
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA SEMUANYA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA CERITA INI YA.🌹
Dan benar saja sesuai dugaan Luke, Rara kini mabuk dan berjalan dengan seenaknya ke sana ke mari. Dia bahkan berlari kembali menuju tenda dan meminta anggur merah dengan senyumannya.
“Terima kasih,” ucap Rara kemudian kembali meminumnya dalam beberapa teguk.
Membuat penjaga wanita di sana tertawa. “Wah…, ini adalah anggur tua yang tidak bisa kau dapatkan di manapun, yang bisa membuatmu mabuk dengan mudah.”
“Yhaaaa….. aku…. Sukaaaaaaa……..,” ucapnya dengan menggila.
Luke segera datang dan merangkul Rara. “Maafkan dia, ini pertama kalinya.”
“Wah…, aku sangat senang pertama kali pengalamannya dia di sini.”
Luke tertawa kemudian membawa Rara keluar dari tenda. “Ayo kita pulang saja, kau mabuk.”
“Tidak! ma⸻u!”
“Rara, bangun. Kau benar benar pingsan?” tanya Luke bingung.
Dia menghela napasnya dalam dan menggendong Rara ala bridal style.
Luke sesekali menghela napasnya dalam. “Kau merepotkan, tapi aku suka.”
Dia berjalan keluar dari festival tersebut, melangkah di jalan setapak menuju villa. Ketika melangkah, Luke melihat seorang pria yang berjalan berlawanan dengannya.
__ADS_1
“Anda sudah selesai menghabiskan festivalnya, Tuan?”
“Ya, aku harus pulang,” ucap Luke mengeratkan pelukannya pada Rara saat pria itu memandang Rara dengan tatapan tidak biasa.
Dia tidak suka jika orang lain menatap Rara dengan cara seperti itu, karena Rara adalah miliknya. Yang mana membuat Luke segera membawanya kembali ke villa.
Dia membaringkan Rara di kamar utama, membuka sepatu dan mulai membersihkan badan Rara dengan handuk hangat.
“Eungh….,” gumam Rara dalam tidurnya.
“Bahkan gaunmu bau,” ucap Luke saat merasakan aroma dari baju yang dipakai Rara.
Luke melihat ke sekelilingnya, tidak ada koper Rara di sini.
Dia keluar dari kamar dan menuju kamar lain, mengetuk pintu mengingat di sana ada Kate.
“Tuan, anda sudah pulang?”
“Anda bisa melihatnya,” ucap Kate mempersilahkan Luke masuk.
🌹🌹🌹🌹🌹
Saat Luke masuk, bukannya membawa koper, dia malah terpaku pada Lucas yang ternyata belum tidur. Membuat Luke melangkah mendekati putranya kemudian menciuminya.
“Anak Daddy……, kau kesal di sini sendirian? Daddy juga merindukanmu. Apa? Iya, Daddy baru saja pulang. Kau menunggu Daddy? Benarkah? Ah…., Daddy juga sangat merindukanmu,” ucap Luke sambil menciumi pipi gembul Lucas.
Kedua siku bertumpu di kedua sisi Lucas, mengukung putranya agar bisa dia ciumi dengan mudah. Sungguh Luke sangat merindukan putranya, apalagi dia baru saja pulang dari negara bagian lain. Rara tidak memberinya kesempatan berlama lama dengan Lucas.
Melihat kebersamaan Luke dengan Lucas membuat Kate tersenyum di sana, dia melihat bagaimana tulusnya Luke mencintai putranya. Keyakinan Kate semakin kuat, kalau Luke bukanlah pihak jahat dalam hubungan ini. takdir hanya sedang mempermainkan, bagaimana mungkin pria tampan itu tega membuat anaknya menderita dengan hubungan yang tidak pasti dengan sosok wanita yang melahirkannya? Jelas sekali Kate melihat kasih sayang dalam setiap napas Luke untuk Lucas.
__ADS_1
“Kate, bisakah kau menggantikan pakaian Rara? Aku akan bersama Lucas.”
“Tentu, Tuan,” ucap Kate bergerak mengambil koper yang berisi pakaian majikannya.
Kate keluar meninggalkan Lucas bersama sang ayah di kamar. Senyuman kembali tercetak di wajah Luke melihat putranya tertawa kegelian.
“Kau belum ingin tidur? Bagaimana kalau bergadang bersama Daddy?”
Hanya tawa yang menjadi jawaban Lucas, bayi gembul itu bahkan hendak berguling seolah setuju dengan perkataan sang daddy.
“Oke, oke, ayo kita bergadang,” jelas Luke lagi kemudian menggendong Lucas dan membawanya keluar kamar.
Rencananya, Luke akan mengajak Lucas bermain video game bersamanya semalaman. Dia benar benar ingin menghabiskan waktu bersama dengan bayi mungilnya, dan juga Rara.
Namun karena keadaan tidak memungkinkan, Luke mungkin akan mengajak Rara bermain lain kali.
Sementara itu, Kate sudah selesai memakaikan baju pada Rara. Wanita tua itu tersenyum sambil menaikan selimut sampai batas dada Rara. “Jangan khawatirkan apapun, Nyonya. Tuan Luke sangat mencintai kalian.”
Sampai Rara tiba tiba membuka matanya, membuat Kate terkkejut. Apalagi Rara mencengkram tangan Kate dengan kuat kemudian berkata, “Dimana Luke? Jangan bilang wanita di luar sana menculiknya?”
“Tidak, Tuan sedang bersama Tuan Muda, Nyonya.”
Seketika tatapan Rara kembali meluluh, efek mabuk membuatnya seperti itu. Dia tertawa. “Beritahu aku, bunyikan lonceng dan gendering jika ada wanita mendekati Luke, aku akan mengejarnya,” gumam Rara kemudian kembali terlelap.
“Pria itu milikku…… kami akan membuat banyak anak…. Sangat banyak…..” begitulah gumaman Rara dalam tidurnya.
🌹🌹🌹🌹
Gimana gak diculik?! Wong ganteng!!!!!!!!
__ADS_1
TO BE CONTINUE