
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
Untuk pertama kalinya, Dev menggendong Lucas. Dia terlihat sangat mungil, menggemasakan sekali. Mengingatkan Dev pada masa lalu Luke, yang juga setampan ini.
"Dia mirip denganmu," ucap Dev.
Luke mengangguk. "Apa kau berfikir Kakek akan menerimanya jika sudah melihatnya?"
"Aku tidak yakin, dia sedikit….."
"Ya, aku paham. Keturunan sangat penting untuknya."
"Kita selesaikan perjanjian itu, Medina yang akan bersalah di mata Kakekmu. Jadi tidak ada alasan yang bisa menahanmu untuk bersama dengan Rara dan anak kalian."
"Mereka pasti akan mencoba mencari keberadaan Rara dan Lucas."
"Tempat ini tidak akan terduga."
Luke mengangguk. "Aku tahu."
Kemudian tangannya terangkat memberi isyarat agar Lucas kembali ke pelukannya.
Dev memberikannya.
"Aku ingin meminta sesuatu."
"Apa itu?"
"Ini mungkin kejam, aku ingin dokter itu berhenti mencari obat untuk Rara."
Dev menegang seketika, dia berkata dengan suara beratnya sebagai orang yang turut andil membesarkan Luke. Dev memberi peringatan. "Luke."
"Aku hanya merasa ini bukan waktu yang tepat untuk dia bangun."
__ADS_1
"Kau berkata seolah ingin dia mati."
"Tentu tidak, aku ingin hidup bersamanya. Tapi jika sekarang Rara bangun, bagaimana jika dia membawa Lucas pergi?"
"Dia akan paham apa yang kau lakukan."
Dev menggeleng. "Suruh dia hentikan itu untuk sementara."
"Biarkan dia mencari obat, kita tidak harus menggunakannya sekarang."
Luke terdiam sejenak.
"Bagaimana?"
"Baiklah," ucapnya. "Tolong bersiap, kita akan ke kota."
"Baik, Tuan."
Luke naik ke lantai dua untuk mengembalikan Lucas ke dalam box nya. Di sana ada sang pengasuh Kate.
"Apa Tuan Muda ini lapar?" Tanya wanita tua itu mengambil alih Lucas.
"Baik, Tuan."
Kate meninggalkan kamar dengan membawa bayi Lucas.
Menyisakan Luke yang bungkam dengan kaki mendekat ke arah Rara yang masih terbaring di sana.
Luke duduk di samping Rara, dia menggenggam tangan wanita yang masih juga memejamkan matanya itu.
Kemudian berkata, "Ini hanya sebentar, kumohon berikan aku kesempatan."
🌹🌹🌹
Siang ini Luke akan menemui Kakeknya sesuai keinginannya sebelum hari besar besok.
Luke sudah bersiap untuk melakukan banyak argumen dengan kedua orang yang akan ditemuinya.
__ADS_1
Dan anehnya, Kakek Nobles mengirimkan lokasi yang berbeda dari biasanya. Bukan di restaurant atau pun rumahnya sendiri.
Ini adalah lokasi baru yang belum pernah didatangi Luke.
Dan ternyata itu adalah sebuah rumah yang jaraknya tidak cukup jauh dari rumah sang kakek. Luke sudah mulai mencurigai sesuatu.
Dia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah dengan pintu yang sudah terbuka itu.
"Luke!" Teriak Kakek Nobles yang menuruni tangga diikuti Medina di belakangnya. "Bagaimana menurutmu?"
"Apa?"
"Ini rumah tempat kau dan Medina akan tinggal setelah menikah."
Luke terkejut bukan main, yang berarti Medina akan mudah mengendalikannya. Apalagi dekat dengan rumah sang Kakek.
"Aku akan tinggal di sini?"
Kakek Nobles tersenyum. Dia menepuk bahu cucunya. "Ya, ini untukmu."
"Kakek, lebih baik aku tinggal di aparteme yang dekat dengan kantorku bekerja."
"Ini hanya beda beberapa menit, Luke."
Luke menghela napas dalam.
Membuat Kakek Nobles berkata, "Ya, Kakek tahu kau masih kesal. Tapi percayalah, setelah menikah kau akan sadar bagaimana Medina lebih baik dari wanita pembunuh itu. Dan tanpa Kakek minta kau akan meninggalkannya."
Luke memilih diam sejenak menahan amarahnya.
"Sembunyikan saja dia, Kakek tidak peduli. Suatu saat kau akan melihat Medina, bahwa dia memiliki semuanya daripada wanita itu."
Kemudian Kakek Nobles melangkah. "Ayo lihat halaman belakangnya."
Medina masih berdiri di sana menghadap Luke, membuat Luke menatapnya tajam.
Medina mengangkat bahunya. "Tenang, aku yang akan membuat kesalahan dan kita akan bercerai. Jangan khawatir, kau bisa hidup dengan wanita itu."
__ADS_1
🌹🌹🌹
TBC