
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
“Jangan katakana apapun pada Luke, oke?” tanya Rara sambil mengupas buah dengan pisau, yang mana membuat Kate menelan ludahnya kasar.
Dia merasa kalau Rara memiliki aura yang berbeda, sampai semua pemikiran itu saat Rara tiba tiba menghela napas dan menatap sendu apelnya, tidak ada lagi tatapan tajam mengintimidasi.
“Nyonya, anda baik baik saja?”
“Bagaimana aku bisa baik baik saja? bagaimana jika wanita itu merebut Luke dariku? Bagaimana jika dia berhasil membawa Luke kabur? Apakah aku harus menggali tanah dan membuat ruangan rahasia untuk menyembunyikan pria tampanku? Uh…, jatuh cinta menyebalkan, aku tidak ingin dia bersama siapapun selain aku, Kate.”
Kate tersenyum kembali melihat tingkah manja Rara kembali, tidak ada yang berbeda meskipun Rara melihat sebagian ingatan akan dirinya. Dalam mimpi mimpi yang datang menghampirinya, Rara melihat sosok dirinya yang disiksa oleh wanita bernama Medina, lalu beralih pada dirinya yang tidak memiliki tempat untuk diri sendiri sementara Medina akan menikahi Luke.
“Tenang, Nyonya. Anda sudah menjadi Nyonya Russel, tidak akan ada yang berubah. Saya dengar Nona Medina kembali bersama mantan pacarnya, karena itu dia menggugat cerai Luke.”
Rara mengerucutkan bibirnya, itu bukan ingatan yang masuk ke dalam memorinya, dia seolah melihat dirinya di masa lalu.
“Aku tidak percaya apa yang aku alami beberapa hari yang lalu itu bukan mimpi belaka, tapi ingatanku.”
Kate menggenggam tangan Rara, dia juga banyak menceritakan tentang Luke yang diketahuinya dari Dev. Kini mereka berdua berada di ruangan makan yang bersebelahan dengan mini bar di kabin pesawat. Rara mendengarkan dengan sepenuh hati perkataan Kate tentang bagaimana Luke begitu mencintainya.
“Bagaimana perasaann anda saat ini?”
“Aneh, kenapa aku dulu seperti itu? Kenapa aku tidak membuat Medina itu mati lalu aku jual organ dalamnya dan melarikan diri?”
Kate kembali menelan ludahnya kasar.
“Hehehe, tapi jika seperti itu aku tidak akan berakhir di ranjang Luke yang tampan dan gagah.”
Well ya, kepribadian Rara masih berusia 17 tahun, meskipun dia melihat apa yang terjadi dengannya saat tujuh tahun ke belakang, kepribadiannya yang dulu lenyap entah kemana.
__ADS_1
“Anda akan tetap bersama dengan Tuan Luke bukan, Nyonya? Dia sangat mencintai anda.”
“Aku juga mencintainya, tapi ketidakjujurannya membuatku kesal. Aku ingin menghukumnya, bagaimana dengan berada di kamar selama tujuh hari berturut-turut?”
Kate tersenyum. “Aku senang anda tidak berubah dan tidak akan meninggalkannya.”
“Meninggalkannya? Kate dia terjebak bersamaku, dia harus bersamaku. Tapi akan aku beri dia hukuman,” ucap Rara.
Dan saat sedang berbincang, Luke datang pada mereka.
“Rara, kau melihat pengasuh Lucas?”
Rara menengok dengan wajahnya yang kesal. Namun rasa kesalnya berubah ketika melihat wajah Luke, bagaimana pria itu begitu tampan? Kenapa Rara sangat mencintainya? Kenapa otaknya penuh dengannya?
“Rara? Kenapa menatapku seperti itu?”
“Berapa jam lagi sampai mendarat?”
“Setengah jam.”
“Bisa untuk satu ronde, ayo aku tidak tahan, Luke…. Kau sangat tampannn….”
🌹🌹🌹🌹
Disinilah Rara sekarang, dia berada di Minesota bersama dengan Luke. Matanya menatap sekeliling rumah, begitu bagus dan sedikit tersisih dari perkotaan. Ketika turun dari mobil, seorang pria tua merentangkan tangan menyambut kedatangan mereka.
“Uh… Lucas sayang, kemarilah kepada Kakekmu ini, hahahahaha,” ucapnya sambil menggendong Lucas dan menciuminya, pria tua itu membawanya dari pangkuan Luke.
“Rara, ini Kakekku.”
“Hallo, Rara. Senang bertemu denganmu, aku tahu apa yang terjadi dennganmu, aku sangat menyesal.”
__ADS_1
“Woaahh… kau tampan kakek,” ucap Rara menatap dari bawah ke atas. “Aku rasa Luke akan sepertimu sampai tua, tidak masalah. Dia tetap tampan.”
Seketika Kakek Nobles tertawa, dia tidak menyangka perubahannya sejauh ini. “Rara, masuklah ayo. Ada calon istriku di dalam, kau bisa memanggilnya Nenek.”
Saat sedang melangkah menuju rumah, Lucas menangis. yang mana membuat Luke langsung mengambil alih.
“Dia harus bersama dengan Daddy nya,” ucap Rara. “Dia benar benar anak Luke,” lanjutnya menyelipkan sindiran.
Yang mana membuat Kakek Nobles menelan ludahnya, dia tahu Rara yang baru begitu agresif.
“Masuklah lebih dulu, Kakek akan mengambil apel di belakang,” ucapnya pada Luke.
“Bisakah aku ikut?”
“Tentu, Rara. Ayo.”
Rara mengikuti langkah kakek Nobles setelah memberikan ciuman di pipi Luke. Melihat itu, Kakek Nobles tertawa. “Kalian sangat cocok.”
“Tentu saja, dia cocok bersamaku yang cantik ini.”
Kakek Nobles kembali tertawa. “Rara…., apa kau benar benar tidak mengingat Kakek?” tanya Kakek Nobles.
Rara hanya diam sambil memetik apel. “Woaahh…, yang ini merah seperti bibir Luke.”
“Kau begitu mencintainya?”
Rara mengangguk antusias. “Kadang aku heran, Kakek. Kenapa dulu aku menolak saat dia memperkossaku? Ughhh…, pria tampanku, bagaimana caranya aku menghukumnya? Aku selalu malu dan tidak tahan.”
“A⸻apa?” tanya Kakek Nobles tidak percaya. “Kau mengingatnya, Rara?”
“Bukan mengingat, lebih pada melihat. Rasanya aku ingin membanting mereka yang menyakiti diriku yang berumur 24 tahun, mereka tidak tahu siapa aku sebenarnya, bukankah ini bagus untuk memperlihatkan tendangan Jackie Chan-ku, Kakek?”
Kakek Nobles menelan ludahnya kasar. Apalagi saat Rara mengusap dadanya. “Jangan khawatir aku yang berumur 24 tahun, aku akan membuatmu bahagia mulai saat ini. pukulan JetLee juga tidak buruk.”
__ADS_1
🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE