
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
Malam datang, dan kekhawatiran Luke masih sama. Dia takut dengan keganasan Rara yang bisa membuatnya kehilangan kendali. Mana ada pria yang menolak wanita cantik, dengan tubuh seksi.
Ya, itulah dirinya yang menolak Rara. Luke pikir ini bukan waktu yang tepat, dia juga takut menyakiti wanita itu dikala dia mengingat semuanya.
Meskipun Luke tidak berharap ingatan itu akan kembali, dia hanya ingin bersama dengan Rara yang ceria. Dan itu tidak akan lama, perjanjiannya hanya enam bulan.
Luke tidak bisa mengakhiri perjanjian sepihak karena terikat, sebagaimana mereka berdua telah menyanggupinya. Medina akan menjadi istrinya selama watu yang ditentukan oleh kontrak.
Dan dia ingin segera mengakhirinya sekarang, Luke berfikir apa saja kerugian yang akan dialaminya jika dia membatalkan perjanjian mengingat isinya begitu memberatkan bagi pihak yang tidak menyanggupi.
Luke minum minum sendiri di mini bar di bawah, sebelumnya dia melihat Rara sedang menidurkan Lucas.
Pikir Luke, kini Rara sudah terlelap bersama anak mereka.
Sampai Luke tidak menyadari, Rara pelan pelan menuruni tangga untuk mengejutkannya.
Dan sampai dia dekat, Rara langsung memeluk Luke yang sedang duduk dari belakang.
"Hallo, Seksi," sapa Rara dengan nada menggoda.
Saat Luke menoleh, Rara mengambil kesempatan mencium pipinya.
CUP.
Luke terdiam mematung.
"Ha ha ha." Rara tertawa puas sambil duduk di samping Luke. "Kenapa? Kau mabuk?"
"Kenapa belum tidur?"
"Bagaimana aku bisa tidur jika ditinggalkan suami tercinta, aku butuh dekapan."
__ADS_1
"Kau meninggalkan Lucas sendiri?"
"Aku meninggalkan monitor bayi," ucap Rara mengeluarkannya dari saku. "Apa yang kau minum?"
"Alkohol."
"Aku ingin juga."
Luke mengerutkan keningnya.
"Tidak."
"Aku sudah legal," ucap Rara dengan matanya yang melotot.
"Kau tidak bisa mabuk, bagaimana jika nanti Lucas ingin digendong?"
Rara malah tersenyum. "Minum ini saja ya, aku penasaran bagaimana rasanya. Apa kau tega?"
"Rara, ini bukan masalah itu."
"Aaaaaaakkkhh!" Rara berteriak sambil menutup mulutnya terasa panas. "Apa itu air dari neraka? Kenapa rasanya aneh? Aku mual….."
Luke mengusap wajahnya lalu menyusul Rara yang berlari ke kamar mandi. "Kadar alkoholnya lebih dari 50%," gumam Luke.
Dan dia melihat Rara yang mulai merasa pusing di sana.
"Lambungku terbakar cairan neraka itu, Luke…., Gendong aku," rengeknya.
🌹🌹🌹
Luke menggendong Rara ke kamar mereka, Rara benar benar mabuk.
Dengan hati hati, Luke menidurkannya di sana. Dia melihat Rara yang terbaring sambil bergumam gelisah.
"Astaga," gumam Luke sambil berjalan menuju Lucas untuk melihat keadaan bayi mereka.
Lucas tertidur pulas, membuat Luke mencium keningnya. "Good night, Son."
__ADS_1
Karena punya kebiasaan tidur tanpa memakai baju atasan, Luke membukanya. Kemarin saja tidurnya tidak nyenyak karena memakai baju. Dan mengingat Rara sekarang mabuk, Luke berani membuka bajunya.
Dia juga berencana tidur di sofa demi mencegah hal yang tidak diinginkan.
Namun, saat membaringkan tubuhnya, punggung Luke terasa sakit merasakan lengkungan tubuh sofa.
"Ini tidak pas dengan punggungku," ucap Luke menahan rasa sakit sambil berdiri.
Dia berjalan pelan pelan ke arah kasur. Kemudian membaringkan diri di samping Rara.
"Good night, Rara," ucap Luke hendak membalikan badannya.
Sayangnya, sebuah tangan menghentikannya. Dan Luke ditarik hingga dia tidur terlentang, dia kaget melihat Rara yang tersenyum dengan mata mabuknya.
"Apa ini? Tidurlah."
"Kau menggodaku yaaaaa?" Tanya Rara dengan suara mabuknya.
"Bukan begitu."
"Kau membuka baju, kau pasti ingin menggodaku."
"Tidak, tunggu," ucap Luke menahan Rara yang linglung karena mendudukan dirinya. "Apa yang kau lakukan? Berbaringlah."
Rara menggeleng dan mengibaskan tangannya. "Jangan menunda lebih lama lagi, ayo kita lakukan."
"Lakukan apa?"
"Aku akan memakanmu, pria seksi," ucap Rara sambil membuka bajunya satu persatu.
Yang mana membuat Luke panik. "Jangan lakukan itu."
"Itu tidak akan sakit, Lukeeeee," rengek Rara yang mabuk berat. "Percaya padaku."
🌹🌹🌹🌹
TBC
__ADS_1