayi mungilnya supaya tetap dalam pelukannya.


Sampai akhirnya mobil berhenti di sebuah hotel yang megah, ini memiliki gaya Victoria kuno. 


Dev mematikan mesin mobil, dia hendak membangunkan Rara yang ada di belakang sana. Namun saat berbalik…


“Wahhh…. Gilaaa…. Aku seperti orang kaya diatas orang kaya,” gumam Rara menikmati keindahan itu sambil menempelkan permukaan wajahnya di kaca. “Ayo keluar dan antarkan aku, Dev.”


Dibantu oleh penjaga hotel di sana, mereka membawa barang barang Rara menuju ke penthouse hotel. Dimana itu adalah lantai paling tinggi dimana Rara bisa melihat semuanya.

__ADS_1


“Terima kasih, Dev.”


“Sama sama, Nyonya. Ini ponsel anda yang baru anda. Tolong berikan ponsel lama anda.”


“Apa? Kenapa?” tanya Rara kaget.


“Itu akan membuat Tuan Luke melacak anda dengan mudah.”


“Ta… tapi di sini ada foto Luke yang sangat banyak. Hiks…. Bagaimana ini?”


“Anda bisa memindahkannya.”


“Tapi itu menghabiskan banyak waktu.”


“Bagaimana kalau satu saja?”


Nana menghela napasnya dalam. “Baiklah satu saja tidak apa apa.” 


Rara mengirimkan foto Luke ke ponse barunya, dan setelahnya ponsel lamanya diambil oleh Dev. Membuatnya terlihat sangat sedih.


“Dan, saya juga meminta kerabat saya untuk menemani anda di sini, Nyonya. Berjaga jaga jika anda ingin berjalan jalan dan butuh teman.”


“Bagus, kapan dia datang?”


“Mungkin besok pagi.”


“Terima kasih, Dev.”


“Ada nomorku di sana, Nyonya. Hubungi saya jika terjadi sesuatu.”


“Oke, Dev. Terima kasih, tapi aku benar benar mengantuk. Bisakah kau pergi sekarang maaf?”


“O⸻oke.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2