
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA SEMUANYA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Medina terus saja memikirkan cara bagaimana agar Luke bisa bersamanya, dan jika Luke tidak bisa bersamanya, maka dia harus menyingkirkan Rara. Dia harus tahu dimana letak wanita itu sehingga dengan mudah bisa mengusirnya dari sekitar Luke.
“Apa yang harus aku lakukan?” gumam Medina.
Dan karena stress di rumah, Medina menghela napas, dia memilih untuk keluar dari kamar hotel dan berbelanja pakaian sebagaimana hal itu sering dia lakukan.
Dalam perjalanan, Medina mendapatkan telpon dari mamanya, yang mana membuatnya malas.
Namun, dering it uterus menyala, membuat Medina terpaksa mengangkatnya.
“Hallo? Jangan ganggu aku.”
“Kau sudah pulang ke Swiss?”
“Belum, ada apa?”
“Mama akan ke rumahmu, apa Luke ada di sana?”
Medina menelan ludahnya kasar, sebenarnya dia belum menceritakan secara detail tentang hubungannya dengan Luke saat ini.
“Hallo? Apa Luke ada di rumahmu?”
“Bagaimana dia ada di sana, dia di sini bersamaku.”
“Jangan bohong, Mama tahu kalau Luke pulang lebih awal, salah satu temanmu melihatnya di bandara kemarin. Ada apa? Kalian bertengkar?”
“Tidak, dia ada pekerjaan.”
__ADS_1
“Lalu kenapa kau berbohong sebelumnya?”
Medina berdecak kesal. “Ma, bisakah kau menghubungiku lagi nanti? Aku sedang sibuk.”
“Awas saja jika kau kehilangannya, Medina. Luke itu pengusaha kaya, kau ingin mencari yang seperti apa hah?”
TUT.
Medina mematikan telponnya, dia melemparnya asal karena kesal. Bukan hanya keinginan dalam dirinya, tapi juga tuntutat keluarga yang mengharuskannya bertahan dengan Luke.
“Bagaimana ini? siaaal! Aku harus menemukan wanita gila itu,” gumam Medina.
Dia keluar dari mobil begitu sampai di salah satu butik ternama, senyumannya mengembang ketika merasa pikirannya akan teralihkan selama beberapa saat.
Namun, hal itu sirna ketika seorang pelayan butik menyambutnya, “Selamat da⸻oh Medina? Kau sendiri? Dimana suamimu?”
“Kenapa kau di sini?”
“Aku pemilik butik ini,” jawabnya mendekat, dia adalah salah satu teman Medina. “Dimana suamimu? Kau ke sini sendirian? Pasangan baru kehilangan suaminya?”
“Kalau begitu kenapa kau tidak ikut?”
“Karena aku butuh tempat untuk menghabiskan uangku di sini.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Medina melempar papper bag yang ada di tangannya ke kasur, dia menjambak rambutnya sendiri. “Siaaaaalll! Aku benar benar harus menemukan wanita sialan itu kemudian menjadikan Luke milikku! Dunia harus tahu akku menikahi pria hebat!”
Dengan tergesa gesa, Medina mengambil ponselnya dan memanggil seseorang. “Hallo? Medina kau mengganggu tidur malam kakek!”
Medina menghubungi Kakek Nobles.
“Kakek! Tolong aku aku mohon! Ayo temukan wanita sialan itu dan kita akan memulainya lagi, maafkan aku, Kakek.”
__ADS_1
“Tidak, Medina. Kau memang seharusnya tidak ada dalam kehidupan Luke, Kakek akan mengizinkannya menikahi Rara.”
“Kakek tidak bisa melakukan itu!” teriak Medina berapi api. “Kakek ingat siapa dia? Kakek ingin keturunan kakek tercemar?”
“Tidak masalah selama Luke bahagia, aku akan mengikutinya.”
“Kakek! Tidak bisa! Kau me⸻”
TUT.
“Kakek!” teriak Medina saat pria itu menutup panggilannya,
Dia mencoba menghubunginya kembali, tapi Kakek Nobles menonaktifkan ponselnya.
Medina panic, dia tidak bisa berfikir jernih. Sampai hanya satu pilihan yang dia miliki. Medina menghubungi nomor yang tertera di kartu ucapan.
Dan tidak lama kemudian.
“Hallo?” sapa Medina lebih dulu.
“Medina? Kaukah itu?”
“Kau masih bisa melacak nomor ponsel?”
“Ya, kenapa?”
“Aku ingin kau melakukan sesuatu,” ucap Medina.
Robert terkekeh di sana. “Kau ingin aku melakukan apa, Sayang? Selama kau menuruti keinginanku, aku akan mengikuti perintahmu.”
Medina menarik napasnya dalam. “Oke, aku butuh bantuanmu mencari lokasi seseorang.”
“Tentu saja, Sayangku. Apapun untukmu.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE