
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA KESAYANGAN🌹
Kate bekerja hampir dua bulan di sini, dan dia bisa melihat bagaimana Luke sangat mencintai istri dan anaknya.
Sampai saat ini, wanita tua itu terus mengira kalau Luke adalah suami dari Rara. Begitupun pekerja yang lain mengingat kalau Luke lebih famous di kalangan pebisnis.
Setelah selesai memandikan bayi mungil itu, Kate menidurkannya di samping Rara yang masih terbaring lemah seperti sebelumnya.
Kate manautkan tangan Rara dengan milik bayinya.
"Bangunlah, Nyonya. Kasihan bayi anda sangat merindukan anda. Suami anda sangat mencintai anda, tolong buka mata dan sadarlah. Dunia ini lebih indah dari mimpi anda. Kasihani mereka, buka mata anda."
Bayi mungil itu membuka matanya, memperlihatkan mata birunya yang begitu indah dan menawan.
"Wah, Tuan Muda sangat mirip dengan suami anda, Nyonya."
Dan bayi Lucas tidak rewel begitu dia ditidurkan di samping ibunya. Itu yang selalu dilakukan Kate, dia meletakan bayi itu di sana. Mengajak Rara bicara dan membiarkan keduanya menjalin ikatan antara anak dan ibu.
Karena kasurnya lebar dan tidak memungkinkan untuk bayinya jatuh, maka Kate memilih keluar dulu untuk membawa dot yang kotor.
Saat menuruni tangga, Kate melihat Luke yang baru saja datang.
"Selamat datang, Tuan."
"Mereka di atas?"
__ADS_1
"Iya, Tuan."
"Siapkan makan malam."
"Baik, Tuan."
Luke dengan wajah lelahnya naik ke lantai dua, masuk ke kamar dan melihat Rara juga bayinya yang terbaring di sampingnya.
Yang mana membuat Luke ikut berbaring di sana sambil menciumi Lucas.
"Hallo, Son. Bagaimana kabarmu hari ini? Apa kau sudah membujuk Mommy mu untuk bersabar? Ya, Daddy tahu pulang lebih awal. Tapi apa kau tidak senang?"
Luke mengerucutkan bibirnya saat Lucas terus saja memalingkan wajahnya dan memilih melihat ke arah Rara.
Membuat Luke bergumam, "Kau merindukannya, Son?"
Helaan napas terdengar dari Luke, dia membuka laci nakas untuk membawa kamera polaroid.
Dan hasil foto itu dia tempel di dinding sebagai kenangan.
Luke tersenyum melihat semua hasil fotonya di sana. Rasanya berat untuknya.
"Daddy akan memberikan semuanya untukmu, agar kau bahagia."
🌹🌹🌹
Hari besar itu pun datang, dimana Luke akan mengadakan resepsi pernikahan yang mengundang begitu banyak orang orang penting.
Sebelumnya, Luke mengatakan kalau dia tidak akan menikahi Medina pada sahabatnya yakni David dan Sebastian sehingga Luke menyuruh mereka untuk tidak datang. Namun keadaan berubah dengan cepat.
__ADS_1
Untuk sekarang, Luke tidak ingin melibatkan mereka berdua. Dia yakin kedua sahabatnya juga memiliki kepentingan.
Sebelum pesta dimulai, Luke menyuruh Dev datang ke ruangan tempat dia mempersiapkan diri.
"Tuan? Anda memanggil saya?"
"Ya, pergilah ke Guarda."
"Ya?" Ulangi Dev takut salah mendengar.
"Pergilah ke Guarda. Orang orang selalu curiga jika kau selalu ada di sekitarku. Dan katakan pada David dan Sebastian kalau aku baik baik saja."
"Baik, Tuan."
Dan setelah kepergian Dev, Luke segera melangkah menuju ruangan mempelai wanita.
Dia memberi isyarat pada pelayan di sana untuk pergi keluar.
Medina yang sadar Luke datang langsung membalikan badannya. "Luke, lihat bagaimana penampilanku."
Luke tidak berkata apa apa, dia hanya membuka telapak tangannya.
Medina yang paham langsung menelan ludahnya kasar, dia kemudian memberikan flashdisc yang berisi rekaman itu.
Tanpa memalingkan wajahnya, Luke berkata, "Kau tahu apa akibatnya jika kau memiliki salinan."
Medina mengangguk. "Aku paham."
🌹🌹🌹
__ADS_1
TBC.