Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Penggoda


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BUAT BACA CERITA INI YA PARA KESAYANGAN.🌹


Luke telah sampai di negara tujuannya, dia sangat kelelahan karena perjalanan. Menyewa sebuah mobil, Dev mempersiapkan segala kebutuhannya.


“Silahkan masuk, Tuan.”


“Kau sudah membuat reservasi baru?”


Dev mengangguk. “Anda tidak akan satu kamar bersama dengan Nona Medina.”


“Baguslah,” ucap Luke lega. 


Dia masuk ke dalam mobil begitu Dev membukakannya. Dan sebelum pintu tertutup, tiba tiba Medina datang dan ikut duduk di sana. Yang mana membuat Luke menatapnya tajam. “Kau mendapatkan bagianmu, kenapa naik ke sini?”


“Kendaraanku belum datang. Ayolah aku tidak akan mengganggumu,” ucap Medina memakai kacamatanya lalu bersandar.


Dev menatap Luke penuh tanya, menimang apa yang harus dilakukannya. Sementara Luke hanya membiarkannya dan memberikan isyarat agar Dev segera membawanya pergi.


Luke sudah sangat lelah.


Dan dalam perjalanan, Medina menatap Luke yang terlelap. Dia mencari cari ponsel Luke untuk mencari nomor telpon Rara.


“Ekhem!” Dev berdehem, sepertinya dia tahu apa yang akan direncanakan oleh Medina dan otak kotornya.


Medina memalingkan wajahnya. “Apa yang kau pikirkan huh?”


Saat sampai di hotel, Luke berjalan lebih dulu meninggalkan Medina. Yang mana membuatnya kesal.


“Dia benar benar menyebalkan, awas saja jika aku sudah mendapatkan hatimu kembali,” ucap Medina memberikan tatapan pada pegawai di sana untuk mengambil kopernya.


“Atas nama Medina.”


“Ah, Nona Medina. Suatu kehormatan anda datang ke sini.”


“Terima kasih, mana kuncinya?”


“Ini.”

__ADS_1


“Apakah suamiku sudah membawa kunci lainnya?”


“Maaf?”


“Lupakan saja,” ucap Medina menaiki lift menuju kamar yang dia pesan. 


Namun saat Medina masuk, dia tidak mendapati siapapun. Padahal Luke sudah naik lebih dulu.


“Luke?” panggilnya pada suaminya itu. “Luke? Kau dimana?”


Medina mencari ke segala penjuru, tapi tidak ada. Dan saat dia keluar, Medina melihat Dev di koridor, yang mana membuatnya berlari. “Dev! Dimana Luke?”


“Tuan Luke sedang beristirahat, Nona.”


“Dia tidak ada di kamarku.”


“Tuan memesan kamarnya sendiri.”


Medina mengepalkan tangannya kuat. “Sial!”


🌹🌹🌹🌹


Rara begitu kesal karena Luke tidak kunjung mengangkat telponnya, yang mana membuatnya gelisah dan menabrakan diri pada sofa. Rara tengkurap kemudian menendang kakinya ke udara.


Kate yang melihat itu mengerutkan keningnya, melihat majikannya yang sepertinya sedang kesal. “Anda baik baik saja, Nyonya?”


Rara seketika menegakan badannya. “Aku sudah mengiriminya foto Lucas, tapi kenapa tidak kunjung menelponku?”


“Apa yang sedang kita bicarakan, Nyonya?”


“Luke, tentu saja Luke. Suamiku itu tidak kunjung menelponku atau memberiku kabar.”


“Sepertinya di sana sudah malam, Nyonya. Atau Tuan Luke sedang lelah.”


Rara mengembungkan pipinya karena kesal. Yang mana membuat Kate sangat gemas, apalagi tingkahnya seperti remaja berusia 17 tahun pada umumnya yang merajuk karena cinta.


“Apa anda ingin ice cream cokelat, Nyonya?”


“Ya, buatkan aku itu.”


“Baik, Nyonya.”

__ADS_1


Kate segera membuatkannya, Rara menunggu sambil menatap kosong ponselnya.


“Ini dia, Nyonya.”


“Bisakah kau duduk sebentar?”


“Tentu, Nyonya.”


“Boleh aku bertanya?”


Kate mengangguk. 


“Apa kau…. Menikah sebelumnya?”


“Ya, saya menikah. Suami saya sudah meninggal dan anak anak sudah dewasa dan bekerja di negara lain.”


“Um…, kau punya saran bagaimana agar…. Suamimu menempel padamu?”


Kate terdiam sambil berfikir. “Tidak ada cara khusus, Nyonya. Cinta akan selalu tumbuh seiring berjalannya waktu.”


“Hufttt, aku merindukan pria tampan-ku,” gumam Rara menyendokan ice cream ke mulutnya. “Ini sangat enak, aku ingin memotretnya.”


Dan saat selesai, Rara bergumam, “Ice cream ini menggoda bahkan dalam foto.”


Lalu beberapa saat kemudian. “Ah, aku tahu!”


“Ada apa, Nyonya?”


“Tidak, akan kubawa ice cream ini ke kamar,” ucap Rara berlari kecil.


Dia berhenti sejenak dan melihat Lucas di kamarnya sedang tertidur.


“Nyonya,” ucap pengasuh di sana.


“Lanjutkan pekerjaanmu,” ucap Rara berlari ke kamarnya. Setelahnya dia segera membuka pakaian atasnya, kemudian memotretnya.


“Rasakan ini, pria tampan. Kau akan merindukanku setelah melihat ini.”


ME : Aku memakai pewarna kuku, bagaimana pendapatmu?


__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


to BE CONTINUE


__ADS_2