
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
Rara menggaruk tengkuknya, seingatnya saat dia diusia 17 tahun ini, dirinya tidak menyukai makanan asal negaranya. Rara tertarik dengan makanan Korea.
“Beberapa waktu lalu kau menghidangkanku makanan Jepang,” ucap Luke saat dia ingat dirinya pernah makan masakan buatan Rara di rumah Medina.
Seketika Rara memasang wajah syok, yang mana itu membuat Luke ikut terkejut dan bertanya tanya. “Kenapa? Ada apa? Apa yang salah?”
“Luke, kau bukan hanya tampan,” ucap Rara menatap pria yang dia sukai itu. “Kau hebat, apa kau yang mengubahku menjadi suka makanan Jepang lagi? Apa selama tujuh tahun terakhir ini aku sangat menyukainya?”
Luke terdiam, dia bingung menjawab apa. Dan hal itu membuat Rara merasa bersalah. Diapun mendekat dan segera memeluk Luke tanpa aba aba. “Maafkan aku.”
“Kenapa minta maaf?” tanya Luke. “Kau tidak melakukan kesalahan.”
“Aku melupakan apa yang terjadi tujuh tahun terakhir ini. hal hal yang aku ingat adalah sesuatu yang aku sukai saat berusia 17 tahun, aku tidak ingat apapun, bahkan cara memasak. Semuanya seolah kemustahilan, aku masih 17 tahun dan bangun dengan usia sudah 24 tahun.”
Luke menelan ludahnya kasar, dia balas memeluk Rara. “Tidak apa, kau yang 17 tahun atau yang 24 tahun, kau tetap Mommy nya Lucas. Kau begitu berharga untukku.”
Saat itu juga, Rara yang menyadarkan kepalanya di dada Luke langsung merasakan hawa panas. Telinganya memerah dengan tangan yang terasa dingin. Rara merasa dirinya telah menemukan cinta, melebihi cintanya pada boyband Korea kesukaannya.
Apalagi saat Luke mengusap rambutnya dengan penuh kasih sayang dan perhatian. “Ayo makan, bukankah kau lapar.”
Rara mengadah menatap Luke dengan pelukan yang belum dilepaskan.
“Kenapa menatapku seperti itu?”
Dan tanpa diduga, Rara berjinjit untuk mencium leher Luke.Â
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Luke terdiam dengan segala sengatan listrik di tubuhnya.
Berbeda dengan Rara yang tidak bisa menyembunyikan rasa ketertarikannya, dia tertawa girang. “Aku pikir aku semakin menyukaimu.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Rara tersenyum melihat Luke dan putra mereka sedang bermain main di atas karpet. Sementara dirinya berbaring di atas kasur sambil memainkan rambut Luke. Punggung Luke yang bersandar di ranjang membuat Rara dengan mudah menggapainya.
Untuk yang kesekian kalinya, Rara menguap. “Astaga, kapan dia akan tidur?”
Luke tetap menatap Lucas yang dibaringkan di kakinya dengan menggunakan alas kasur lagi. “Aku bisa menemaninya sepanjang malam.”
“Kau juga harus menemaniku sepanjang malam,” ucap Rara menahan kesal. “Aku ingin bermain ponsel bersamamu.”
“Ah, ponselnya di tas. Kau ingin melihatnya?”
“Tidak mau, aku ingin melakukannya bersama denganmu.”
“Kita tidak tahu jam berapa Lucas akan tidur.”
Dan itu membuat Luke menegang kaget.
“Hehe, aku menyukai lehermu. Rasanya manis.”
Luke hanya bisa terdiam.
“Oh ya, Kate bilang kau pernah membicarakan tentang kebakaran, dan aku tidak melihat foto pernikahan kita. Mungkinkah terbakar juga?”
Luke selalu tersudutkkan dan merasa bersalah jika dirinya harus kembali membohongi Rara.
“Kenapa tidak ada foto pernikahan kita?”
__ADS_1
“Kau ingin membuatnya lagi?”
“Ah, ternyata benar terbakar ya,” gumam Rara. Tidak ingin sedih mencoba mengingat hal yang tidak dia ingat, Rara memilih membawa ponsel baru miliknya di tas milik Luke. “Ini di sini?”
“Ya, yang berwarna merah muda.”
“Woaaah, ini menakjubkan sekali,” gumam Rara mengeluarkan kekagumannya. “Bagaimana cara mengaktifkannya.”
“Di sana.”
Menunggu beberapa lama sampai ponselnya aktif. “Wah….”
“Aku sudah mengisi semuanya, kau tinggal memakainya.”
“Bisa membuka internet?”
Luke mengangguk.
Membuat Rara ikut duduk di samping Luke di atas karpet.
“Apa yang kau buka?”
“Sebuah link yang…. Oh Astaga! Link film panas tidak berubah!”
Luke yang kaget segera merebut ponsel Rara secara paksa. “Apa kau sering menonton video seperti ini?”
Dengan mata bulatnya, Rara menggeleng. “Tidak, aku ingat aku mendapatkan Link itu seminggu yang lalu dari temanku, dan aku tidak sempat membukanya. Ternyata setelah tujuh tahun, tidak ada yang berubah.”
Luke menggeleng. “Jangan pernah menonton ini saat sendirian.”
“Kalau begitu….” Rara cengengesan dengan senyuman kelincinya. “Mau menontonnya bersama malam ini? bagaimana? Kita sambungkan ke TV yang besar itu.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TBC