Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Kesepakatan keduanya


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹


Luke menunggu pemeriksaan dari dokter itu, sudah berjam jam dia di dalam  sana. Membuat Luke keluar masuk memastikan dia melakukan pekerjaannya dengan baik.


Sambil melihat dokter dan perawatnya melakukan beberapa pemeriksaan pada Rara, Luke menunggu di sofa sambil menatap Lucas.


"Tuan Luke bisa kita bicara?"


Luke mengangguk, membuat perawat meninggalkan mereka di sana.


"Anda pernah mendengar syndrom sleeping beauty?"


"Jelaskan dengan tidak menggunakan bahasa medis."


"Ini seperti tidur, tidak ada yang salah dengannya. Aku memeriksanya, semua luka di luar dan di dalam tubuh sudah membaik. Dan seharusnya itu tidak membuatnya terus memejamkan mata."


"Jadi katamu dia hanya tertidur?"


"Ya, alat itu sudah bisa dilepas. Dia akan baik baik saja, tapi tetap tertidur."


"Ada cara membuatnya bangun?" Tanya Luke.


"Ini hal langka, dan saya masih melakukan penelitian, tapi berhenti karena--"


"Lanjutkan penelitian itu, aku yang akan membiayai dengan syarat tetap berada di Zurich," ucap Luke, kemudian memanggil Dev. "Dev?!"


Tidak lama kemudian pria itu muncul. "Ya, Tuan?"


"Biayai semua penelitiannya, semua kebutuhan biayanya."

__ADS_1


"Terima kasih, Tuan. Anda begitu ba--"


"Aku memberimu waktu selama dua minggu, jika tidak berhasil akan ada konsekuensinya."


Dokter itu terdiam, memikirkan langkah apa yang akan dia ambil. "Baik, Tuan."


Luke memberikan isyarat agar dia keluar dan memberinya ruang bersama dengan Rara dan juga Lucas.


Di kamar itu, Luke lebih banyak diam dan menatap dari kejauhan. Dia benar benar dilanda rasa bingung dan gelisah.


Sampai bibirnya berkata, "Aku tidak akan meninggalkan kalian, aku akan kembali dengan jalan supaya kalian diterima baik oleh Kakek."


Luke terdiam dekat inkubator menatap Lucas. "Dia akan menerimamu, Daddy janji."


Setelahnya, Luke keluar dari kamar itu. Dia sudah melihat keberadaan pelayan baru yang mengambil alih peran bersih bersih. Seorang wanita tua yang umurnya tidak jauh beda dengan Kate.


"Kate?"


"Iya, Tuan?"


"Baik, Tuan."


🌹🌹🌹🌹


Medina senang bukan kepalang akan bertemu dengan Luke, dia sudah mempersiapkan banyak keinginan setelah menikah nanti.


Semua itu yang menguntungkan baginya, seperti meminta uang bulanan. Dan juga harus bersikap baik baik saja di depan semua orang sampai teggat waktu yang ditentukan.


Saat Medina masuk ke dalam lift khusus eksekutif, tidak ada lagi yang melarangnya.


Yang membuatnya tersenyum semakin lebar.


Dia menuju lantai atas dimana Luke ada di sana, berjalan melewati sekretarisnya dengan angkuh.

__ADS_1


Membuka pintu dengan pelan, kemudian masuk dengan senyumannya. "Hallo, Luke. Kau sudah makan siang? Ingin makan diluar?"


"Aku tidak punya waktu untuk melakukan itu denganmu."


"Baiklah, aku akan duduk dan mendengarkan."


"Kau bawa rekamannya?" Tanya Luke.


"Ya, ini dia," jawab Medina dengan USB di tangannya.


Saat itu, Dev masuk setelah mengetuk, membawa setumpuk kertas di tangannya yang telah disusun dengan rapi.


Dia memberikannya pada Medina.


"Apa ini?"


"Semua yang harus kau patuhi."


Medina membacanya, inti dari perjanjian ini adalah bahwa Medina yang akan mengakhirinya. Dia yang harus membuat Kakek Nobles melihat bahwa dirinya yang salah.


"Ini yang kau inginkan bukan?" Tanya Luke. "Kau hanya butuh menyelamatkan harga dirimu?"


Medina mengangguk. "Oke, aku akan mengakhirinya."


"Jika kau melanggarnya, kau akan dikenakan hukuman. Perjanjian ini mengikat secara hukum, aku bisa menuntutmu kapan saja."


"Oke aku paham, tenang saja. Aku hanya perlu kau menikahiku untuk menyelamatkan harga diriku," ucap Medina menandatangani surat perjanjian ini.


Dia tidak memikirkan apa pun saat ini, dia hanya ingin harga dirinya terselamatkan. 


Sambil bergumam dalam hati, "Aku akan memikirkan rencana selanjutnya setelah menikah nanti."


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2