Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Penjahat


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Pesta pernikahan itu diadakan di tempat terbuka, tepatnya di pinggir danau yang ada di belakang rumah dan hanya dihadiri oleh kerabat dari mempelai perempuan. Kakek Nobles juga mengundang beberapa kerabatnya yang masih hidup dan merahasiakannya dari rekan bisnis mereka, apalagi Luke kini sedang diterpa masalah perceraian, Kakek Nobles tidak ingin Luke diterpa isu kalau dirinya berselingkuh meninggalkan publim figure seorang Medina yang begitu sempurna.


Luke berdiri sambil menggendong Lucas, di sampingnya ada Rara yang juga berdiri saat melihat pengantin perempuan berjalan menuju altar. Saat kembali duduk, Rara menarik napasnya dalam. “Ah…, aku iri pada mereka.”


Luke yang mendengar itu sontak mengecup puncak kepala Rara tanpa mengatakan apapun.


“Malam ini ikut denganku oke?”


Rara mengulum bibirnya menahan senyuman, dia yakin Luke akan mengajaknya ke tempat dimana pria itu akan melamarnya. “Kemana?”


“Ke suatu tempat. Kau akan menyukainya. Oke?”


Rara mengangguk dan mencium bibir Luke lagi. “Ingin gantian? Biar aku yang menggedong Lucas?”


“Tidak usah.”


Janji suci pun diucapkan oleh Kakek Nobles dan calon istrinya, yang mana membuat pendeta mengesahkan pernikahan keduanya. Suara tepuk tangan terdengar tatakala Kakek Nobles mencium istrinya yang kini sudah sah.


Pesta itu dilakukan di siang hari, sehingga bisa melihat pemandangan danau yang indah. Alunan music membuat beberapa manula yang menjadi tamu itu berdansa, begitupun dengan pengantin. Sementara sebagian tamu lainnya memilih untuk memakan kudapan di sana.


Begitupun dengan Rara yang sibuk memanjakan mulut, sementara Luke hanya mengikuti langkah wanita yang dicintainya itu. Khawatir jika anak berusia 17 tahun ditinggalkan akan membuat ulah.

__ADS_1


“Luke, mau ini?”


“Tidak,” jawab Luke yang ada di belakang Rara, dia sibuk menyuapi Lucas kue kue basah yang ada di sana. 


Saat sibuk mengambil makanan, seorang wanita tua datang dan ikut mengambil beberapa kue yang sedang Rara bawa.


“Kue soes ini sangat enak, kau juga menyukainya?”


“Iya,” jawab Rara. “Ini sangat enak dipadukan dengan krim mangga yang ada di sana.”


“Begitukah?”


Rara mengangguk. “Anda harus mencobanya.”


Sampai wanita tua itu melihat Luke, dia mengerutkan keningnya dalam dan sesaat kemudian dia terkejut. “Oh astaga, apa kau Luke  Russel?”


Dia tahu Luke tidak akan mendengar, apalagi dia berada cukup jauh dan sedang focus pada Lucas.


“Astaga, aku dengar dia akan bercerai dengan istrinya. Apa kau temannya? Apa kau tahu alasan mereka bercerai? Aku tidak berfikir Medina melakukannya karena dia sangat baik.”


“Kau penggemar Medina?”


“Cucuku penggemarnya, jadi aku tahu bagaimana baiknya Medina. Jadi pasti dia punya wanit lain kan? Aku yakin dia akan menikah dengan cepat setelah ini.”


Rara berdehem. “Oke dengarkan aku nenek yang umurnya sudah tua, kau ini lebih dekat dengan Tuhan, apa kau ingin pergi menemuinya sekarang supaya Tuhan memberitahumu kalau kau tidak boleh mengurusi urusan orang lain?”


Wanita tua itu menatap Rara terkejut. “Kau tidak sopan.”

__ADS_1


Rara berdecak saat wanita tua itu menjauh. “Aku tidak akan membiarkan siapapun menjelek-jelekan Luke milikku.”


🌹🌹🌹🌹


Medina akhirnya sampai di Minesota, dia tersenyum penuh dengan kepuasan. “Lihatlah nanti, kau akan menjadi milikku kembali,” ucapnya sambil menghentikan taksi.


Medina masuk ke sana.


“Kemana tujuan anda, Nona?”


‘Bawa aku ke penginapan yang tidak terlalu mahal.”


“Anda mencari sesuatu yang murah?”


“Tidak, hanya yang sedikit murah! Aku ini orang kaya!”


“Anda tidak perlu berteriak,” ucap supir taksi itu mulai melajukan mobilnya. Yang mana membuat Medina kesal dan memilih memainkan ponselnya, dia butub rencana untuk datang ke sana.


Medina harus tampil cantik, dan membuat Rara jatuh kedalam ketakutan terdalamnya. Medina akan membuat Rara mengingatnya kembali.


Begitu sampai di motel yang tidak terlalu mahal, Medina langusng merebahkan dirinya di atas ranjang.


“Siaaall, seharusnya ini tidak terjadi padaku. Kenapa aku harus melepaskan Luke? Kenapa dulu aku tidak menikah dengannya saat Luke masih mencintaiku?”


Medina mengusap perutnya. “Tenanglah, Nak. Kau akan mendapatkan sosok ayah.”


🌹🌹🌹

__ADS_1


Maaf pendek ya, emak lagi ada acara keluarga. I love you guys. Jangan lupa tunggu kelanjutannya ya.


__ADS_2