Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Sebuah Alasan


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KSIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹FOLLOW IGEH EMAK YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA🌹


Rara merasa tenggorokannya mengering, diambang kesadarannya dia berkata, "Sudah kan?"


Luke mengerutkan keningnya. "Sudah apa?"


"Cabut lagi, sudah selesai kan."


Luke terkejut bukan main, ternyata dalam pikiran Rara, semuanya selesai begitu ditusuk dan kembali dicabut.


"Ah.. ayo cabut lagi. Sudah selesai 'kan?"


"Rara, bukan seperti itu cara kerjanya," ucap Luke menarik kembali kejantanannya setengahnya kemudian kembali menenggelamkannya perlahan.


Membuat Rara tersentak kaget, dia membusungkan dadanya merasakan sensasi aneh yang ada di perutnya itu.


Rara merasakan kulitnya ikut tertarik keluar begitu Luke menarik kejantannya, kemudian ditusukkan kembali.


"Akkhh…. Sudah."


Luke mencium Rara kembali mencoba menenangkan dan untuk memberikannya rasa ketenangan.


"Akkh…. Hmmppphh."


Luke mencium bibir Rara dengan lembut sambil menarik keluar kejantanannya itu.


Yang mana membuat Rara memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. 


Rara bahkan meremas kuat rambut belakang Luke.


Apalagi saat Luke menekuk salah  satu kaki Rara, perempuan itu kembali berteriak kecil tidak dapat menahan serangan bertubi tubi. Perutnya seolah tidak ingin menerima hujaman lagi, membuat Rara tidak bisa diam.

__ADS_1


Dia tidak tahan, dan Luke menyadari itu. Membuat Luke berbisik, "Lepaskan saja, Sayang."


Dan dengan kalimat itu, Rara menggigit bibirnya kuat dan membiarkan semuanya terlepas.


Tubuhnya bergetar, dan Luke tetap menahan agar kejantanannya tetap berada di dalam Rara meskipun perempuan itu terus bergerak. Luke tetap menahan pinggang Rara.


"Ahhh….," desah Rara dengan keringat yang menetes ke atas kasur.


Dan pikirnya, ini sudah selesai, sampai akhirnya Luke mulai menggerakannya lagi.


Rara yang masih merasakan puncak itu kembali dihujam, membuatnya tidak siap.


"Hmmmpphh!"


Rara terus dihujami, dicumbu sehingga dia keluar beberapa kali.


Dan saatnya Luke mengeluarka miliknya, dia menekan kuat sehingga Rara kaget dan membuka matanya.


"Ap… aww…"


Dan Rara yang menerimanya itu merasakan ada cairan panas masuk meleleh ke dalam miliknya.


🌹🌹🌹


Luke kembali menyelimuti Rara yang terlelap, dia melihat jam dan masih menunjukan pukul dua dini hari. Yang berarti Rara baru terlelap beberapa jam saja.


Untuk memastikan keadaan Rara baik baik saja, Luke menatap wajahnya. Dimana darah kembali mulai mengalir ke sana.


Sebelumnya, Rara sangat pucat. Inilah yang Luke takutkan, dirinya tidak bisa menahan.


Namun, setelah melepaskannya, Luke merasa sangat lega.


Dia memberi ciuman di kening Rara sebelum berjalan ke kamar mandi.


Hanya memakai boxer saja, Luke mencuci wajahnya.

__ADS_1


Luke ingat mereka berdua belum makan malam, tapi membangunkan Rara sepertinya bukan hal yang bagus. Apalagi dia kelelahan sejak sore hari.


Saat Luke hendak turun ke bawah, ponselnya berbunyi.


Dia melihatnya, ternyata itu dari Sebastian.


Luke mengangkatnya.


"Hallo?"


"What?" Tanya Sebastian. "Suaramu begitu berat."


"Saliva ku habis untuk melumasi mama nya Lucas."


"Wait…. What? Kalian melakukannya? Setelah perbuatanmu?"


"Dia tidak ingat, kuharap selamanya seperti itu," ucap Luke kemudian menatap Rara yang terbaring lemah tidak berdaya. "Kuharap dia banyak belajar setelah hampir pingsan."


"Shiiitt, kau berbuat banyak."


"Kenapa menelponku?"


"Alihkan pada video call, ada rancangan yang harus kau lihat."


Saat Luke mengalihkan panggilan, Sebastian terkejut dengan tampilan Luke.


"What? Kau berantakan."


Saat Luke hendak bicara, Rara terlihat bergerak. Membuat Luke mematikan sepihak dan datang untuk mengusapnya.


Rara terlihat gelisah dalam tidurnya.


"Maaf, Rara Sayang. Salah siapa lubangnya kecil dan terlalu sempit, ya sudah terobos saja," ucap Luke sambil mengusap Rara agar kembali tidur.


🌹🌹🌹

__ADS_1


To be Continue


__ADS_2