
🌹JANGAN LUPA KSIH EMAK VOTE Y ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY133🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
"Kenapa tidak ada fotoku di sini?" Tanya Rara dengan matanya yang bertanya tanya.
Kate sendiri bingung harus menjelaskan apa karena dirinya juga tidak mengetahui hal itu. Tapi dia pernah mendengar sesuatu tentang suatu hal.
"Kate, apa kau tahu sesuatu?"
"Sebenarnya tidak, Nyonya. Tapi saya pernah mendengar Tuan Luke dan ajudannya mengatakan tentang kebakaran. Saya pikir itu penyebab anda juga pindah ke sini."
"Ah, begitukah? Aku tidak memiliki foto pernikahan?"
"Setidaknya anda memiliki Tuan Luke yang selalu ada di samping anda."
"Aku sangat ingin menghubunginya, tapi bagaimana caranya?"
"Anda tinggal menelpon lewat telpon rumag dahulu, Nyonya."
"Kau punya nomornya?"
"Saya selalu melaporkan keadaan anda pada beliau," ucap Kate membawakan telpon rumah ke dekat Rara.
"Tolong catat nomornya supaya aku mudah menghubunginya."
"Baik, Nyonya."
Setelah mendapatkan nomor Luke, Rara tersenyum penuh kebahagiaan. "Bisa kau bawa Lucas kemari, tolong?"
"Akan saya lakukan, Nyonya."
Sembari menunggu kedatangan Lucas, Rara menghubungi nomor tersebut.
Bersamaan dengan Lucas yang diberikan ke pangkuannya, telpon itu terangkat. Yang mana membuat Rara tersenyum lebar.
"Luke?"
"Rara?"
"Yap, apa yang sedang kau lakukan? Apa masih lama? Pekerjaanmu masih banyak?"
"Ini baru setengah hari, Rara."
"Aku sudah mulai merindukanmu."
__ADS_1
"Aku akan pulang secepat mungkin."
Rara menghela napas panjang.
"Bagaimana keadaan Lucas?"
"Dia sedang dalam gendonganku, kenapa menanyakannya?"
"Tentu saja aku merindukannya."
"Dan kau tidak merindukan ibunya? Kau begitu tega, ingat siapa yang mengandung dia."
Luke terbata bata di sana. "Bu--bukan begitu, Rara."
Rara tersenyum seketika mendengar Luke yang gugup di sana. "Kalau begitu cepat pulang, bawakan aku ponsel dan juga cemilan."
"Apa yang kau inginkan?"
"Kita sudah hidup bersama cukup lama, aku pikir kau tahu apa yang aku suka."
"Ya…. Tapi kau selalu berubah ubah."
"Tidak, bawakan saja apa yang aku sukai."
Luke terdiam di sana.
"Hallo? Luke?"
"Aku ingin cemilan, memangnya ada cemilan yang bisa ditatap saja tidak bisa dimakan?"
"Baik akan aku bawakan."
"Ya, mungkin itu bisa membantuku mengingat tujuh tahun terakhir ini. Aku juga penasaran, apakah seleraku yang berusia 24 tahun masih sama dengan yang berumur 17 tahun."
🌹🌹🌹
"Apa kau tahu apa yang Rara sukai?"
"Hah?" Tanya Dev dengan bingung saat diberikan pertanyaan seperti itu.
"Kesukaan Rara."
"Saya pribadi belum tahu, Tuan."
"Astaga, dia memintaku membelikannya makanan. Tapi apa yang harus aku berikan? Aku tidak tahu apa yang dia inginkan."
Luke mendesah, dia lelah dan menyandarkan dirinya di sofa mobil belakang. Menatap bagaimana pemandangan jalanan di depan.
__ADS_1
"Masalahnya, dia yang meminta aku membelikan sesuatu, tanpa memberitahuku."
"Mungkin sejenis tes?"
"Inilah yang aku takutkan, dia mencoba mengetesku dan mulai tidak mempercayaiku atas apapun lagi."
"Mungkin makanan Jepang?"
"Ya, ayo pergi kesana. Dan kau sudah membelikan ponsel."
"Di samping anda, Tuan."
Luke memeriksanya. "Kau memblokir agar dia tidak mengakses…..?"
"Saya lakukan sesuai keinginan anda, Tuan."
Dan sampai di restaurant Jepang, Luke meminta untuk membeli semua yang mahal. Mungkin Rara menyukainya karena dia dulunya dari keluarga kaya.
Dan saat sedang menunggu pesanan, Luke duduk di salah satu meja.
Sampai ada seorang anak kecil dan ayahnya yang mendekatinya.
"Hallo, maaf mengganggu anda."
"Oh, hallo."
"Kau suaminya Medina bukan?"
"Ah ya."
Sang ayah mengatakan, "Putri saya penggemar istri anda."
Luke sedikit tidak nyaman dengan hal ini. "Benarkah?"
"Ya, dia membuatku bercita cita menjadi model."
"Bagus."
"Bisa kau berikan ini padanya?"
Luke menerima kalung yang sebelumnya ada di saku gadis itu. "Untuknya?"
"Ya, aku membuatnya. Tolong berikan ini padanya, ada namanya di sana. Aku membawanya kemana mana."
"Baiklah."
"Terima kasih, Tuan," ucap sang ayah.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TBC ya anak anak kesayangan emak.