Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Ancaman Kematian


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BAACA CERITA INI.🌹


Karena membutuhkan udara segar atas pemikirannya, Luke memilih untuk mengendarai ferarri abu abu itu menuju keluar dari wilayah ares hotel. Mencari tempat yang segar sambil berkutat dengan pemikirannya sendiri.


Apa alasan khusus untuk Kakek Nobles merubah pikirannya? Apa dia sedang menjalankan rencana bersama Medina? Apakah ini hanya akal tipuan belaka? Apa yang sebenarnya terjadi?


Karena rencana rencana licik yang pernah dilakukan oleh Medina dan Kakek Nobles terlalu banyak sampai sampai Luke tidak ingin lagi mempercayai mereka.


“Tenanglah, Luke…., jangan gegabah dan mempertemukan mereka. Bagaimana jika Kakek memicu trauma Rara dan membuat ingatannya kembali?” tanya Luke pada dirinya sendiri.


Mencoba menahan agar tidak bertindak gegabah. Tentu saja kebahagiaan itu ada, dia sangat ingin mempertemukan Kakek dan putranya itu.


Sampai Luke berhenti di pinggi danau, dia keluar dari mobil dan memilih duduk di bangku usang yang berada di pinggir danau. Sepertinya ini tempat favorite yang sudah kehilangan popularitasnya.


Sungguh, Luke menyukai tempat ini.


“Ah…., aku merindukan Rara. Haruskah aku foto tempat ini?” gumam Luke sambil merogoh sakunya.


Dia terdiam sejenak, meraba bagian tubuhnya yang memiliki saku.


“Shiit,” umpatnya begitu mengingat kalau ponselnya berada di dalam saku jas. Dan jas itu ada di tangan Medina. 


Luke menggila, dia mengendarai mobilnya dengan kecepat penuh. Tidak ada lagi kedamaian dalam dirinya.


Dia takut jika Medina melakukan hal buruk, seperti menelpon Rara, mengatakan hal hal yang memicu masa lalunya.

__ADS_1


“Tuan?” tanya Dev terkejut begitu dia melihat Luke yang keluar dari mobil dengan terengah engah


“Dimana jasku yang dibawa Medina?”


“Dia membawanya.”


“Ada ponselku di sana.”


“Aku akan mengambilnya,” ucap Dev bergegas, dia juga memikirkan hal yang sama dengan Luke.


Dan Luke tahu itu tidak akan menghasilkan apa apa, dia mendekat kea rah resepsionis. “Berikan aku kunci kamar Medina.”


“Maaf, Tuan. Itu privacy, anda tidak bisa me⸻”


“Tuan Luke, ada yang bisa saya bantu?” tanya pria berjas menghentikan kalimat resepsionis tersebut.


“Aku butuh kunci cadangan untuk ke kamar istriku, aku menghilangkannya.”


“Ah…., sayang sekali, Tuan. Saya akan memberikan kunci cadangannya. Silahkan, Tuan.”


🌹🌹🌹🌹🌹


“Aku istri Luke Tobias Russel, Jal*ng sialan! Aku berhasil menikahinya!” teriak Medina dengan penuh kekesalan. “Tinggalkan dia! Aku akan memiliki bayi dengannya! Bayiku yang akan menjadi penerusnya! Bukan anak harammu!”


“Hei, hei, siapa yang kau katakan itu hah?! Akan aku laporkan kau wanita licik! Kembalikan ponsel suamiku! Kau pencuri bodoh malah menelpon istrinya!”


Medina mengepalkan tangannya, amarahnya sudah berada di ubun ubun mendengar kalimat Rara yang tidak masuk akal.


“Kau benar benar bodoh? Kau akan bertahan? Lihat saja, Luke akan berpaling darimu.”

__ADS_1


“Astaga,” gumam Rara. “Apa kau membuka file file milik suamiku kemudian berkhayal? Kau sedang mabuk? Dasar bodoh.”


“Aku Medina! Aku istrinya Luke!”


“Aku tidak bicara dengan orang gila. Kembalikan itu pada suamiku atau aku telpon Dev untuk membawa polisi dan menggantung kepalamu, bodoh.”


“Kau……” Medina mengetatkan rahangnya, ternyata Rara menjadi seberani ini padanya. “Kau terbuai dengan harta Luke? Akan aku buat dia tidak pernah pulang. Aku Medina.”


“Astaga…., apa kau bangkit dari kubur?”


“Apa?”


“Kau Medina? Pedro Medina? Seorang criminal yang dihukum mati?”


“Kau bermain main denganku.”


“Dengarkan aku, siapapun kau….,” ucap Rara berdehem di sana. “Siapapun kau, darimana pun asalnya, jika kau mengganggu suamiku, mengusik kebahagiaanku dan mencoba menggodanya, aku akan mencarimu, aku akan menemukanmu, lalu aku akan mengurungmu, mengulitimu dan membuatmu menyesal telah hidup di dunia.”


Medina menelan ludahnya kasar, kemudian disusul dengan ketukan pintu.


TOK!


TOK!


“Nona Medina! Buka pintunya!”


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2