Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Rooftop


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Acara berlangsung sampai malam hari, membuat Rara tidak sabaran kapan dirinya akan dilamar oleh Luke. Bukankah seharusnya hari ini? tapi Luke terlihat sangat sibuk dengan beberapa orang. Bahkan rumah Kakek Nobles sekarang dipenuhi beberapa orang asing yang membuat Rara memilih untuk mengurung dirinya di kamar.


Dia menarik napasnya bertanya tanya kapan Luke akan membawanya pergi.


Sampai suara tangisa mengalihkan perhatiannya, dia berjalan pada Lucas dan menggendongnya. “Kenapa kau bangun, kesayangan? Ingin minum susu?”


Lucas masih menangis saat Rara memakaikan alat menggendong kemudian membawa bayinya menuju ke dapur sambil menepuk nepuk pantatnya supaya tenang. Dan Luke? Entah pria itu kemana, Rara ingin berfikir positive kalau Luke sedang mempersiapkan kejutannya, tapi dia takut jika ada wanita liar yang menggodanya di luar sana.


“Nyonya, anda butuh bantuan?” tanya Kate yang mendapati majikannya tengah sendirian berada di dapur.


“Tidak perlu, aku hanya membuat susu, kapan pesta ini akan berakhir, Kate?”


Tatapan Rara terpaku pada orang orang di halaman belakang yang sedang pesta barbeque sambil berdansa. Dan mereka semua didominasi oleh manula.


“Mungkin saat pergantian hari.”


“Astaga, mereka berisik. Lucas tidak tenang dalam tidurnya.”


“Apakah anda ingin menyewa penginapan?” tanya Kate.


Rara menggeleng. “Tidak, aku akan di sini menunggu Luke melamarku.”


Saat itu juga Kate tersedak oleh ludahnya sendiri. “Anda tahu, Nyonya?”


“Nenek memberitahukannya padaku. Apa kau tau dimana Luke sekarang? Aku takut ada wanita yang membawanya.”


“Dia akan segera datang. Maka dari itu biarkan Tuan Lucas diasuh oleh saya.”


Tatapan Rara turun, dia menciumi wajah Lucas sebelum diserahkan kepada Kate. “Anak Mommy tersayang, jangan khawatir. Doakan Mommy, Mommy akan berjuang untuk mendapatkan Daddy mu, supaya kau punya keluarga yang lengkap oke? Mommy menyayangimu.”


Kate tersentuh mendengar penuturan itu, dia membawa Lucas ke dalam gendongannya. “Saya pikir Tuan akan tiba dalam beberapa menit lagi.”


Rara mengangguk. “Bawalah Lucas tidur di kamarmu.”

__ADS_1


Setelahnya, Rara meminum susu sisa yang ada dalam gelas. Dia sendirian di dapur memakan beberapa camilan. Sampai telinganya mendengar suara langkah dari arah belakang, Rara tersenyum.


“Kenapa kau la….. Oh maaf, aku pikir orang lain.”


“Aku akan membawa kecap, dimana tempatnya?”


“Di rak ketiga.”


“Oke, terima kasih.”


Rara hanya mengangguk dan menunggu kedatangan Luke. Suara langkah membuatnya berbalik lagi, ternyata bukan pria pujaannya. “Mencari apa?”


“Kecap asin.”


“Di rak ketiga.”


Sampai ada orang ketiga datang setelah beberapa menit sendirian lagi, Rara hanya menghela napasnya. “Kecap apa yang kau perlukan lagi?”


“Kecap?”


“Luke?”


“Kemana kau akan membawaku?” tanya Rara dengan pipi yang memerah menahan malu. “Katakan padaku.”


“Suatu tempat, jangan khawatir. Kita akan kembali malam ini juga, aku hanya ingin makan malam tenang bersama denganmu di atap.”


“Atap apa?”


Mobil biru tua itu berhenti di depan sebuah bangunan terbengkalai, yang mana membuat Rara menatap tidak percaya. Apa sebenarnya Luke akan mengajaknya melakukan uji nyali dan bukan melamarnya? Jika melamar di tempat seperti ini apa maksudnya? Apakah agar saksinya para setan?


“Kenapa kita ke sini? Apa kita akan melakukan uji nyali?”


Luke tertawa dan menggenggam tangan Rara saat mereka masuk dan menaiki tangga usang menuju ke atap. “Ini gila, aku lelah dan takut, Luke.”


“Ayolah sebentar lagi, aku banyak mencari tahu tentang tempat ini, ini sangat cocok untuk melihat keindahan Minesota.”


“Astaga, apa yang akan kita makan… disana?” suara Rara tersenggal senggal karena dia merasa sangat lelah. “Apa kita akan makan mayat?”


Luke malah tertawa. “Pemikiran jenis apa itu.”

__ADS_1


Sampai akhirnya mereka sampai di atap, Rara takjub dengan apa yang disiapkan oleh pria itu. Ini jauh berbeda dengan apa yang ada di dalam pikirannya. “Woaaah, bagaimana mereka bisa ada di sini? Apa helicopter yang menurunkannya?”



“Tentu tidak, aku punya banyak cara. Ayo kita ke sana.”


Rara tersenyum lebar, sampai dia menghentikan langkah melihat sosok yang ada dalam kegelapan.


“Ada apa?” tanya Luke.


“Ada seseorang di sana.”


“Rara, jangan bercanda.”


Rara tidak memalingkan wajahnya dari kegelapan itu. “Keluar kau dari sana, Sialaan! Apa yang kau inginkan?!” Rara bahkan memegang tangan Luke seolah melindungi pria itu.


Sampai sosok itu datang pada cahaya, yang mana membuat mata Luke membulat seketika. “Medina?”


Medina tertawa, dia menatap sekitar. “Kau akan melamarnya di sini, Luke? Kau akan menikahinya sementara aku masih menjadi istrimu?”


“Hentikan ini.”


Medina melemparkan beberapa foto di hadapan kaki pasangan itu. Foto itu adalah foto Medina dan Luke yang sedang menikah, kemudian foto USG.


“Aku adalah istri sah nya, dan aku sedang mengandung anaknya. Kau hanya simpanan, sebaiknya kau mengingat siapa jati dirimu yang sebenarnya. Pria itu milikku, kau hanya sampah tidak berguna.”


“Tidak, Rara. Biar aku je⸻”


“Oh sialaan,” gumam Rara tertawa sinis.


BUK! Rara memukul leher belakang Luke seketika sehingga pria itu pingsan dan terjatuh di atas lantai atap.


Medina membulat melihat adegan tidak terduga itu. “Apa yang kau lakukan pada suamiku?”


Rara tertawa. “Dia tidak boleh melihat apa yang akan aku lakukan kepadamu, Medina. Datanglah ke sini, kau akan bicara dengan Rara Kanazawa yang sebenarnya,” ucap Rara sambil membuka jaket miliknya dan melempar ke sembarang arah.


🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2