Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Kejutan Baru


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹


Luke melihat Kakeknya sudah pulang, dia segera bergegas untuk pergi ke Guarda.


"Kau mau kemana?"


"Jangan campuri urusanku."


"Setidaknya tetap di sini, ada pelayan yang mungkin bisa melaporkan kepergianmu pada Kakek Nobles."


Yang mana malah membuat Luke tertawa mengejek. "Dia tahu aku tidak akan pernah mau denganmu," ucap Luke keluar dari mansion itu.


Dia tidak menghiraukan panggilan Medina yang memintanya tetap tinggal untuk hari ini saja.


Luke mengendarai mobilnya dengan cepat, dia ingin segera mengetahui kondisi Rara. Bagaimana keadaan Rara dan bayi mereka.


Dari pusat kota ke Guarda membutuhkan waktu sekitar dua jam. Dan Luke mulai kesal, membuat otaknya berputar menginginkan membeli helikopter untuk bisa cepat ke desa Guarda.


Luke melihat jam di tangannya, sudah menunjukan pukul satu pagi. 


Beberapa panggilan tidak Luke hiraukan, dia tidak peduli siapa yang menelpon, dia hanya ingin menemui Rara.


Pukul dua lebih tiga puluh menit, baru Luke sampai di sana.


Saat membuka pintu, Luke melihat Dev  yang masih terjaga.


"Luke, dengarkan dahulu."

__ADS_1


"Aku tidak punya waktu untuk itu," ucap Luke melangkah menaiki tangga menuju lantai dua.


Dan saat akan membuka pintu, Luke berpapasan dengan Kate yang baru saja keluar.


Membuat wajah Kate tersenyum senang. "Selamat, Tuan. Istri anda sudah bangun, silahkan masuk. Dan panggil saya jika butuh. Dokter akan datang besok, Nyonya Rara baik baik saja."


"Terima kasih," ucap Luke kemudian masuk untuk melihat Rara.


Dan di sana, dia melihat Rara yang masih terjaga. Dia sedang duduk dan menggendong Lucas. Wajahnya terlihat sangat cerah, senyumannya begitu menawan saat melihat anak mereka.


Sadar ada seseorang yang masuk, Rara menatapnya. Luke menegang, khawatir senyuman itu akan hilang.


Namun siapa sangka, Rara menampilkan ekspresi yang belum pernah Luke lihat sebelumnya. 


Begitu manis dan sangat menawan.


"Hai," sapa Rara dengan senyumannya. Seolah ekspresi seorang kekasih yang menahan kerinduan.


Rara sendiri menjadi salah tingkah, dia berucap, "Kau tidak merindukan istrimu sendiri?"


Luke masih terdiam mencerna apa yang terjadi.


"Kemarilah, duduk di sampingku."


🌹🌹🌹


Luke menuruni tangga dengan perasaan tidak karuan. 


"Luke," panggil Dev.


Saat itulah Luke membalas tatapannya. "Dia tidak ingat apapun?" Tanya Luke.

__ADS_1


Yang mana membuat Dev mengangguk. 


"Bagaimana bisa?"


"Dia kehilangan semua memorinya, dia berfikir dirinya masih berusia 17 tahun. Itu sebelum terjadi tragedi di keluarganya."


"Dia telah melupakan 7 tahun yang telah terjadi?" Tanya Luke.


Dev mengangguk.


"Dia mengira aku adalah suaminya."


Dev mengangguk. "Kate tidak tahu apa pun, semua orang di sini begitu. Rara bangun begitu saja, seperti keajaiban. Dan Kate mengatakan apa yang dia lihat selama ini."


Luke menghela napas dalam. "Entah ini keberuntungan atau kesialan."


"Peluang keberuntungan lebih besar, jadikan ini kesempatan untuk melukis kenangan baru dengannya," ucap Dev menepuk bahu Luke. "Lagipula kau dan Medina akan berakhir dalam 6 bulan."


Luke terdiam, tanpa mengatakan apa pun dia membuka kulkas untuk mengambil susu.


"Untuk apa itu?"


"Rara ingin minum susu sebelum tidur."


Dev menaikan alisnya.


Membuat Luke mengangguk. "Ya, sikapnya benar benar berbanding terbalik dengan yang kita kenal selama ini. Dia seperti remaja yang baru jatuh cinta."


🌹🌹🌹


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2