Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Tidak melepaskan


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN SEMUA, JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI YA. I LOVE YOU GAIS.🌹


Medina menceritakan semuanya pada Robert sekarang ini, bagaimana kehidupannya dengan Luke, dengan disambung wanita penghancur dalam hubungannya. 


“Wah…..” Robert mengambil minuman di depannya sambil menggelengkan kepala tidak percaya, dia menyeruput guava juice di tangannya dengan telinga masih setia mendengarkan apa yang Medina katakan. “Kehidupanmu tidak bahagia, kau malah lebih sengsara saat ini.”


Medina berdecak dan menendang kaki Robert yang ada di bawah meja. “Bisakah kau mendengarkanku dulu?”


“Oke oke, lanjutkan,” ucap Robert melihat ke sembarang arah sambil menikmati hari yang indah.


Kini mereka berdua berada di salah satu resto, untuk membincangkan masalah yang akan mereka selesaikan.


“Jadi….,” ucapan Medina menggantung setelah dia mengatakan apa keinginannya. “Kau bisa menemukannya?”


“Kau punya nomornya?”


Medina menggeleng. “Tapi kau bisa melacak nomor Luke saat pria itu berada di tempat wanita simpanannya.”


“Menarik, tapi sayangnya aku tidak bisa melacak seenaknya, kau tahu aku ditegur oleh ayahku dan tidak bisa melakukan seenaknya.”


“Aku mohon,” ucap Medina menggenggam tangan Robert yang ada di atas meja, matanya berkaca kaca. “Aku sangat mencintainya, aku ingin menyingkirkan wanita itu.”


“Lalu apa yang akan kau lakukan jika sudah menemukannya? Kau akan berbuat sesuatu yang jahat? Kau bisa dipenjara,” ucap Robert memperingati, kemudian disambung dengan kalimat, “Penjara itu tidak menyenangkan.”


“Aku akan memaksanya pergi.”


“Dengan semua kata katamu? Mungkin tidak akan mempan mengingat sekarang dia sudah berani padamu.”


“Setidaknya bisa aku coba, ayolah kumohon bantu aku.”


“Oke, tapi aku punya satu syarat.”


“Apa?” tanya Medina menarik tangannya, matanya memicing menatap Robert yang sepertinya juga merencanakan sesuatu yang licik.

__ADS_1


“Ikut denganku ke London.”


“Apa? Untuk apa?”


“Aku harus bertemu kolega ayahku, kita akan di sana seminggu. Setelah itu kita akan ke Swiss. Bagaimana?”


“Kau janji akan menemukan wanita itu?”


“Perlu kita memakai surat perjanjian?” tantang Robert.


Yang mana membuat Medina berdehem. “Tapi bagaimana jika ada orang yang mengenaliku? Mereka akan membuat berita yang tidak tidak.”


“Siapa yang berani memuat berita tentangku? Ayolah kau tau siapa aku, aku hanya perlu ditemani.”


“Baiklah.”


🌹🌹🌹🌹


Desa Guarda, Swiss.


“Eum……, bagaimana kalau kita kembali ke villa saja?” tanya Rara yang mana membuat Luke mengalihkan pandangan padanya.


Mata Rara tidak bisa focus, dia melihat villa, kemudian para wanita yang berlalu lalang, kemudian pada tenda besar menyerupai sirkus yang akan menjadi tempat festival.


Kembang api sudah menyala di langit sore, riuh para warga semakin menghangatkan suasana. Ada beberapa turis yang sengaja datang untuk hal ini. dan dia akan melewatkannya begitu saja?


“Rara, jadi apa yang kau inginkan sekarang?”


“Aku ingin ke festival,” ucapnya pelan.


“Kalau begitu ayo.”


Rara mengerucutkan bibirnya dan menggandeng tangan Luke sambil melangkah, dia sesekali mengeratkan gandengannya ketika ada beberapa pasang mata yang tertarik dengan keberadaan Luke. “Dasar wanita gatal.”


“Kau bilang apa?”


“Mereka terlalu banyak,” rengek Rara sambil mengadah menatap mata Luke.

__ADS_1


“Apanya yang banyak?”


“Wanita, mereka melihatmu seperti singa yang melihat rusa.”


“Apa maksudmu?”


“Luke, kau itu tampan, mereka tertarik padamu.”


“Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku sudah dimiliki olehmu, jadi mereka tidak akan macam macam.”


Mendengar itu membuat Rara kembali tersenyum, dia berjinjit kemudian… CUP.


Mengecup pipi Luke.


“Jangan melakukan itu di depan banyak orang.”


“Tapi mereka harus tahu kalau kau itu suamiku, milikku. Tidakkah kau paham?”


“Mereka tahu, siapa yang tidak tahu jika kau menggandengku seerat ini.”


Rara mendengus kesal, para gadis desa Guarda itu tidak juga mengalihkan pandangannya. Apalagi saat kaki Rara menginjak area pemukiman yang padat rumah, mereka yang bersiap dengan pakaian khasnya itu memperlihatkan mata penuh ketertarikan.


“Luke, pegang pinggangku.”


“Apa?” tanya Luke bingung saat masih berjalan.


“Pegang pinggangku, seperti ini,” ucap Rara menempatkan tangan Luke di pinggangnya kemudian dia berjalan dengan penuh kesombongan.


Tidak juga membuat mata mereka mengalihkan pandang, Rara memiliki ide.


Rara berteriak seketika, “Suamiku! Jaga tanganmu! Ini tempat umu, Sayang!”


Seketika Luke melepaskan tangannya dari pinggang Rara.


Beberapa warga di sana menengok pada mereka. Rara tertawa malu malu. “Maaf, kami baru punya satu anak, suamiku menginginkan 16 anak untuk keluarga kami.”


🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE 


__ADS_2