
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
“Bagaimana kabarmu? Dimana tinggal sekarang?”
“Aku tinggal di Swiss, sudah menikah dengan dia,” ucap Rara menunjuk sosok pria yang kini tengah duduk memangku Lucas di sofa lain, sementara Rara dan Yuta duduk berhadapan. “Dan dia anakku.”
“Oh…,” ucap Yuta memberikan lambaian tangan sebelum dirinya focus kembali pada Rara yang ada di hadapannya itu. “Lalu kemana kau pergi setelah peristiwa itu? Aku mengkhawatirkanmu.”
“Aku pergi ke Selandia baru saat itu, aku bekerja pada seseorang di sana. Dan berakhir di Swiss dengan suamiku.”
“Maaf aku tidak ada di sana saat kau membutuhkan,” ucap Yuta yang mana membuat Rara menggeleng.
Dia tahu apa yang dibicarakan oleh pria itu. “Tidak apa apa, aku senang kita kembali bertemu.”
“Tuhan memang baik, bisa aku memelukmu sekarang?” tanya Yuta.
Baru juga Yuta berdiri dan hendak mencondongkan badannya pada Rara, seseorang lebih dulu mengintrupsi. “Kalian sudah berpelukan tadi, kenapa berpelukan lagi?”
Kalimat tajam ditambah tatapan Luke yang menyeramkan itu membuat Yuta menciut, dia kembali duduk dan tersenyum kaku. “Maaf.”
Sementara Rara merasakan aura tidak nyaman di sana, suaminya tidak biasanya seperti ini. Rara juga merasa kasihan pada Yuta yang diberikan tatapan tajam oleh Lucas dan Luke. Kedua pria yang dia cintai itu tidak menyambut hangat tamunya.
“Ekhem, apa kau masih ahli dalam memelihara ikan?” tanya Rara.
“Ah iya, kenapa?”
“Bisa lihat ikan koi di kolam? Sepertinya ada yang tidak sehat.”
“Tentu, Rara,” ucap Yuta yang berdiri lebih dulu dan meninggalkan tempat itu.
Sementara Rara masih berada di sana memberikan tatapan tajam pada dua orang pria yang masih duduk. “Jangan melakukan hal itu, dia tamu kita.”
“Dia ingin memeluk Mommy.”
__ADS_1
“Iya, Sayang. kau pikir aku tidak cemburu?”
Pertanyaan Luke membuat Rara terkekeh seketika, dia merasa malu. “Oh ayolah, dia jauh berada di bawahmu. Sebentar ya, aku ingin menanyakan perihal teman-temanku yang ada di sini. Kalian tunggu saja.”
“Kau mau berduaan dengannya, Honey?” tanya Luke tidak terima.
“Tidak berdua, ada ikan yang melihat. Lagipula aku hanya bernafsu padamu, tenang saja,” ucap Rara melangkah pergi begitu saja.
Yang mana membuat Luke menghela napasnya kemudian menatap Lucas. “Ingin jalan jalan ke pasar di depan?”
“Meninggalkan Mommy?”
“Mommy akan menggila jika Daddy hilang, ayo ke sana sebentar.” Luke berdiri dari duduknya, sambil menggendong Lucas dia mendekati penjaga wanita di sana. “Bisa kau tolong awasi mereka berdua, Nek?”
“Tentu, Tuan.”
🌹🌹🌹🌹
“Kita mau apa?” tanya Luke bingung.
“Lucas, ingin bermain sesuatu, Son?”
“I think no.”
“Lalu apa yang kau inginkan?”
“Nothing, Daddy,” ucapnya menyandarkan kepala pada bahu sang Daddy.
“Lalu kita akan melakukan apa? Berdiam terus di sini?”
Sampai manik Lucas melihat adanya danau yang berada tidak jauh dari pasar itu. “Bagaimana kalau kita membeli sesuatu kemudian memakannya di sana?”
“Oke.”
“Lucas ingin turun, Dad.”
Luke mengangguk menyetujui permintaan putranya, dia menurunkan sang anak dan melangkah menndekati bar makanan yang diinginkan Lucas. Tidak lupa tangan mereka selalu bertautan supaya tidak hilang.
__ADS_1
Berhenti di salah satu bar makanan yang menjual kue mochi, Luke membeli dua dus beraneka rasa sesuai yang diinginkan sang putra.
Dan saat Luke dan Lucas membeli makanan di bar itu, ada seorang anak kecil yang seumuran dengan Lucas dan membeli makanan sendirian. Luke sibuk dengan transaksi, sementara Lucas sibuk memperhatikan anak perempuan itu. Rambutnya pirang, membuat Lucas berspekulasi kalau dia bisa bahasa Inggris.
“Hai, kau turis?” tanya Lucas lebih dulu.
“Ya, aku menginap di sini.”
“Dengan siapa kau ke sini?”
“Dengan Mamaku, dia ada di sana. Aku Clara.”
“Aku Lucas.”
Mereka berdua bersalaman, yang mana hal itu menarik perhatian Luke. Dia tersenyum melihat putranya akrab dengan anak seumuran dengannya.
“Mau naik wahana itu?” tawar anak itu.
Lucas mengangguk kemudian menatap Daddy-nya. “Ingin naik kereta itu,” tunjuknya.
“Oke, Daddy yang akan mengawasi kalian.”
“Horee, terima kasih, Uncle. Perkenalkan aku Clara,” ucapnya kemudian menarik tangan Lucas untuk lebih dulu melangkah menuju wahana itu.
Luke mengikutinya dari belakang, sampai langkahnya mulai pelan dan dia bergumam, “Tunggu, aku merasa sendirian sekarang. kenapa Rara belum menelpon dan mencariku?”
🌹🌹🌹🌹
 
 
TBC
 
 
__ADS_1