
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA CERITA RECEH INI, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Luke tetap tidak bisa menghubungi Rara, yang membuatnya segera menghubungi Kate sambil menatap kota dari kamarnya.
“Hallo, Tuan?”
“Kate, apa Rara di sana? Apa dia baik baik saja?”
“Nyonya Rara sedang memakan cemilan sambil menemani Tuan Muda bermain, Tuan. Apakah perlu saya panggilkan?”
“Tidak, apa dia tidak mengaktifkan ponselnya?”
“Ponsel Nyonya sedang di carg, Tuan.”
Luke mendesah lega, dia mengusap rambutnya ke belakang. Setidaknya dia tahu alasan sang kekasih tidak mengangkat telpon.
“Apa kau mendengar Rara berbicara di telpon dengan orang lain sebelumnya?”
“Ya, sebelumnya Nyonya Rara mengatakan seorang wanita mengangkat telpon anda.”
“Apakah di⸻”
“Dan Nyonya Rara tidak mengambil kesimpulan sendiri, Tuan. Dia baik baik saja, bahkan Nyonya telah memesan satu kotak cokelat penuh dan berencana mengisi kulkas dengan cokelat.”
Seolah tahu apa yang ada di fikiran Luke, Kate menjelaskannya. Membuatnya mendesah pelan kemudian bergumam, “Aku akan mengambil penerbangan sekarang, akan sampai di sana dini hari.”
“Anda ingin saya menyiapkan sesuatu, Tuan?”
“Tidak, cukup jaga Rara. Beritahu dia aku akan pulang sekarang.”
“Baik, Tuan.”
Kemudian Luke membalikan baadan saat mendengar ketukan pintu, dia segera membukanya. Itu adalah Dev.
Luke segera berbalik begitu selesai membukakan pintu.
“Anda baik baik saja?”
“Aku akan mengambil penerbangan malam ini.”
__ADS_1
“Dan Medina?”
“Dia akan pulang sendiri. Aku tidak peduli padanya saat ini, Dev. Aku tidak tahan, aku ingin mengakhiri semuanya, aku ingin menghentikannya. Aku ingin menikahi Rara.”
Dev mendesah pelan, kini dia memasuki mode seorang yang telah mengasuh Luke sejak lama. “Kuberi kau peringatan, jika setengah sahammu diberikan kepada Medina, dia akan mudah memanipulasi dan turut andil dalam segala hal, bahkan dengan mudah menurunkanmu. Itu perusahaan besar, kau menjalin banyak kerja sama. Jika mendapat kerugian, pertama mereka akan memutus hubungan, kau akan bangkrut dan tidak ada yang bisa membayar pegawai. Kau akan terlilit hutang dan masuk ke dalam penjara.”
“Lalu pilihan apa yang aku punya?”
“Katakan kebenarannya pada Rara, buat dia mengerti.”
“Itu yang aku hindari….,” suara Luke memelan. “Aku tidak ingin dia tahu kebenarannya.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Nyonya, sebaiknya anda tidur.”
Rara menggeleng, setelah mengetahui kalau Luke akan pulang, dia memilih menunggu. Beberapa kali wanita cantik itu turun ke bawah, memeriksa pintu lalu kembali ke kamarnya.
Dan Kate yang melihat itu hanya bisa menguap.
“Kate, kau bisa tidur, aku bukan bocah. Kau tidak perlu menungguku seperti itu,” ucap Rara kembali masuk ke dalam kamarnya.
Satu jam.
Tiga jam.
Rara tidak lagi keluar dari kamarnya, membuat Kate mendesah lega. Sepertinya majikannya itu sudah terlelap ke dalam alam mimpi. Yang mana membuatnya hendak pergi ke kamar juga.
Ini sudah pukul tiga dini hari, dan memang seharusnya manusia normal memejamkan mata.
Saat hendak masuk ke dalam kamar, Kate mendengar seseorang membuka pintu.
Karena tidak sembarangan orang bisa masuk, Kate yakin itu majikannya. “Tuan?”
“Rara sudah tertidur?”
“Nyonya menunggu anda sejak tadi, saya pikir dia sudah tertidur saat ini.”
“Bereskan barang barang ini.”
“Baik, Tuan. Apakah anda butuh sesuatu yang lain?”
“Tidak,” ucap Luke mengendurkan dasinya dan segera menaiki tangga.
__ADS_1
Dia tidak menuju kamar Lucas, mengingat bayinya di sana pasti sudah terlelap didampingi pengasuh. Luke melangkah lebar menuju ke kamarnya.
Dan saat membuka pintu, keningnya berkerut tidak mendapati siapapun di sana.
“Rara?” panggil Luke sambil membuka jasnya.
BRUK!
Luke membalikan badan, dia terkejut Rara yang ternyata bersembunyi di balik pintu sebelumnya.
CEKLEK! Rara mengunci pintu, dengan tatapan nyalang pada Luke.
Dan entah kenapa itu mengintimidasi, Luke merasa ada yang tidak beres.
“Rara?”
Perempuan itu berjalan pelan ke arah Luke dengan tatapan tajam yang belum juga lepas. Luke merasa terganggu, jadi dia melangkah mundur. “Kau baik baik saja bukan?”
Hal mengejutkan, Rara membuka jubbah yang dipakaianya hingga meninggalkan pakaian dalam berenda dengan warna maroon di sana. Luke menelan ludahnya kasar.
“Ra⸻” ucapan Luke terhenti saat kakinya menabrak kaki ranjang.
Dan sepersekian detik, Rara mendorong tubuh Luke hingga terlentang di atas ranjang. Tidak memberikan kesempatan, Rara menduduki perut bawah Luke.
“Ra⸻”
“Dengarkan aku, Luke Tobias Russel.”
Luke tersentak kaget mendengar suara Rara yang berat.
“Kau adalah milikku, tidak akan aku biarkan wanita manapun mendekatimu. Termasuk wanita gila yang bernama Medina, apa dia karyawanmu yang terobsesi denganmu?”
“Aku bisa je⸻”
“Apa kau bodoh atau bagaimana? Kau tidak sadar akan wajah tampanmu ini? bagaimana jika kau diperkosa wanita wanita di luar sana? Jadi, kau tidak boleh memperkerjakan karyawan wanita untuk berada di sekitarmu, karena kau milikku. Paham?”
Luke mangangguk dengan menarik napas dalam.
Sesaat kemudian suasana berubah, Rara tiba tiba memasang wajah imutnya kemudian merebahkan tubuhnya di atas Luke. Bagaimana dia bersandar di dada bidang itu.
“Aku merindukanmu, ayo kita bercinta. Aku akan memarahimu lagi nanti."
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE