Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Histeris


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK VOTE DULU BIAR EMAK SEMANGAT.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW BET DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


“Kau akan berangkat hari ini?” tanya Rara yang masih enggan melepaskan pelukan Luke yang masih terbaring. “Bekerja lagi?”


“Akhir pekan nanti aku bebas,” ucap Luke mengusap kepala Rara.


Kini dia mulai bisa mengendalikan diri. Sebelumnya Luke bahkan takut jika dia memberi respon, dirinya akan kembali kehilangan kewarasan seperti sebelumnya. Namun untuk saat ini, dia mulai bisa tenang denngan mengingat kalau Rara adalah wanita yang melahirkan Lucas, dan tidak seharusnya Luke kembali menyakitinya.


“Aku ingin berjalan jalan ke desa,” rengek Rara.


“Kita akan melakukannya bersama nanti jika akhir pekan, oke?”


“Bersama Lucas?”


“Tentu,” ucap Luke.


“Kita harus membawanya, supaya orang tahu kalau kita sudah menikah dan punya anak.”


“Oke, baiklah. Aku akan mandi dulu.”


Rara kembali menahan Luke agar pria itu tidak beranjak.


“Rara, kita sudah membicarakannya.”


“Kiss me.”


Luke kembali menegang, tapi dia mencoba tenang saat Rara dengan senyuman kelincinya mendekatkan wajahnya kemudian memberikan kecupan di bibirnya. Selama ini yang Rara lakukan hanya sapuan bibir saja, sepertinya Rara belum tahu tentang ciuman yang melebihi satu detik.

__ADS_1


“Sudah, kau boleh pergi.”


“Oke…,” ucap Luke beranjak perlahan.


“Dimana Lucas?” 


“Aku menitipkannya pada Nanny semalam.”


“Haruskah kita membuat ruangan terpisah dengan Lucas? Membuatkannya kamar tidur sendiri? Bukankah seharusnya memang begitu?”


“Tidak perlu,” ucap Luke dengan cepat. Dia menelan ludahnya kasar, Luke benar benar khawatir dirinya akan menggila dan kembali melakukan hal bodoh itu pada Rara jika tidak ada Lucas. “Maksdunya, terlalu cepat jika dia harus tidur terpisah. Dia masih butuh ibunya.”


“Dia akan selalu butuh ibunya, tapi asi ku tidak ada. Jadi tidak berpengaruh dia tidur dengan siapa saja.”


“Tapi aku hanya bisa menemuinya saat malam hari. Rara Sayang, kau paham bukan?”


Dan mendengar kata Sayang dari Luke membuat Rara tersipu malu sehingga dia lupa tujuannya. Membuat Rara beedehem dann bangkit dari tidurnya. “Aku akan menemui Lucas dan menyiapkan sarapan.”


Setelah Rara keluar kamar, Luke menghela napasnya sambil menyunggingkan senyumannya, Rara adalah wanita unik. Ternyata seperti itu kepribadian Rara yang sesungguhnya, menggemaskan dan membuat Luke kewalahan.


🌹🌹🌹🌹🌹


“Enak bukan?” tanya Rara dihadapan Luke, dia menampilkan gigi kelincinya yang manis.


Sarapan itu bukan buatan Rara, tapi Rara mengirim permintaan pada pelayan di rumahnya untuk membuatkan sarapan ala korea.


Luke mengangguk meskipun rasanya cukup aneh. “Ini masih terasa asing.”


“Kau tidak suka.”


“Aku hanya kurang beradaptasi, lidahku belum terbiasa dengan rasa ini.”

__ADS_1


“Uh, maafkan aku.”


“Hei, kenapa kau minta maaf?” tanya Luke yang merasa bersalah dengan wajah mendung Rara, dia tidak ingin mengingatkannya akan hal itu lagi, ataupun membuat Rara sedih. “Ini enak, hanya saja aku yang belum terbiasa.”


“Aku minta maaf karena melupakan apa yang kau suka,” gumam Rara. “Apa yang kau suka?”


Saat Luke hendak memberitahu apa yang dia suka, ponselnya lebih dulu berdering, dan itu dari Dev yang menandakan dirinya harus segera pergi.


“Kita bicara lagi nanti, oke. Aku harus segera berangkat.”


“Boleh aku menelponmu nanti?”


“Tentu saja,” ucap Luke berdiri dan mengedarkan pandangannya mencari cari keberadaan Lucas. “Dimana Lucas?”


“Di depan sedang berjemur.”


“Boy… Daddy akan berangkat dulu.”


Dan di sana, Rara terdiam melihat Luke yang menggendong Lucas. Dia memajukan bibirnya kesal karena Luke tidak memeluknya lebih dulu. Membuatnya bertanya, “Apa ini karena aku belum mandi? Dia melewatiku begitu saja.”


Baru juga Rara akan mengeluarkan segala kekesalannya, Luke ternyata kembali masuk kemudian menunduk mengecup bibir Rara.


“Jaga Lucas baik baik ya,” ucap Luke sambil mengusap kepala Rara pelan pelan.


Luke kemudian menaiki mobil dan mengendarainya keluar dari sana.


Saat itu pula, ketika mobil keluar, Rara berteriak seketika, “Aaaaaaaa! Aku dicium pria tampan!”


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE 

__ADS_1


__ADS_2