
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI.🌹
Luke menarik Rara ke tempat yang lebih sepi, tepatnya dibawah pohon rindang di pinggir ladang. Dimana dari sana mereka bisa melihat tenda besar yang akan dijadikan tempat festival nantinya.
“Kenapa membawaku ke sini? Kau ingin tempat yang tertutup untuk berciuman.”
Luke menghela napasnya dalam, dia mengusap rambut Rara. “Jangan melakukan itu lagi, oke?”
“Melakukan apa?” tanya Rara seolah olah dirinya tidak tahu apa apa.
“Rara,” ucap Luke dengan suara beratnya. “Tanpa kau beritahu mereka mengetahui kalau aku adalah milikmu, aku datang ke sini bersamamu, bersama anak kita. Kita harus tahu situasi, tadi di sana ada para tetua di desa ini, jangan lakukan hal seperti itu.”
Rara mengerucutkan bibirnya kesal, pikirannya bergemul sendiri. Seharusnya Luke paham dirinya, seharusnya Luke tahu kalau dirinya cemburu. “Tapi mereka terus menatapmu. Wajahmu terlalu tampan.”
“Lalu apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menyimpan kepalaku di villa lalu ke festival tanpanya?”
Rara mendengus kesal, yang mana membuat Luke tertawa kemudian menariknya ke dalam pelukan. “Aku milikmu, tenang saja.”
Kemudian Luke mengangkat dagu Rara, dia memberikan ciuman di bibirnya. Juga usapan halus dari lidahnya.
“Kau bilang tidak boleh melakukan itu. Ini hal yang tidak pantas.”
“Hei, itu kata kataku, dan tidak ada tetua di sini.”
“Jadi kalau mereka tidak ada boleh aku menyerangmu?” tanya Rara menjilat bibir Luke untuk beberapa saat.
__ADS_1
Pria itu terkekeh pelan. “Ya, selama kita dalam situasi yang tepat.”
Rara tersenyum manis, dia menciumi pipi Luke berulang kali. Sampai pria itu tertawa dan memperlihatkan lesung pipinya.
“Astaga, apa kau sadar kau ini tampan?”
“Aku tahu, ayo ke sana,” ajak Luke ke tempat festival.
Pesta dirayakan di ladang rumput terbuka, tenda besar itu juga memiliki pintu dari dua arah yang membuat pengunjung bisa melihat bagian dalamnya dari kejauhan.
Di bagian luar tenda dipenuhi dengan warga yang berdagang, persiapan kembang api dan api unggun. Tidak lupa alat music tradisional dan beberapa penari daerah juga.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Pesta semakin meriah, para penari tradisional itu mulai bergerak mengikuti irama music yang dimainkan penduduk setempat, mereka mengelilingi api unggun dengan tawa.
Beberapa pengunjung yang datang mengabadikan moment, berbeda dengan Rara yang menatap dan menyimpan kenangan itu dalam memori.
“Hallo anak muda,” sapa salah satu penduduk di sana.
“Hallo, Tuan.”
“Kau sudah mencoba bubur gandum dan anggur yang ada di dalam?”
Luke menggeleng. “Kekasihku menginginkan ini, kami akan mencobanya nanti.”
“Tidak, kau pengunjung. Sebentar aku ambilkan.”
Belum juga Luke mengatakan sesuatu, pria itu sudah masuk ke dalam tenda. Membawa dua mangkuk dan dua cup gelas yang isinya bubur gandum juga anggur.
__ADS_1
“Nikmati hasil panen kami, anak muda.”
“Terima kasih, Tuan.”
“Dan ngomong ngomong, anakku yang menari memakai baju merah itu. Dia cantik bukan?”
Luke menatap arah yang ditunjuk pria itu, kemudian dia mengangguk. “Ya, dia menakjubkan.”
“Nah kan, kau ingin diperkenalkan dengannya?”
“Tidak, aku sudah memiliki seseorang, kami sudah memiliki anak.”
“Ah, begitu rupanya,” ucap pria itu dengan penuh kekecewaan. “Nikmati malamnya.”
Luke mengangguk dan berjalan ke arah Rara. “Kau baik baik saja?”
Rara menengok, dia terkejut dengan banyaknya makanan di tangan Luke. “Kau membeli apa?”
“Itu diberikan penduduk setempat.”
“Anggur?” gumam Rara. “Sudah lama aku ingin mencobanya, tapi aku masih dibawah umur.”
Luke ikut duduk di samping Rara.
Sampai Rara mengingat sesuatu, dia membuka matanya lebar. “Hei, umurku sudah 24 tahun. Jadi tidak apa meminum ini bukan? bagaimana kalau besok kita ke klab malam? Aku penasaran bagaimana rasanya? Dan juga… aku ingin membeli lotre, ditambah juga aku ingin minum alcohol. Ah,anggur! Aku akan meminum semua ini!”
“Tunggu, jangan habis…….,” ucapan Luke menggantung saat Rara meneguk kedua gelas itu dengan mudah. “Semoga mabukmu tidak membuatku kewalahan, Rara.”
“Kau bilang apa?”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE