
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
Medina merasa kesal dengan Luke yang pergi begitu saja, apalagi ada pelayan yang melihat bagaimana dirinya ditinggalkan. Itu benar benar mengoyak harga dirinya.
Medina masuk ke kamar, dan dia semakin murka saat melihat di kamarnya banyak terdapat mawar. Membuat Medina menarik spreinya dengan kesal.
"Sialaaaaaaaan!" Teriaknya.
Dia kesal para pelayan itu melihat apa yang sebenarnya terjadi di hari pertama.
Medina segera mengambil botol alkohol dan meminumnya langsung.
"Rara sialaaaan! Dimana kau dan anak sialanmu itu?" Tanya Medina pada hembusan angin.
"Akan aku buat kau pergi dari kehidupan Luke."
Dan Medina yang mabuk itu menelpon Kakek Nobles.
"Kakeeeeeeekkkkkkkk!" Medina menangis kuat.
Dan Kakek Nobles sudah menduga hal itu di sana.
"Kenapa kakek tidak membantu? Kenapa kakek tidak membuat Luke bertahan di sisiku?"
Kakek Nobles menghela napas dalam. "Tugas Kakek hanya membuat dia menikahimu agar kau dan keluargamu tidak malu. Dan sisanya terserah padamu. Kakek menolong sampai sini."
"Apa?!" Medina berteriak. "Jangan bilang Kakek berhenti membantuku!"
"Ini sudah larut, tidurlah."
"Luke pergi menemui wanita itu, Kakek!"
"Itu yang harus kau tanggung, kau memaksa untuk menikah dengannya."
"Kakek bilang Kakek tidak sudi dengan wanita itu!" Teriak Medina. "Kakek bilang tidak ingin keturunan Kakek ternodai olehnya!"
__ADS_1
"Ya, memang. Yang jelas hutang kakek padamu untuk menikahkanmu dengan Luke sudah lunas. Kakek membantu semampu Kakek, apa lagi yang bisa Kakek lakukan? Kau yang harus membuatnya nyaman bersamamu."
"Tidak, Kakek! Jangan menyerah dan membiarkanku sendirian!"
🌹🌹🌹
Luke membawa segelas susu ke kamar. Dia kembali melihat Rara yang tersenyum manis padanya.
Dilihatnya Lucas yang sudah terlelap di samping Rara.
"Ini," ucap Luke memberikan apa yang Rara minta, sambil duduk di samping ranjang.
"Terima kasih…..," ucapannya menggantung, kemudian disambung dengan kata. "Luke."
Mendengar kata itu dari bibir Rara membuat Luke menatap matanya, yang mana langsung membuat Rara tersenyum dan menampilkan smile eyes miliknya yang belum pernah Luke lihat sebelumnya.
Sangat cantik dan juga menawan.
Luke hanya mengangguk.
"Bisa kau pindahkan Lucas ke box nya? Aku belum bisa berjalan."
"Aku ingin tidur bersamamu," ucap Rara menampilkan gigi kelincinya.
Double kill untuk Luke! Dia mendapatkan senyuman gigi kelinci dan smile eyes dari Rara.
"Hah?" Tanya Luke yang sedikit gugup.
"Aku ingin tidur denganmu, kau tidak merindukan istrimu?"
Luke mengalihkan pandangannya pada Lucas. "Dia sudah terlelap di sini."
"Hei, ayolah," ucap Rara tertahan karena minum susu. "Besok kau bekerja, aku bisa menghabiskan waktu bersama Lucas."
Dan saat salah satu tangan Rara memegang tangannya, Luke terdiam sejenak.
"Apa kau malu karena aku terlalu lama tertidur?"
"Bukan begitu."
__ADS_1
"Ayo pindahkan dulu hasil kerja keras kita," ucap Rara dengan suara jahilnya.
Yang membuat Luke berdehem.
Sontak saja itu membuat Rara tertawa kecil.
Luke melakukannya, dia memindahkan Lucas ke dalam box nya. Sebelum menidurkannya, Luke mencium dahulu putranya itu.
"Kemarilah," ucap Rara sambil menyimpan gelas di nakas.
Luke mendekat.
Dia duduk di sana dan tiba tiba Rara memeluknya dengan erat. Membuat Luke terdiam.
"Maaf," ucap Rara dengan suara kecil.
"Untuk apa?" Tanya Luke yang membalaa pelukan, dia melingkarkan tangannya di pinggang Rara.
"Untuk tidak mengingatmu, hal terakhir yang aku ingat adalah aku yang sedang bolos sekolah. Dan ternyata itu sudah tujuh tahun berlalu, aku ada di sini."
Pelukan Rara mengetat, yang mana membuat Luke membalas pelukannya semakin erat juga.
"Aku awalnya takut saat Kate bercerita kalau aku sudah lama koma, dan ini bukan tahun terakhir yang aku ingat. Aku takut saat Kate bilang suamiku begitu mengkhawatirkanku setiap saat. Maksudku, aku sudah berusia 24 tahun dengan pikiran masih 17 tahun."
"Tidak apa," ucap Luke mengusap punggung Rara.
"Tapi melihat Lucas, kupikir ayahnya pasti memiliki tampang yang lumayan."
"Apa?" Tanya Luke melepaskan pelukannya.
Saat itulah Rara tersenyum menahan tawa. "Seleraku yang berumur 24 tahun tidak buruk, kau tampan."
Luke terdiam, ternyata seperti inilah sifat aslinya.
"Kau juga seksi. Umurmu 34? Atau 36? Sudah kepala tiga bukan? Tapi kau masih sangat seksi. Apa kau tau itu?"
"Oh God," ucap Luke menunduk.
🌹🌹🌹
__ADS_1
To Be Continue