
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK. MAAF BULAN KEMARIN SIBUK HAJATAN, KALAU SEKARANG DIUSAHAKAN RUTIN LAGI TIAP HARI UPDATE MESKIPUN SATU CHAPTER YA.🌹
Rara melihat jam yang ada di dinding, dia yakin sebentar lagi Luke akan pulang. Dan dirinya harus bersiap dengan semua kecantikannya supaya pria itu terpikat kepadanya dan menempel.
Sambil menimang Lucas, Rara membayangkan bagaimana dirinya berada dalam pelukan pria bertubuh kekar itu. Hal itu membuatnya meleleh malu, Rara bahkan tertawa kecil sendirian.
“Anda baik baik saja, Nyonya?” tanya sang pengasuh.
“Tolong mandikan Lucas jika dia sudah selesai minum susu, dan pakaikan dia baju yang memiliki corak bunga.”
“Baik, Nyonya.”
Rara menyerahkannya pada pengasuh itu. “Aku akan mandi dulu.”
“Baik, Nyonya.”
Saat hendak menaiki tangga dan melewati Kate yang sedang memasak, wanita tua itu bertanya, “Anda ingin makan apa untuk makan malam, Nyonya?”
“Jangan masak untukku dan Luke, Kate. Dia membawa makanan kesukaanku. Kau bisa memasak untuk yang lainnya.”
“Baik, Nyonya.”
Dengan kaki yang meloncat loncat bahkan saat menaiki tangga, itu membuat Kate sangat khawatir. “Nyonya, tolong berjalan dengan pelan. Jangan lakukan itu.”
“Aku bahagia sekali.”
Beginilah gambaran Rara dalam umur tujuh belas tahun, dia adalah gadis yang aktif, ceria dan penuh hal hal positive. Dan Rara juga tidak sabar menantikan makanan yang sangat dia sukai saat masih remaja. “Teokkbokki, makanan korea. Oppa, bagaimana kabar para Oppa yang aku idolakan ya? Ah, aku tidak sabar memiliki ponsel.”
Saat mandi, Rara melihat sabun yang baru saja dia tuangkan di tangan. Dia menggeleng. “Ini tidak cukup, harus banyak.”
__ADS_1
Setengah botol langsung habis dalam satu kali mandi, Rara ingin Luke menempel padanya seperti permen karet. “Astaga, aku benar benar menunggu saat itu tiba. Kenapa Luke tidak inngin mengingatkanku tentang bagaimana cara membuat Lucas?”
Kemudian dia bermain main dengan busa sambil tersenyum. “Apa perlu aku paksa? Astaga, aku sudah mempelajari system reproduksi, dan aku penasaran cara kerjanya.”
🌹🌹🌹🌹
Luke keluar dengan penuh semangat begitu dia sampai, dia tidak sabar bertemu dengan putranya.
“Selamat datang, Tuan.”
“Hallo, Kate. Aku membawa banyak makanan, tolong hidangkan untuk makan malam.”
“Baik, Tuan.”
“Dimana mereka?”
“Tuan Muda dan Nyonya ada di lantai atas.”
Luke segera melangkah, dia menuju kamar mereka.
Tidak ada siapapun di sana.
Sampai Luke mendengar suara tawa, dirinya segera mencari sumber suara. Ternyata di sana Rara, Lucas dan pengasuhnya berada. Rara tertawa karena melihat Lucas bersin saat dipakaikan beda.
“Ahahahaha, kenapa dia sangat menggemaskan?”
Luke ikut tersenyum melihatnya, tawa dan senyuman Rara adalah candu lain untuknya. Sesuatu yang baru.
Sampai pelayan itu menyadari keberadaan Luke. “Selamat datang, Tuan.”
“Luke, kau pulang.”
Pelayan itu keluar meninggalkan Rara, Luke dan anaknya.
__ADS_1
“Kenapa kau pulang?” tanya Rara dengan wajahnya yang terlihat marah.
“Kau tidak ingin aku pulang?”
“Seharusnya aku menyambutmu di sana, lalu kau berlari padaku dan memelukku.”
Luke tertawa mendengarnya, dia mengambil alih Lucas. “Baiklah, kita lakukan itu lain kali.”
Luke terlalu focus pada Lucas, dia terus memberinya ciuman di pipi. “Anak Daddy terlihat sangat tampan, kau sudah mandi? Wahhh, kau sangat harum.”
Rara mengerucutkan bibirnya, dia menggoyangkan lengan baju Luke.
“kenapa?” tanya Luke.
“Kau harus menciumku saat pulang bekerja.”
“Hah?”
“Jangan bilang kau bukan tipe pria yang sayang pasangannya.”
“Bukan begitu.”
“Kalau begitu cium aku, dibibir.”
“Bagaimana kalau kita ber⸻”
CUP! Rara yang tidak tahan itu berjinjit dan mengecup bibir Luke. “Seperti itu.”
Luke mematung seketika, tubuhnya menegang merasakan sapuan sepersekian detik yang menghangatkan bibirnya.
Rara tertawa. “Kita lakukan lebih lama nanti oke? Sekarang aku lapar.”
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE