Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Bukan apa apa


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA🌹


"Rara… ayo buka pintunya, kita bicara dulu."


"Biarkan aku sendiri!" Teriak Rara dari dalam sana.


Yang mana membuat Luke menghela napasnya, dia juga merasa bersalah karena sering mengabaikan Rara. Apalagi Rara sudah mengutarakan perasaannya. 


"Maafkan aku, ayo bicara."


"Tinggalkan aku sendiri."


Luke mengusap wajahnya kasar dan memilih untuk turun menemui Kate. "Kate, dimana kau menyimpan kunci cadangan kamarku?"


"Kunci cadangan kamar diambil oleh Nyonya, Tuan."


"Apa? Kenapa dia mengambilnya?" Tanya Luke heran.


"Nyonya bilang dia tidak ingin siapapun mengganggu jika anda  dan Nyonya sedang di kamar."


Luke menunduk. "Dia mengunci dirinya sendiri di sana."


"Nyonya tidak membukanya?"


"Ya, kau punya saran?"


"Nyonya belum makan malam, saya membuatkan nasi campur seperti yang Nyonya lihat di drama Korea. Saya yakin Nyonya tidak akan menolaknya."


Luke tersenyum. "Tolong siapkan cepat, aku yang akan membawanya."


"Baik, Tuan."


Sambil menunggu nasi yang diinginkan Rara siap, Luke duduk di kursi. "Apakah Rara mulai memesan barang barang online?"


"Ah, iya, Tuan. Apakah harus saya batasi?"


"Tidak perlu, biarkan dia melakukan apa yang dia mau. Hanya saja, apa saja yang dia beli?"


"Pakaian tidur dan juga make up, juga makanan pedas."


Luke berdecak. "Dasar remaja."


Membuat Kate tertawa. "Bagaimana anda bisa mengenal istri anda, Tuan?"


"Rara?"

__ADS_1


"Tentu saja."


Luke terdiam. "Begitu rumit, aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini."


"Nyonya sangat bahagia dengan keadaannya sekarang. Hanya saja ingatan Nyonya yang terjebak di usia 17 tahun membuat Nyonya kembali ke masa masa remaja yang masih butuh kasih sayang dan ingin dimanja."


"Seharusnya aku lebih peka."


Sambil berbicara dengan majikannya, Kate sambil menyiapkan semuanya.


Dan setelah selesai, dia menyimpannya dalam baki dan menyerahkannya kepada manjikannya. "Ini, Tuan."


"Terima kasih, Kate," ucap Luke segera membawanya ke lantai kedua.


Dia mengetuk pintunya. "Rara, lihat apa yang aku bawa. Makanan korea yang…. Bercampur nasi."


"Aku tidak lapar."


"Ini terlihat sangat enak, apalagi dicampur dengan nasi. Wah… sungguh sangat enak."


"Tidak mau."


"Kalau begitu aku yang habiskan?" 


Saat itulah pintu terbuka. "Berikan padaku."


"Biarkan aku masuk."


🌹🌹🌹


Luke mencoba mengalihkan perhatian.


"Kau menyebalkan," ucap Rara. "Aku hanya ingin memelukmu, aku merindukanmu."


"Ya, hanya saja posisiku sedang menggendong Lucas, Rara. Aku tidak ingin bayi kita terluka."


"Kau seharusnya temui ibunya dulu jika menginginkan anaknya, apa kau hanya menikahiku hanya karena ingin anak? Tanpa mencintaiku."


"Bukan begitu," ucap Luke.


"Aku kenyang," ucap Rara segera minum dan menggeser mejanya ke pinggir.


Rara berdiri. "Aku masih kesal denganmu, aku akan melihat bayi mungilku."


Luke juga berdiri dan menahan Rara. "Tunggu. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi dengan keadaan marah."


"Aku tidak marah, hanya kesal."


"Rara."

__ADS_1


"Lagipula kenapa kau tidak tertarik padaku? Aku hanya mencoba menarik perhatianmu karena aku mencintaimu," ucap Rara sambil membuka jubahnya. "Lihat, kau bahkan tidak tertarik sama sekali."


"Rara, kau tidak tahu betapa aku menahan semua ini."


"Menahan apa? Kau ha---hmmmppphh!" Rara terkejut saat Luke menciumnya.


Pria itu membuka bibirnya dan mengajak lidah mereka saling bertautan.


Yang mana membuat Rara kaget, ini adalah sensi pertama yang dia rasakan. Rara hampir kehabisan napas.


"Hmmmppphhh!"


Dan Luke hanya membiarkan Rara mengambil kesempatan mengambil napas satu tarikan saja.


"Ken--- hmmpphh!"


Luke langsung mengangkat Rara dan menidurkannya pelan di atas kasur tanpa memutus ciuman mereka.


Saat tangan Luke merambat ke perut bawah Rara, perempuan itu mulai menggila merasaka sensasi aneh.


"Hmmmpph!"


Rara yang berteriak dalam ciuman itu ditahan Luke supaya tidak bergerak sehingga dirinya tetap bisa menyentuh milik Rara.


Rara kaget bukan main, dia membuka matanya dan hampir mendorong Luke saat jemari pria itu masuk.


Tapi tangan lainnya mengurung Rara sambil membungkam mulut Rara.


Dan tangan Luke mulai aktif ditarik dan ditanam, membuat Rara merasa tertusuk tusuk di bawah sana.


Rara mulai berkeringat, dia memejamkan matanya kuat menahan apa yang ingin dikeluarkan, dia merasa ingin kencing. Apalagi gerakan jari Luke bertambah cepat.


"Hhmmmppp!"


Luke tetap bermain dengan lidah Rara.


Sampai akhirnya Rara meronta tidak tahan merasa ingin kencing, dia memukul mukul dada Luke meminta dilepaskan.


Namun Luke malah menambahkan satu jarinya, membuat Rara kembali berteriak dalam ciuman.


"Hhmmmppphhh!"


Rara tidak bisa menahan semuanya, dia membusungkan dadanya dan membiarkan semuanya terjadi. Keringatnya semakin menjadi jadi, Rara meremas punggung Luke kuat.


"Ahhh……," ucapnya kaget saat merasakan perasaan itu untuk pertama kalinya


Rara menghela napas dalam, disusul bisikan Luke, "Ini bahkan belum apa apa, Rara Sayang."


"Hah?"

__ADS_1


🌹🌹🌹


To Be Continue


__ADS_2