
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK 🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
Ada banyak orang datang ke resepsi pernikahan, Luke lebih banyak menyapa orang orang daripada terjebak bersama dengan Medina.
Sampai Kakek Nobles menyadarinya dan mendekat pada Luke.
"Luke," panggilnya pada cucu semata wayangnya.
Luke menoleh setelah selesai bicara dengan tamu. "Ada apa?"
"Ajak Medina dansa, kenapa kau diam saja dan malah mengajak bicara tamu lain?"
"Medina juga sedang sibuk dengan teman temannya."
Kakek Nobles menoleh, memang iya Medina sedang bicara dengan teman temannya. Mereka tertawa dan berfoto begitu banyak.
"Menantu pilihan Kakek tidak menghormati tamu tamu Kakek."
Kakek Nobles berdehem, dia menggeleng. "Dia hanya senang karena temannya datang."
"Oh God," gumam Luke tidak habis fikir bagaimana Kakeknya bisa terpengaruh begitu banyak oleh Medina.
"Luke, keturunan itu penting. Kau akan menyadarinya suatu saat. Kakek tidak akan menyuruhmu meninggalkannya, kau yang akan meninggalkan dia sendiri."
Luke menatap tajam sang kakek, menahan segala amarahnya.
"Kenapa?" Tanya pria yang rambutnya sudah dipenuhi uban itu. Dengan kacamata bertengger di hidungnya yang mancung. "Kakek tidak akan mencari tahu, sembunyikan saja dia. Kakek tidak peduli."
__ADS_1
"Dia adalah cicitmu, Kakek."
"Tidak, darahnya telah ternodai."
"Dia juga memiliki darahku."
"Kakek tidak peduli, sebanyak apapun kau memiliki anak dengan wanita yang tidak Kakek setujui, maka dia bukan cicit Kakek."
Luke sudah benar benar kesal, dia mengetahui sekitarnya tidak ada orang. "Aku menikahi Medina hanya untuk menyelamatkan perusahaan Kakek, tapi tidak untuk meninggalkan Rara dan anakku."
Kakek Nobles berkata dengan santai, "Jika dia bukan jal*ng, dia sudah pergi meninggalkan pria yang sudah bersuami. Jika dia bertahan, maka benar dia tidak memiliki derajat sebagai manusia."
Luke terkekeh dengan bibir menyinggung.
Yang mana membuat Kakek Nobles menepuk pundaknya. "Nikmati pernikahanmu, kau akan menyadari betapa berharganya keturunan."
Setelah kepergian Kakek Nobles, Luke keluar dari pesta. Dia menuju balkon untuk menghisap rokoknya, merasakan bagaimana hembusan angin malam yang membuat karakternya mulai luntur oleh kekecewaan.
🌹🌹🌹
"Kau akan tetap tinggal di apartemen?"
Luke tidak menjawab.
Membuat Medina berdehem. "Baiklah, aku urus urusanku, dan kau urus urusanmu."
"Ingat apa yang harus kau lakukan."
"Ya, aku yang membuat kesalahan dan kita akan bercerai. Tenang saja, aku hanya perlu namamu sebentar untuk kepopuleran."
Dan kata kata Luke terhenti saat dia melihat ada mobil yang tidak asing.
__ADS_1
Dan di ambang pintu terlihat Kakek Nobles.
Membuat Medina segera berkata, "Aku tidak menyuruhnya datang, aku tidak tahu apapun."
Luke turun dan melihat apa yang sedang dilakukan kakeknya.
"Apa yang Kakek lakukan?" Tanya Medina.
Alangkah terkejutnya Luke melihat barang barang di aprtemennya telah berpindah tempat.
Dia menatap Kakek Nobles meminta penjelasan, yang mana membuat pria tua itu mengangguk.
"Ya, Kakek tau kau tidak akan memindahkannya, jadi kakek melakukannya. Kakek bilang coba dulu untuk tinggal bersama, dan kau baru akan sadar."
Luke kehilangan kata kata.
"Medina sangat mencintaimu, bukan begitu Medina?"
"Ini sudah larut, Kakek. Kau harus pulang dulu," ucap Medina. "Atau Kakek ingin menginap?"
Pertanyaan Medina yang membuat Luke kesal.
"Ya, Kakek ingin menginap untuk malam ini. Tapi tidak, lain kali saja."
Dan saat itu, Luke mendapatkan telpon dari Dev. Dia otomatis menjauh mencari tempat untuk mengangkat.
"Hallo?"
"Tuan, Nona Rara sadar."
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TBC