
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
Rara menatap Kate yang mengajarkan bagaimana cara dirinya berbelanja online, dan membayarnya dengan mudah.
“Sudah, Nyonya. Kartu debit anda sudah terdaftar, anda tinggal memasukan kata sandinya jika akan melakukan Check out.”
“Bagaimana dengan pengirimannya?”
“Karena dekat dengan pusat kota, ini tidak akan sampai satu hari.”
“Ah, kita menuju pusat kota hanya tiga jam?”
Kate mengangguk.
Membuat Rara menarik napasnya dalam. “Aku sangat ingin pergi ke sana.”
Kate terkejut, dia jelas tidak boleh membawa majikannya ke manapun. “Mungkin anda bisa ke sana bersama dengan Tuan Luke.”
“Ya, aku harus menjelajah lagi tempat ini, aku melupakan banyak hal.”
Kate tersenyum. “Ini ponsel anda, Nyonya.”
“Terima kasih, Kate," ucap Rara yang tidak sabaran untuk segera melakukan berbagai macam check out. "Bisa kau lihat Lucas sebentar, jika dia sudah selesai dimandikan tolong dibawa ke sini."
"Baik, Nyonya."
Sambil merebahkan dirinya, Rara memilih pakian pakaian seksi yang akan dia kenakan untuk menyambut kedatangan Luke.
"Mana yang bagus ya?"
__ADS_1
Jarinya terus saja berseluncur di atas layar supaya dirinya bisa memasukan ke dalam keranjang.
"Masuk, masuk, masuk, masuk."
Itulah yang Rara ucapkan saat dirinya memilih berbagai pakaian seksi.
"Aku harus beli jubahnya, supaya Luke tidak curiga. Ah, dan ini sangat bagus, aku ingin yang ini."
Rara tersenyum malu mengingat bagaimana dirinya akan mengenakan pakaian pakaian itu.
"Bagaimana ini, aku sudah malu sebelum memulainya."
Sampai Rara memesannya, dia berteriak kegirangan.
"Ada apa, Nyonya?"
"Tidak ada, aku hanya senang telah berhasil memesannya."
"Wah, benarkah."
"Tuan Muda sedang memakai baju.”
Dan saat terdengar suara tangisan, Rara langsung beranjak ke sana. Dia berlari kecil menuju putranya. “Anak Mommy tersayang. Kenapa kau menangis?”
Dengan Rara yang ada di sampingnya, Lucas perlahan terdiam. Meskipun bibirnnya masih penuh dengan air liur karena tangisan.
“Heungh…. Nghhhhhh….,” ucap Lucas seolah mengdu.
“Iya, kenapa? pakai bajumu dulu, nanti Mommy gendong. Oke?”
🌹🌹🌹🌹🌹
Luke baru bisa pulang setelah menyelesaikan semuanya, dan lusa dia harus mengantar kakek ke bandara untuk liburan.
__ADS_1
Karena sedang malas menyetir, Luke meminta Dev mengantarkannya ke Guarda. Sementara itu, dia mematikan ponsel guna menghindari Medina.
“Dia tidak akan ke sana sendirian bukan?”
“Siapa, Tuan?”
“Kakekku.”
“Tentu tidak, dia memiliki pelayan dan perawat yang akan ikut bersamanya.”
Luke mengangguk anggukan kepalanya. “Jangan berhenti dimanapun, kita harus langsung ke Guarda.”
“Maaf mengatakan ini, Tuan,” ucapan Dev menggantung. “Tapi menghindari Nona Medina tidak akan menyelesaikan masalah.”
Dev mencoba mengingatkan perihal perjanjian itu supaya Luke tidak kehilangan separuh hartanya. Perjanjian yang dibuat, jika salahsatunya melanggar, maka ganti rugi adalah separuh harta yang dirugikan.
“Tidak, aku akan ke sana saat hari rabu saja. jangan khawatir. Sebenarnya itu menyebalkan, tapi aku hanya akan menjadi suaminya jika berada di depan orang lain.”
“Dia menelpon terus, meminta anda datang untuk menghadiri acara pernikahan temannya.”
“Kapan?”
“Lusa, bersamaan dengan keberangkatan Kakek anda.”
“Akan aku pertimbangkan.”
“Saran saya, anda menyetujuinya, lalu anda bisa menjauhinya selama satu minggu.”
“Akan aku pertimbangkan nanti, Dev. Yang ingin aku lakukan saat ini hanyalah menemui Lucas.”
Dan saat Luke mengaktifkan ponselnya, sebuah pesan masuk dari Rara.
“Lukeeee, cepat pulang. Aku merindukanmuuuuu.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE