Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Notifikasi


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Dev tidak tahu kemana Luke pergi, itu membuatnya khawatir. Dia takut sesuatu yang nekad dilakukan oleh majikannya. Apalagi ini sudah siang, tapi dia belum kunjung kembali. Dan Dev tidak bisa menghubunginya. Dev sadar bahwa Luke kecewa padanya, dia yakin kalau majikannya itu menyangka kalau dirinya tidak menahan Rara dan tidak membantunya.


“Tuan Besar, apa yang harus kita lakukan?” tanya Dev menahan rasa khawatirnya.


Sementara yang ditanya itu malah sibuk mencoba mengaktifkan ponselnya, Kakek Nobles masih berada di gudang yang ada di pinggir rumah, dia tetap tidak ingin bertatap muka dengan Luke. Dia takut akan membocorkan semuanya, bibirnya benar benar tidak bisa diajak untuk berdiskusi.


“Tuan Besar?”


“Kenapa Dev?”


“Kita harus melakukan apa?”


“Entahlah, bisakah kau membantuku mengaktifkan ponsel.”


“Sepertinya baterainya rendah,” ucap Dev melihat setiap ponsel itu aktiv, dia akan memberi peringatan daya rendah kemudian mati kembali.


“Iya aku tau, maka dari itu aku sedang mengisi daya. Tapi kenapa dia mati terus?”


Dev hanya menghela napas, dan helaan napasnya terdengar oleh Nenek yang baru saja datang dengan membawa nampan makan siang. “Kenapa, Dev? Kau terlihat sangat buruk.”


“Aku mengkhawatirkan Tuan Luke.”

__ADS_1


“Dia pasti tidak akan gila, kalau dia gila, Rara tidak akan pernah mau dengannya.” Nenek menyimpan nampan itu di meja. “Ini makan siang kalian, ada apa denganmu? Kenapa mengecek ponsel terus?” 


“Tidak ada, Sayang. Biarkan aku di sini ya.”


Setelah Nenek pergi, Kakek Nobles kembali menatap Dev yang gusar. “Ponselnya tidak aktif, bagaimana bisa aku tau apa saja yang Rara beli? Apa dia membuat kartuku tenggelam sampai ke dasar?”


Ternyata itu yang dikhawatirkan Kakek Nobles, yang mana membuat Dev memilih untuk pergi dan mencari keberadaan Luke.


Sementara itu, pria yang sejak tadi dikhawatirkan ternyata sedang berada di atap dimana seharusnya dia melamar Rara. Dia mencoba mengingat, ada Medina di sini. Dan dimana cincin yang akan dia gunakan untuk melamar Rara? Dimana Medina sekarang? Luke benar benar pusing.


Dia baru saja pergi ke kantor polisi, Rara dilaporkan sebagai wanita yang hilang bersama anaknya. Begitu pula dengan Medina, Luke menaruh curiga kalau Medina yang membawanya. Bahkan, Luke sampai meminta bantuan Sebastian untuk menutup sementara bandara. 


Luke benar benar hancur, dia tidak bisa kehilangan Rara dan anaknya. Dia ingin mereka kembali, merekalah alasan Luke membuka matanya.


Luke menarik napasnya dalam. “Tolonglah…, kali ini saja jangan kecewakan aku, Tuhan.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Sekarang ini, Rara sedang berada di pusat perbelanjaan membeli pakaian seksi untuk dia kenakan nanti malam di klab. Rara benar benar penasaran bagaimana rasa alcohol yang ada di dalam sana, juga suasananya. Rara sering melihatnya dalam film, maupun video panas, membuat jiwa remajanya keluar dan ingin merasakan semua itu.


“Aku harus dandan dengan sangat cantik,” ucap Rara yang kini mengambil beberapa kosmetik.


Rara membeli banyak barang, bahkan kedua tangannya sudah penuh dengan papper bag. Tidak lupa dia membeli banyak makanan untuk pengasuhnya. Saat ini Lucas sedang bersama pengasuhnya di hotel, dia dijaga dengan sangat baik di sana.


Terkadang Rara merutuki dirinya yang masih tertarik dengan hal hal seperti ini. tapi dia benar benar harus nakal sekarang, sebelum dirinya bertemu Luke dan tidak bisa melepaskan pria itu dari genggamannya.


“Wah…, anda belanja banyak sekali.”

__ADS_1


“Terima kasih, tolong mampir ke toko cokelat dulu,” ucap Rara pada supir taksi itu.


“Baik.”


Di toko cokelat pun, Rara membeli cukup banyak makanan. Dan saat hendak membayar dengan kartu kredit, sang kasir berkata, “Ini sudah mencapai batas harian, Nona. Ada kartu yang lain?”


“Oh, astaga, ini benar benar menyebalkan. Aku mulai merindukan kartu milik Luke,” ucapnya memberikan uang tunai yang tersisa.


“Ini menyebalkan, aku harus memakai kartu Luke, tapi aku akan ditemukan. Tidak tidak.”


“Anda baik baik saja, Nona?”


“Ya, terima kasih,” ucap Rara menerima barang itu kemudian kembali menaiki mobil. Dia menimang kartu hitam yang ada di tangannya, ingin sekali Rara berbelanja lagi. “Tidak Rara, bersenang senanglah dulu. Jika Luke menemukanmu kau akan stress dan terus menerkamnya.”


“Anda baik baik saja, Nona?” tanya supir taksi itu saat melihat Rara terus bicara seorang diri.


“Ya, urus saja urusanmu, aku agak gila,” ucap Rara yang imajinasinya tidak ingin diganggu, apalagi sedang membayangkan Luke ada di dalam pelukannya.


Sementara itu, Kakek Nobles yang sudah bisa mengaktifkan ponselnya itu terkejut begitu pesan masuk bertubi tubi.


TIT. TIT. TIT. Begitulah benda itu berbunyi lebih dari 50 kali. Sampai akhirnya berhenti, Kakek Nobles melihat jumlah terakhir yang Rara habiskan.


“650 juta dollar? Apa dia membeli pulau atau apa?” tanya Kakek Nobles Frustasi. “Uang pensiunku… Tidak apa, ini untuk Lucas. Jangan serangan jantung, kau baru punya istri.”


🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2