
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
“Dimana Lucas?” tanya Luke.
“Sedang diasuh oleh Nanny nya di belakang, Tuan.”
Dan baru juga Luke akan melangkah menuju ke halaman belakang, pengsuhnya lebih dulu datang dan membawa Lucas di pangkuannya.
"Lucas…..," ucap Luke menahan rasa senangnya, dia menggendong putranya sambil menciuminya. "Daddy merindukanmu seharian ini."
Dan seperti biasa, jika Luke sudah bersama dengan Lucas, dia melupakan Rara yang menunggunya di kamar.
Luke malah membawa Lucas ke ruangan bersantai yang ada di lantai satu dan mulai bermain dengannya di sana.
"Lucas…..," ucap Luke sambil menidurkannya di karpet.
Otomatis jemari kakinya terangkat dan digigit oleh mulutnya. Luke terdiam seketika kemudian memanggil Kate. "Kate! Kemari sebentar!"
"Iya, Tuan?"
"Lihat, Lucas menggigit kakinya. Apa dia tidak apa apa?"
"Itu termasuk proses pertumbuhannya, Tuan. Ini sangat normal."
"Benarkah? Dia menggigit semua hal."
Dan Lucas malah tertawa melihat tingkah daddy nya.
"Sebaiknya Tuan Muda mulai diberikan mainan gigitan supaya tidak menggigit tangan dan kakinya."
"Ah, ada di kamar. Tolong bawakan itu padaku."
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Kate melangkah menuju kamar majikannya. Sebelumnya dia mengetuk pintu kamar itu.
"Siapa?!"
"Saya Kate, Nyonya."
Rara memakai jubahnya dulu dan membuka. "Mana Luke? Bukankah dia sudah datang?"
"Tuan sedang bermain dengan Tuan Muda."
Seketika Rara terdiam, dia menghela napas. "Baiklah, kau mau apa?"
"Mengambil mainan milik Tuan Muda."
"Ambilah," ucap Rara yang memilih merebahkan diri di atas ranjang. "Dan tutup pintunya kembali."
"Baik, Nyonya."
Rara terdiam sendiri di sana, dia sedikit kesal dengan Luke yang seringkali tidak bisa membagi waktunya. Meskipun Rara senang Luke bermain bersama dengan Lucas, tapi Rara yang baru jatuh cinta lagi itu membutuhkan kasih sayang Luke. Rara merasakan pada akhirnya.
"Inilah rasanya punya suami di usia 17 tahun. Tapi usiaku 24, tapi aku tidak ingat apapun. Tapi…. Ya sudahlah."
🌹🌹🌹
Setelah bermain di ruang santai selama beberapa menit, Luke baru mengingat keberadaan Rara
Dia berinisiatif untuk membawa Lucas ke kamarnya. "Ayo bermain di kamar, Nak."
Sambil menggendong Lucas, Luke berjalan sambil bercanda pula.
Saat dia masuk ke kamar, Luke mendapati kalau Rara baru saja keluar dari kamar mandi. Luke terkejut bukan main melihat Rara yang memakai pakaian seksi.
"Lukeee… aku menunggumu dari tadi," ucap Rara sambil merentangkan tangannya dan mencoba memeluk Luke.
"Tunggu, lepaskan dulu. Aku sedang menggendong Lucas."
Rara tetap tidak peduli, dia tetap menempel memeluk Luke. Yang mana membuat Luke khawatir dirinya kehilangan keseimbangan karena Rara yang terus memeluknya.
__ADS_1
"Lepaskan dulu sebentat."
"Aku merindukanmu."
"Lepas dulu, aku bisa jatuh."
"Aku sangaaaaaat merindukanmu," ucap Rara sambil memejamkan matanya menghirup aroma Luke dalam dalam.
Dan Luke yang merasa kesal itu sontak berteriak, "Rara!"
Yang mana bentakannya membuat Rara terdiam dan perlahan melepasan pelukannya.
"Aku sedang menggendong Lucas dan ak--"
"Kau begitu tega!" Teriak Rara dengan air mata yang mengenang. "Aku hanya merindukanmu seharian! Dan saat kau datang kau bahkan tidak memelukku dulu! Kau sangat menyebalkan!"
Luke kaget seketika. "Rara, bukan begitu maksudku."
"Ya, maksudmu begitu, kau kesal padakku? Aku lebih kesal pada rasa rindu ini!"
"Rara."
Rara menghindar, membuat Luke bingung apalagi Lucas memangis.
"Sssttt… ayo temui Nanny," ucap Luke yang ingin Lucas bersama pengasuhnya, sementara dirinya menyelesaikan masalahnya dengan Rara.
Namun saat Luke keluar kamar dan berkata, "Nanny, tolong asuh dia."
"Baik, Tuan."
BRUK!!!
Rara menutup pintu dari dalam.
Luke mendekat dan hendak masuk, tapi….., "Rara? Buka pintunya. Kenapa kau menguncinya dari dalam? Rara?"
🌹🌹🌹
__ADS_1
To be continue