Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Season 2 : Anak hilang


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


“Kita mau kemana, Mom?” tanya Lucas di dalam mobil, dia berada di belakang sendirian, sementara Mommy dan Daddy-nya berada di bangku depan.


“Jalan jalan, ayo kita cari sesuatu yang menarik.” Rara menjelaskan.


“Makan?” tanya Lucas dengan kening berkerut. “Toko buku?”


“Makan dulu, nanti kita jalan jalan di sekitar sini,” ucap Rara melihat focus ke depan, dimana mobil mulai memasuki kawasan ramai penduduk. Dimana turis asing memang sering berjalan di street food di sana karena makanannya yang enak.


Luke menepikan mobil di tempat parkir, sebelum turun dia menggengam tangan sang istri. “Kau yakin ingin ke sini, Sayang? tempatnya ramai dan jalannya panjang.”


“Ya, kita bisa memutari tempat ini. lihatlah di dalam ada banyak makanan, ayo ke sana.”


Luke sebenarnya tidak suka keramaian, begitu pula dengan Lucas. Saat Rara sudah keluar, dua pria favorite nya masih berada di dalam mobil.


“Daddy, kita akan ke sini?” tanya Lucas dengan bibir mengerucut.


“Ayolah, Son. Jangan buat Mommy-mu sedih, kau tidak mau bukan?”


Lucas menggeleng. “No.”


“Kalau begitu ayo keluar.”


Lucas merentangkan tangannya, membuat Luke mengerutkan keningnya. “What?”


“Mau digendong,” ucap Lucas dengan manja.


Membuat Luke memutar bola matanya malas sebelum turun dari mobil kemudian menggendong Lucas keluar dari mobil.


“Kenapa dia digendong?” tanya Rara.


“Malas berjalan sepertinya,” jawab Luke.


“Kau tidak sakit ‘kan, Son?”

__ADS_1


“No, Mommy.”


“Kalau begitu lets goooo! Kita akan jalan jalan di sini!”


🌹🌹🌹🌹🌹


Berakhir di sebuah tempat makan sushi, di sana Rara memesan cukup banyak makanan, memotretnya kemudian mengirimkannya pada teman temannya yang lain. Pamer karena tengah menikmati liburan yang menyenangkan.


Lucas sibuk melihat akuarium besar, sedangkan Luke tersenyum melihat sang istri yang kini terlihat lebih bahagia, wajahnya cerah.


“Kenapa melihatku seperti itu? Perhatikan anakmu, aku tidak mau dia hilang.”


Luke mengusap rambut Rara dengan penuh kasih sayang sebelum akhirnya memberikan kecupan di dahi.


“Jangan seperti itu, di sini banyak orang. Bagaimana jika aku menyantapmu hidup-hidup huh?” tanya Rara dengan mata membulat. “Dan jangan tersenyum seperti itu, aku tidak tahan. Tubuhku rasanya gatal melihatmu seperti itu.”


“Bibirmu itu, Sayang. Harus difilter.” Sesekali Luke menatap Lucas yang sedang bermain dengan ikan di akuarium besar di sana, sampai dia melihat ponselnya saat pesan masuk. Raut wajahnya menjadi hilang.


“Ada apa?” tanya Rara yang menyadari itu.


“Bukan apa apa.”


“Oh, Honey. Ini dari Kakek, dia merekomendasikan sebuah villa di Jepang.”


“Villa?”


Luke terlihat ragu, yang mana membuat Rara menggenggam tangannya. “Katakana tau kau akan tidur di luar.”


“Jangan mengancamku seperti itu, Honey. Villa ini milik Medina sebelumnya, Kakek memintaku membelikannya untuk dia. Kakek merasa kasihan dengan keluarga Medina, kau tau dia sumber peghasilan dari keluarganya bukan?”


Rara menghela napasnya, sampai akhirnya dia mengangguk. “Bagaimana kalau kita ke sana dan melihat keadaan Villa-nya?”


“Kau serius? Ingin membelinya?”


“Lagipula ini untuk kakek ‘kan? Aku kasihan dengan anak itu, berapa usianya sekarang? dua tahun? Dia memiliki banyak kebutuhan.”


“Kau terbaik, Honey. Aku bahagia bisa berakhir bersamamu,” ucap Luke mencium tangan Rara.


Membuat perempuan itu tersipu malu kemudian menunjuk pipinya sendiri.

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Luke bingung.


“Cium di sini, jangan tanggung. Ayo cepat.”


Luke tersenyum, dia mendekat dan hendak mencium pipi istrinya. Namun saat semakin dekat, Rara segera menoleh hingga bibir keduanya bersentuhan. Kemudian tawa malu-malu melingkupi keduanya.


Terkecuali seorang bocah yang melihatnya. “Oh my god my eyes,” ucap Lucas memilih untuk kembali melihat akuarium.


🌹🌹🌹


Saat sedang sibuk memandang akuarium, Lucas tidak sengaja melihat seorang anak yang memberikan bunga untuk mommy mereka, kemudian dia mendapatkan hadiah pelukan dan ciuman.


Yang membuat Lucas heran adalah dirinya tidak pernah memberikan sang Mommy hadiah apapun, tapi Mommy nya selalu memberinya ciuman dan juga pelukan yang hangat.


Lucas merogoh saku celananya, ada uang di sana yang didapatkannya dari sang pengasuh. Kemudian kakinya melangkah keluar dari toko untuk mendapatkan sesuatu untuk Mommy nya. Dan jika difikir-fikir, bunga tidak akan memberikan manfaat apapun untuk Mommy-nya, dia hanya akan layu kemudian mati. Yang mana membuat Lucas memikirkan hal lain untuk diberikan hadiah.


Sementara itu, pasangan Rara dan Luke masih terlihat mesra, sampai seorang pelayan mendekat dan menyajikan pesanan. “Milik kalian, Tuan, Nyonya.”


“Terima kasih. Dad, bawa Lucas kemari.”


“Ok…..,” ucapan Luke terhenti saat dia tidak mendapati anaknya dimanapun, dia menelan ludahnya kasar, takut sang istri akan memarahinya. Terlebih lagi, Luke khawatir sesuatu terjadi dengan anaknya. “Sebentar, Sayang.”


Barulah Rara mengedarkan pandangan, dia juga sadar apa yang dilakukan suaminya. “Lucas hilang?!” tanya Rara panic.


“Tidak, Sayang. Dia tidak hilang, dia hanya sedang bermain. Kita akan menemukannya.”


“Lucasku. Tidak, bagaimana ini? panggil FBI, polisi, ambulance. Luke, dimana anakku?!”


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


 


 


MAAF PENDEK, EMAK BANYAK TUGAS. HEHE. I LOVE YOU.


 

__ADS_1


 


__ADS_2