Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Tidak menyeimbangi


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA CERITA INI YA.🌹


“Tunggu,” ucap Luke menahan Rara yang hendak membuka bra nya. “Ini dini hari, bukankah seharusnya kau istrihat? Ayo tidur.”


Rara yang masih berada di pangkuan Luke itu terkejut, dia memicingkan matanya. “Kau tega?”


“Bukan begitu.”


“Aku menunggumu dari tadi karena aku kesal dengan wanita yang mengambil ponselmu. Dan kau tidak ingin meredakan amarahku?”


“Aku akan melakukannya, akan aku redakan. Tapi bukan dengan cara ini, kau seharusnya tidur dan istirahat, Rara.”


Rara menggeleng, dengan senyum miringnya dia memikirkan ide lain. Jemarinya merayap menuju dada Luke, membuka dasi dan kancing atasnya.


“Aku tidak ingin kau menyesalinya.”


PLAK! Rara memukul tangan Luke yang hendak menghentikannya.


“Jangan ganggu aku.”


Dan saat melihat kaos dalam, Rara mengangkatnya hingga memperlihatkan perut kotak kotak Luke.


“Bagaimana dengan empat ronde? Itu bisa sampai pagi bukan?”


“Rara, jangan main main,” ucap Luke memperingatkan saat jemari lentiknya mulai memegang perutnya kemudian menciumnya.


“Ayolah, kau bukan pengecut ‘kan?”

__ADS_1


Luke memejamkan matanya, “Damn,” gumamnya saat Rara membuka lembar kain terakhir di dadanya. “Kuharap kau tidak menyesalinya.”


“Ahhhh!” teriak Rara saat Luke membalikan tubuhnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Aku lelah….,” gumam Rara memejamkan matanya sambil memegang bisep Luke. Pria itu terus bergerak di atasnya, tanpa henti sambil memberikan senyuman miring. “Hentikan…”


“Aku bahkan belum mendapatkan pelepasanku, Rara,” ucap Luke menundukan tubuhnya, memberi ciuman pada leher Rara kemudian merambat ke bibir.


Tangan Luke kembali aktif memelintir sesuatu yang seharusnya menjadi sumber makanan Lucas.


“Emmpphhhh…..,” desahan Rara tertahan. 


Inilah yang biasanya terjadi, Rara sudah mendapatkan puncaknya sebanyak empat kali. Dan Luke belum juga mendapatkannya. Pria itu begitu mendominasi, mengalahkan Rara bahkan dalam menit pertama permainannya.


Saat Luke merasakan sesuatu akan meledak, dia melepaskan pangutan bibirnya.


“Awwhhh……” Tangannya meremas sprei, dengan wajah yang ditenggelamkan ke dalam bantal tatkala benda panjang itu kembali menusuk.


Luke semakin gencar, dengan bibir yang menciumi punggung Rara.


“Akhhh…. Luke….”


“Bersama,” ucap Luke sambil menggigit daun telinga Rara.


Dan akhirnya, Rara memejamkan matanya lega saat pria itu mengeluarkan apa yang seharusnya.


Tubuh Luke ambruk, dengan bibir yang tidak berhenti menciumi punggung Rara.


“Keluarkan.,… kau berat…”

__ADS_1


“Kau yakin akan berakhir sekarang?”


“Luke….,” rengek Rara yang tidak tahan.


Luke menariknya, membuat cairan putih itu menerobos keluar saking banyaknya.


Tangan Luke menarik Rara ke dalam pelukannya, membiarkan wanitanya membaringkan diri di dadanya. 


FYI, keduanya masih dalam keadaan naked. Hanya selimut yang menutupi sampai batas pinggul.


Luke manarik selimut supaya Rara tidak kedinginan. Tangannya mengusap rambut wanita yang memenuhi hatinya.


“Aku lelah,” keluh Rara dengan bibir mengerucut. “Aku ingin tidur, lihat jam berapa sekarang ini. ini dini hari, bagaimana bisa menggempurku seperti itu?”


“Itu baru satu ronde, siapa yang menyerangku lalu menggodaku dengan tiga ronde?”


Wajah Rara merona malu. “Jangan katakan itu. Aku ini orang yang melahirkan Lucas, jangan macam macam.”


Luke terkekeh geli, dia semakin mengeratkan pelukannya. Dia berhadapan dengan Rara , yang mana membuatnya menyembunyikan wajah di dada pria tampan itu.


Luke menggesekan ujung hidungnya di kening Rara, yang mana membuat Rara sadar bahwa sesuatu di bawah sana kembali mengeras.


“Luke,” ucap Rara yang baru juga hendak memejamkan mata.


“Kubilang jangan pernah membangunkanku, kau yang memulai.”


“Eunghhh… Lukee…..,” ucap Rara yang mulai terganggu dengan gesekan di bawah sana.


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2