Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Wanita Jahat


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA ANAK ANAK EMAK.🌹


Luke tersenyum saat melakukan videocall bersama sang kekasih hatinya, apalagi saat melihat Lucas yang aktif menyahut saat dirinya bicara.


“Kau lihat, aku dan Lucas sangat merindukanmu. Rumah ini besar, kami kesepian.”


“Saat aku datang tidak menjadi ramai bukan?” tanya Luke mencoba menenangkan.


“Ya, rumahnya tidak ramai. Tapi hatiku iya, rasanya menghangat melihatmu berada di sini. Aku merindukanmu pria tampanku yang seksiiihhh.”


Luke menelan ludahnya kasar, beginilah sikap Rara yang seringkali membuat Luke harus bersabar ekstra. Apalagi Rara tidak ada di sini, membuatnya harus melampiaskan pada hal lain.


“Kau tidak merindukanku?” tanya Rara sambil membuka kancing atas kemejanya.


Yang mana membuat Luke memalingkan wajahnya. “Aku harus berangkat, Rara.”


“Lihatkan, kau tidak merindukanku dan Lucas! Kau jahat!”


“Jangan berteriak…,” ucap Luke pelan. “Lucas akan terkejut, aku sangat merindukanmu. Lusa aku akan pulang, kau ingin apa hmmm?”


“Aku hanya ingin kau pulang dan membuat adik untuk Lucas.”


“Rara….”


“Aku serius.”


“Aku juga serius, aku ingin kau pulang dan bergemul di bawah selimut bersama dengan diriku, kemudian kita saling bercumbu untuk me⸻”


“Ekhem!” luke sengaja berdehem. “Tunggu aku pulang, kita akan melakukannya.”


TOK.


TOK.


TOK.

__ADS_1


“Kau mendengarnya? Dev datang untuk menjemputku pergi.”


“Pergilah,” gumam Rara dengan bibirnya yang mengerucut.


“Jangan marah, aku akan segera menelponmu begitu acaranya selesai.”


“Baiklah.” Rara tetap cemberut. “Tunggu! Kita belum membahas lemari lingerie milikku!


Luke menelan ludahnya kasar, dia bahkan langsung menghapus pesan tersebut. “Maaf, Rara Sayang. Aku akan menghubungimu lagi nanti.”


Luke mematikan telponnya, dia mendesah pelan dan melihat ke bagian bawah tubuhnya. “Kumohon tidurlah lagi, kita harus pergi. Aku akan segera pulang dan membawamu padanya.”


“Tuan?”


“Ya, sebentar lagi,” ucap Luke.


Dan tidak lama kemudian, pintu terbuka. “Dimana Medina?”


“Sudah bersiap di lobi.”


Luke mengangguk dan segera turun. Luke mengerutkan keningnya melihat Medina yang berpakaian terbuka. Bukan karena dirinya bernafsu, melainkan citranya akan tercemar dengan membawa istri yang berpakaian tidak sopan.


“Oh ayolah, kau tergoda?”


“Pakaian itu tidak sopan, kenapa memakai pakaian seperti ini?”


“Kau tergoda bukan?”


“Terserah,” ucap Luke yang tidak ingin berdebat.


Namun tiba tiba Medina melingkarkan tangannya pada tangan Luke. “Apa ini?”


“Oh ayolah, Luke. Ini kewajibanmu bukan? atau kau ingin aku memiliki 50% sahammu? Dengan begitu aku akan memiliki suara untuk mengganti posisimu.”


“Kau pikir aku takut?”


“Ekhem!” Dev berdehem demi menghentikan keduanya, dia juga tidak ingin majikannya terpancing dan membuatnya salah bicara. “Waktu terus berjalan, Tuan.”


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Luke tidak terlalu nyaman dengan pesta ini, ternyata pesta ini didominasi oleh wanita wanita seperti Medina. Dan pebisnis sepertinya hanya terhitung jari. Namun Luke melakukan yang terbaik, supaya terlihat kalau dirinya memang suami yang baik dan Medina yang akan bercerai dengannya nanti.


Dari kejauhan, seseorang terus memperhatikan Medina. Dan Luke menyadarinya.


“Siapa pria itu?”


“Mantan pacarku.”


“Sepertinya dia tertarik padamu.”


“Kau cemburu?” tanya Medina dengan senyuman menggodanya.


Yang mana itu membuat Luke muak. “Yang benar saja,” ucap Luke mengambil champagne kemudian hendak melangkah pergi.


“Kau mau kemana?”


“Aku akan mencari angin, bersenang senanglah.”


“Kau tidak bisa meninggalkanku sendirian,” ucap Medina masih menahan tangan Luke.


Yang mana membuat pria itu menatapnya tajam. “Berjam jam aku menemanimu, aku harus mencari udara segar supaya tidak mati.”


Luke melepaskan pegangan tangan Medina, dirinya benar benar lelah bersandiwara.


Dan saat Medina sendirian dengan kekesalannya, mantan pacaranya itu mendekat.


“Hei.”


“Oh, kau membuatku kaget,” ucap Medina kesal.


“Sepertinya dia tidak memperlakukanmu dengan baik.”


“Kenapa kau berfikir seperti itu?”


“Oh ayolah, Medina. Aku free, aku bebas dan aku bisa memberikan apa yang kau inginkan.”


Medina menatap Robert, dengan otak yang bertanya-tanya, “Ah… aku harus memanfaatkannya, aku lebih menyukai Luke lebih dari apapun. Apa yang bisa dia lakukan untuk….. ah, mencari wanita simpanan itu.”


🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2