Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Kebahagiaan Medina


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹


"Aku akan memberimu waktu sampai nanti malam."


"Kalau kau memberikan rekaman itu pada Kakek, maka kau akan masuk penjara," ucap Luke memberi peringatan.


Medina yang sedang makan mie soba itu mengangkat bahunya. "Tidak apa, kita akan imbang. Setidaknya aku tidak menangis sendirian."


Luke menatap tidak percaya, merasa bingung bagaimana dirinya dulu begitu mencintai wanita itu. Sekarang warna aslinya benar benar terlihat, dan itu begitu menakutkan.


Membuat Luke bertanya, "Iblis apa yang merasukimu?"


Medina mengangkat bahunya. "Kau telah melihatku, jadi ayo kita terbuka. Kau ingin bersama Rara dan anak kalian bukan? Akan aku buka jalan, kau tahu Kakek mendengarkanku."


"Kau tidak akan pernah bisa melakukannya."


"Akan aku lakukan dalam enam bulan, mungkin aku harus berselingkuh supaya Kakekmu bisa melihat betapa buruknya aku."


Luke tidak bisa berkata kata, bagaimana bisa ada manusia sejenis Medina yang begitu berambisi dengan pencapaiannya.


"Aku tahu kau membenciku, aku hanya butuh agar kau mau menikahiku. Hanya enam bulan, kau mau melakukan apa pun, tidak serumah denganku juga tidak apa. Setidaknya bantu aku melewati jembatan itu."


Luke terdiam, dia berdiri tanpa mengatakan apa apa lagi. Yang mama membuat Medina licik itu berkata, "Ingat sampai malam nanti, atau kita akan mati bersama, Luke. Pikirkan itu baik baik."


Luke muak, dia bahkan ingin mencakar Medina. Yang mana membuatnya segera keluar dari sana.


Dev sudah menunggu di dalam mobil, Luke masuk ke sana dengan raut wajah yang kesal. Terlihat jelas garis rahangnya mengetat, membuat Dev paham dan menjalankan mobil.

__ADS_1


Sampa akhirnya Dev bertanya, "Dia menginginkan pernikahan?"


"Aku tidak ingin berbohong di hadapan Tuhan."


Paham dengan maksud majikannya, Dev kembali bertanya, "Anda akan menikahinya?"


"Nyawa kakekku dipertaruhkan, aku tidak bisa kehilangannya."


"Kalian akan menikah?" Tanya Dev lagi, dia ingin memastikan. Dengan bahasa yang informal, Dev kembali bertanya, "Kau yakin, Luke?"


"Apa yang bisa aku lakukan?"


"Dan Rara?"


"Aku ingin melindunginya dari apa pun, termasuk suara suara manusia yang menyampaikan keburukan tentangku."


"Dia akan terus di sana?"


"Hanya enam bulan, Medina meminta waktu enam bulan untuk aku bersamanya."


Luke terdiam, tentu saja tidak. "Tidak, kami akan terpisah. Aku tidak akan pernah mau bersamanya."


"Keputusanmu bulat? Kau akan mengikuti permainannya?"


Luke mengangguk. "Akan aku ikuti permainannya, supaya dia mati di dalam tempatnya sendiri."


🌹🌹🌹


Sampai matahari terbenam, Medina menunggu keputusan Luke akan dirinya. 


Sambil makan menatap matahari terbenam, Medina sangat menikmatinya.

__ADS_1


Dia sangat senang karena telah memegang kartu mati dari Luke. Dan Medina tidak akan semudah itu menyerah jika sudah menikah nanti, dia akan berusaha untuk memenangkan hati Luke.


"Yang harus aku lakukan nanti hanyalah memperlihatkan pada Rara kalau aku dan Luke adalah pasangan yang tidak seharusnya terpisahkan."


Medina berfikir, dia tahu Luke tidak akan mau sekamar dengnnya. Berada di rumah yang sama saja membuat Medina ragu.


"Astaga, apa yang harus aku lakukan?"


Medina belum juga mendapat pesan.


Membuatnya mengirim pesan pada Dev dengan isi, "Aku hargai keputusanmu, Luke. Ayo mati bersama."


Medina kembali menunggu, sampai akhirnya dia menerima telpon dari Dev.


"Hallo, Dev? Kau sudah menyampaikan pesanku pada majikanmu?"


"Dia bilang temui dia besok di kantornya untuk membuat surat perjanjian."


Medina merasa senang seketika. "Dia menyetujuinya?"


"Ya."


"Lalu apa saja yang harus aku persiapkan dal--"


Tut.


Tut.


Tut.


"Oh Dev siallaan," umpat Medina. "Untung saja aku sedang senang, aku harus membuat salinan lebih banyak lagi."

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


To Be Continue


__ADS_2