Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Nonaktif


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BUAT BACA NOVEL INI YA PARA KESAYANGANNYA EMAK.🌹


“Dengarkan aku, siapapun kau….,” ucap Rara berdehem. “Siapapun kau, darimana pun asalnya, jika kau mengganggu suamiku, mengusik kebahagiaanku dan mencoba menggodanya, aku akan mencarimu, aku akan menemukanmu, lalu aku akan mengurungmu, mengulitimu dan membuatmu menyesal telah hidup di dunia.”


Kemudian Rara menutup telponnya sepihak, dia menatap tidak percaya pada ponselnya. “Bagaimana bisa ada makhluk gila seperti dia? Apa dia benar benar mencari masalah denganku? Berani beraninya menyebut Luke suaminya? Apa dia terobsesi dengan milikku? Dasar perempuan gila, akan aku gantung dia.”


Kate yang melihat itu mengerutkan keningnya dan mendekat. “Anda baik baik saja, Nyonya?”


“Ada seorang wanita yang mengangkat telpon Luke.”


“Astaga,” gumam Kate tidak percaya. Dia yakin sekarang majikannya sedang marah dan salah paham. Yang mana membuat Kate menggenggam tangan Rara dan membawanya duduk di sofa.


“Ada apa ini?” gumam Rara bingung melihat wajah iba dari Kate.


“Nyonya, dengarkan saya. Mungkin itu adalah wanita iseng yang ingin membuat anda kesal, Tuan Luke juga tidak mungkin memperkerjakan wanita gila, pasti ada kesalahpahaman di sini.”


Rara tersenyum mengerti maksud Kate, yang mana membuatnya segera menggenggam balik tangan keriput itu. “Aku tahu, Kate, tidak mungkin kalau Luke melakukan hal yang aneh dibelakangku, jangan khawatirkan apapun. Otakku masih waras.”


Kemudian Rara menatap ponselnya yang hampir habis baterai, dia mematikannya.


“Aku akan bermain bersama Lucas, dan aku ingin pudding.”


“Akan saya buatkan, Nyonya.”

__ADS_1


“Aku juga memesan paket yang isinya makanan, jika sudah datang antarkan kepadaku. Tolong rapikan isinya, maksudku buka.”


“Baik, Nyonya.”


Kate tersenyum melihat Rara yang tidak mudah terpengaruhi meskipun ingatannya terjebak di umur 17 tahun. 


Kate memasak apa yang Rara inginkan, dengan penuh kasih sayang. Dia beruntung bekerja di sini, dengan fasilitas yang sangat sempurna dan jauh dari keramaian.


Juga, Kate melihat Rara mulai terbiasa hidup di sini.


“Paket untuk Nyonya Rara, Kate,” ucap salah satu pelayan di sini.


“Oh, aku akan mengantarkannya.” Kate menerimanya dan membukanya lebih dulu.


Alangkah terkejutnya dia, isinya adalah permen, lollipop dan berbagai makanan manis lainnya. Benar benar……, “Khas anak anak.”


🌹🌹🌹🌹


“Oh ayolaaahhh, aku harus menerjang jal🌹ang sialan itu. Jangan sampai Luke pulang lagi ke sana.”


TOK!


“Nona Medinaa!”


Tubuh Medina semakin gementar saat mendengar suara Dev diluar sana, dia yakin jika pria itu kini mengetahui apa yang ada dalam pikirannya.


“Nona Medina! Buka pintunya!”

__ADS_1


Kemudian… CEKLEK!


Pintu terbuka, yang membuat Medina otomatis melemparkan ponselnya ke atas kasur, dirinya berdiri tegap melihat kedatangan Luke dan juga Dev.


“Sudah kuduga,” gumam Dev.


Dan Luke yang saat itu kehilangan kendali hanya menatap Medina nyalang, sepersekian detik saat tubuh mereka berdekatan, Luke mencengkram kuat bahu Medina.


“Akkhhh! Sakit!” 


“Kau sudah aku peringatkan untuk tidak mencampuri urusanku dengan Rara. Kau mencari masalah?”


Medina ketakutan, untuk pertama kalinya dia melihat sirat amarah di mata Luke. Seolah siap menelannya kapan saja.


“Maaf, Nona, ini pesanan anda,” ucap seorang petugas hotel yang datang di saat yang tepat. Dan saat itu, posisi pintu terbuka.


“Tuan…,” ucap Dev mengingatkan.


Yang mana membuat Luke melepaskan cengkramannya. Dia mengambil ponsel miliknya dan keluar dari sana.


Dilihatnya ada panggilan selama lima menit, tentu saja itu bukan dirinya.


Luke mencoba menghubungi Rara, tapi ponselnya tidak aktif. “Oh Rara, please….”


Berulang kali, tapi gagal. Nomor itu tidak kunjung aktif.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2