Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Season 2 : Hero Jepang


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


Luke benar benar merasakan khawatir dengan sang istri yang tidak kunjung menyusulnya. Dia ingin menghubungi Rara, tapi istrinya itu tidak mengangkat panggilannya. Luke ingin meninggalkan tempat ini dan memeriksa keadaan istrinya. Dia memang berniat untuk meninggalkan Rara, tapi jika selama ini, Luke tidak pernah terfikirkan.


Anak anak sudah dua kali ronde menaiki kereta itu sambil tertawa. Luke senang, bagaimana putra satu-satunya kini bisa bermain tanpa memikirkan buku-buku yang biasanya selalu mendominasi kepalanya. Namun, dia juga mengkhawatirkan keadaan sang istri di villa sana. Apa yang sedang mereka berdua lakukan? Hanya melihat ikan? Tidak mungkin.


“Lucas, kita sudahi ya. Kita harus kembali pada Mommy.”


“Sebentar lagi, Dad,” jawab Lucas yang masih berada dalam kereta. Wahana itu membuat putranya jauh dari pandangannya, memasuki lorong dahulu seperti biasanya.


“Astaga, aku harus menghubungi seseorang,” gumam Luke yang segera menelpon Dev. Namun seketika dia ingat, kalau semua pelayan dan pengasuh berada di kota. Akan memakan waktu yang cukup lama jika mereka datang ke sini. “Apa yang harus aku lakukan?”


Bahkan sampai Luke tidak sadar kalau sang anak sudah turun dari wahana, bersama dengan anak perempuan yang tangannya digandeng oleh Lucas. “Boleh tidak Clara bermain bersama Lucas?”


“Tidak, Son. Ini sudah malam. Clara, dimana penginapanmu? Kau harus segera ke sana, ibumu pasti menunggumu.”


Bocah itu akhirnya mengangguk. “Kita bermainnya besok saja lagi, Lucas.”


“Baiklah, jangan kemana mana ya.”


“Oke.”


“Dimana tempatmu?” tanya Lucas.


“Di sana,” jawab bocah perempuan itu menunjuk penginapan di samping villa Luke. “Ayo antarkan aku,” ucapnya menarik tangan Lucas.


Hal yang membuat Luke terkejut adalah tidak adanya penolakan dari Lucas, terlihat bagaimana anak itu menerima setiap sentuhan dari temannya. Membuat Luke tersenyum menyeringai, anaknya ini pasti sedang merasakan jatuh cinta.


Terlihat dari bagaimana dia mengantarkan Clara menuju sampai di gerbang. Melambaikan tangan dan tersenyum. Sampai akhirnya Lucas berbalik, dia menatap Luke yang tersenyum.


“Kau menyukainya?”


“Daddy….,” rengek Lucas merentangkan tangannya.


Ya well, meskipun anaknya sering bersikap lebih dewasa dari umurnya, dia tetaplah anak kesayangan Luke yang masih manja dan kanak kanak. “Kenapa?” tanya Luke.


“Bagaimana Daddy bisa menyukai Mommy?”


“Kerena Mommy baik,” ucap Luke membenarkan letak Lucas yang ada dalam gendongannya.


Putranya yang berusia 4 tahun itu melingkarkan tangannya di leher sang daddy. “Bagaimana Daddy tau kalau Mommy juga menyukai Daddy?”

__ADS_1


“Daddy dapat melihatnya dengan bagaimana Mommy hanya melihat Daddy, bukan pria lain.”


“Bukankah Mommy sedang bersama pria lain sekarang?”


“Oh God aku lupa,” gumam Luke segera melangkah cepat membawa sang putra menuju villa.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di sisi lain, Rara dan Yuta sedang duduk menghadap kolam ikan. Mereka duduk berdampingan sambil bercerita tentang masa lalu.


“Kau sudah mengunjungi makan kedua orangtuamu?” tanya Yuta yang mengingatkan pada Rara kalau dirinya belum pernah melakukannya.


Masih ada rasa sesak pada hatinya, mengingat kembali bagaimana hal itu berdampak pada hidupnya yang menjadi menyedihkan. Dimana dirinya menjadi manusia buangan, menjadi pembantu yang mendapatkan kekerasan fisik dan mental.


“Belum, aku rasa aku belum siap.”


“Kau siap, Rara. Lebih dari siap. Kau baik baik saja sekarang. kau bahagia ‘kan dengan keluargamu?”


“Sangat, aku sangat bahagia. Mereka adalah duniaku, aku tidak bisa hidup tanpa mereka.”


Yuta tersenyum, dia mengusap rambut Rara sesaat. “Setidaknya aku kini bisa melepaskanmu dengan pikiran terbuka, kau bahagia. Aku tidak perlu mencarimu lagi.”


“Kau mencariku?”


“Selalu, aku benar benar merindukanmu. Aku ingin tahu keadaanmu.”


“Um…, aku lupa. Tapi Sakura ada di sini, dia juga sudah berkeluarga.”


“Aku ingin menemuinya.”


“Ingin nomor ponselnya?” tanya Yuta yang dibalas anggukan oleh Rara.


Dia menyebutkan nomor, sementara Rara menuliskannya pada ponselnya sendiri.


“Kau juga ingin nomorku?”


“Kurasa tidak, aku tidak ingin bermasalah dengan bank berjalanku.”


Yuta tertawa seketika, dia memasukan kembali ponselnya begitu selesai menyebutkan angka-angka milik salah satu salahabat Rara sebelumnya. “Kalau begitu bisa aku melakukan hal terakhir kalinya denganmu?” tanya Yuta yang dibalas anggukan.


“Pelukan?”


“Iya.”


“Sekarang?”

__ADS_1


“Sebentar lagi.”


“Memangnya kau akan pergi sekarang?”


“Ya, sudah malam. Aku harus kembali pulang.”


“Dimana kau tinggal? Kau belum punya pacar juga ya?”


“Padahal aku menantimu, tapi kau sudah memiliki suami, Rara,” ucap Yuta sambil tersenyum. “Kau masih cantik, tidak seperti ibu beranak satu.”


Rara yang mendengar setiap pujian itu tersenyum malu-malu, bahkan telinganya kini sudah memerah.


Dan Yuta yang melihat Rara yang tersenyum malu malu itu semakin melancarkan aksinya menggoda mantan crush-nya.


“Kau sangat manis.”


“Kau bisa saja.”


“Imut.”


“Astaga.” Rara merangkup pipinya sendiri.


“Cantik bagaikan bulan di malam hari. Bunga sakura saja kalah oleh pesona dirimu.”


“Astaga… hihihi…. Hentikan,” ucap Rara memalingkan wajahnya tanpa memandang Yuta. Dia tertawa malu-malu.


“Begitu terlihat seperti gadis berusia 17 tahun.”


“Hihihi… Yuta kau bisa saja.” PLAK!


BRUK! Yuta jatuh tersungkur ke tanah begitu Rara memukul bahunya.


“Astagga, Yuta. Padahal aku tidak memukulmu kencang.”


Sementara itu, Yuta yang tersungkur itu merasakan sakit di wajah dan bahunya. “Aku pikir kau sudah tidak memiliki kekuatan Megaloman.”


🌹🌹🌹🌹


 


 


TBC


 

__ADS_1


 


__ADS_2