Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Chapter 11.


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu Jay Hyun dapat gajian buat sewa Apartemen murah yang ada disekitar, Sebelum kepulangan ibunya, Jay Hyun bersih keras untuk menghidupi dirinya agar ibunya tidak curiga bahwa dirinya bekerja.


" Jay Hyun Lee ini surat buat orang tuamu, suruh orang tuamu datang sekolah ya?" Seru Ibu guru.


Jay Hyun hanya menekuk kepalanya, merasa bersalah. Dia menggegam surat itu lalu membunyikan kedalam tas sekolahnya.


" Ibu sangat kecewa padamu padahal kemarin nilainya masih sempurna." Keluh Ibu Guru.


o


" Tolong jangan begini Jay, masa depanmu masih panjang." sambungnya.


" Kalau sudah selesai, Jay mohon pamit." pamit Jay sambil membungkuk setengah badannya.


" Huh!! anak itu, kalau bukan dari keluarga Do pasti sudah dikeluarkan!!" Gumannya.


Jay Hyun masih didepan pintu mendengar semua perkataan gurunya, memangnya apa yang salah kalau bukan dari keluarga Do.


Hari ini dia kan menjemput ibunya yang akan keluar dari rumah sakit.


" Mami hati-hati." Seru Jay polos.


Yeojin mengelus rambut Jay dengan lembut " Terima kasih sayang."


Jay memapah ibunya dengan hati-hati, dokter dan perawatnya mengantar mereka ke pintu keluar rumah sakit dan perawatnya memanggil taxi. Dokter yang merawat ibunya selama ini memberi sebuah amplop warna coklat. Jay bingung.


" Jangan bingung, ini adalah uang yang masih sisa dari biaya inap kalian? ambil saja buat kebutuhan sehari-hari." kata Dokter lemah lembut.


" ini bukannya biaya dari Paman Do?" Tanya Jay menyerit keningnya.


" Haha... sungguh ini bukan, tadi kan saya sudah bilang buat kebutuhan sehari-hari dan harus belajar dengan giat." Seru Dokter sambil tertawa, kata-katanya ada sindiran buat Jay tetapi dia tetap senyum.


" Terima kasih dokter, Jangan khawatir aku akan belajar giat." balas Jay polos.


" Baiklah, kalau ada apa-apa jangan sungkan panggil dokter saja ya." seru Dokter itu.


Jay mengerti bahwa kehidupan ini tidak ada yang namanya gratis, Dia harus menjaga ibunya dari binatang-binatang yang siap menyantapnya.


" Kami permisi dulu dok?" pamit Jay sopan.


" baiklah hati-hati." kata dokter itu dengan senyuman lebarnya.


Jay menatap ibunya yang sedang menatapnya " Kamu sepertinya akrab dengan mereka?" Tanya Ibunya.

__ADS_1


" Mami, mereka sudah merawat mami sudah lima tahun loh. pikirkan saja!" jawab Jay polos.


" Hah?? baiklah... haha." tawa Yeojin.


Jay memeluk Yeojin dengan erat " mami janji jangan tinggalkan Jay lagi yah?" Jay memohon kepada ibunya.


" Maafkan mami selama ini pasti kamu mengalami hal yang tidak mengenakan, mami janji akan membuat hidupmu bahagia." seru Yeojin dengan membalas pelukan Jay dan mengecup keningnya.


" Janji ya?" seru Jay semangat.


" Janji." jawab Yeojin.


Setelah sampai diapartemen Semi Jay memapah ibunya menaiki tangga untuk sampai di nomor 048. Yeojin menatap sekelilingnya lingkungan yang tidak layak untuk dihuni oleh orang. Jay menyadari tatapan ibunya.


Yeojin tersentak ketika Jay menundukan kepalanya dan Yeojin mengelus kepalanya " Tidak apa-apa, mami juga sudah bahagia bisa melihat Jay lagi." seru tulus Yeojin.


Jay mendongak menatap ibunya " maafkan Jay mami huhu..." Jay menangis.


" cup... cup... jangan menangis lagi ya, nanti mami buatkan sop pangsit mau?" tawar Yeojin.


" mau!!" seru Semangat Jay Hyun.


" Baiklah...hehe." Seru Yeojin.


" Ka..kalian siapa?" Tanya Yeojin sambil gugup dan panik.


" Tenang saja, kami bukan orang jahat." seru salah satu mereka.


Jay mendengarkan suara yang familiar lalu mengintip sedikit dari belakang punggung ibunya " Paman Kong?" lirih Jay.


" kamu kenal dengan mereka?" tanya Yeojin kepada Jay. Jay mengganguk kepalanya " beliau orang baik selalu menjaga Jay selama mami dirumah sakit." jelas Jay.


" Oh begitu, kalau disebelahnya siapa?" Tanya Yeojin. Paman Kong tersenyum " ini Pak Jing, teman saya hehe..." jawab Paman Kong.


" Kalau begitu kita bicara didalam saja, ada beberapa hal yang penting yang aku akan sampaikan pada kalian." Jelas Pak Jing.


Yeojin menatap Jay " apakah bisa dipercaya?" Tanya Yeojin cuma menggerakan bibirnya tanpa ada bersuara.


Jay mengangguk kepalanya kemudian Yeojin mempersilakan masuk " baiklah... silakan masuk." Seru Yeojin.


Setelah mereka masuk, Jay membawa tas kekamarnya dan Yeojin menyeduh teh dan camilan yang memang sudah ada didapur.


" Maafkan saya hanya ini saja yang ada?" Seru Yeojin.

__ADS_1


" Ah... maaf merepotkan, tolong panggil Jay kesini!" suruh Pak Jing.


" Jay Hyun tolong kesini sayang!" teriak Yeojin tanpa malu-malu sama mereka.


Tidak lama kemudian Jay hyun datang dan duduk disamping ibunya. Tanpa ragu-ragu Pak Jing mengutarakan isi hatinya " Begini nona Lee dan Jay Hyun, saya kesini ingin menyampaikan bahwa saya ingin mengadopsi nona Lee dan Jay." jelas Pak Jing tanpa keraguan.


Yeojin menatap Jay Hyun dengan rasa bimbang dan dia memikirkan perasaan Jay Hyun gimana, apa dia terima saja atau tidak.


" baiklah, aku setuju!" jawab Jay Hyun.


" Mami, akhirnya kita punya keluarga seperti yang lain." rasa bahagianya Jay Hyun. Yeojin hanya diam saja entah apa yang membuatnya ragu-ragu, ada benarnya juga kalau kehidupan Jay Hyun ke masa depannya akan terjamin tetapi dirinya ingin rasanya mencari keberadaan Kyuhyun. Bagaimana kabarnya saat ini? apa dia mencarinya atau tidak, dia ingin tahu semuanya.


Dia ingin sekali melakukan hal itu namun tiba-tiba ingatannya takut kalau orang itu akan mengusik kehidupannya lagi dan lebih parah lagi akan menyakiti Jay Hyun. Dia tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.


" Baiklah, aku juga setuju!" seru Yeojin.


" ha...ha syukurlah, kalau begitu bisa pindah dari sini?" seru Pak Jing gembira.


" Ehem.... Paman Jing, maaf menyela. malam ini aku ingin tinggal disini..!" seru Jay Hyun cool.


" eh...kok masih panggil paman, panggil saja kakek.. haha..." sela Pak Jing.


" Eh.... kakek? baiklah." jawab Jay Hyun bingung. Yeojin tertawa pelan melihat kelakuan Jay Hyun yang bingung.


" haha... baiklah kalau begitu paman Kong dan Ayah jangan pulang dulu nanti kita makan malam bersama ya? "seru Yeojin semangat.


" Eh... tidak usah, kamu kan baru pulih.." tolak Paman Kong.


" tidak apa-apa, anggap saja ini balas budi untuk kebaikan kalian sudah menjaga putraku selama ini hehe.." jelas Yeojin tulus.


" Eh... baiklah." pasrah mereka.


" paman dan Kakek ayo main ular tangga sambil menunggu masakan mami matang.." seru Jay Hyun semangat.


Yeojin hanya tertawa pelan dan memasuki dapur, hatinya bahagia melihat semua ini dan merasa sesak bersamaan. Entahlah apa yang membuatnya begini.


" aku ingin melihat Choi Kyuhyun sekali saja hiks... hiks... hiks.." tangisannya membuat seseorang yang ingin mendekatinya tiba-tiba berhenti.


" Choi Kyuhyun?" lirihnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2