
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Medina benar benar melakukan apa yang dicapkannya, dia mengirimkan semua persyaratan untuk perceraian dari London. Dirinya enggan pulang, bahkan Luke mendengar kabar kalau Medina akan pindah warga kenegaraan mengikuti Robert.
Untuk Luke sendiri tidak masalah, dia malah bersyukur. Namun, apakah Medina tahu jika sebenarnya Robert sedang dikejar kejar mantan mitra bisnisnya untuk mengganti uang perusahaannya? Dia terlilit hutang cukup banyak dan perusahaannya diambang kebangkrutan. Apalagi Luke tahu kalau Medina akan menjauhi pria semacam itu.
Suara ketukan mengalihkan pikirannya.
“Masuk,” ucap Luke pada seseorang di luar sana.
Itu Dev, dia masuk membawa berkas yang diinginkan oleh Luke.
“Sidang keputusan terakhir adalah bulan depan, dimana anda dan Medina sudah resmi bercerai, Tuan, sisanya hanya panggilan, anda boleh jika tidak ingin menghadirinya. Nona Medina juga mengatakan hal yang sama.”
Luke menghela napasnya, mungkin inilah cara dirinya terlepas dari Medina. “Dan Tuan Nobles menelpon anda untuk segera ke sana, dia akan menikah minggu depan, Tuan.”
Ya, waktu berjalan dengan sangat baik untuk Luke, apalagi dirinya menikmati masa masa berduaan dengan Rara.
“Kapan aku dan Rara bisa mendaftarkan pernikahan?”
“Jika surat perceraian anda dan Nona Medina sudah keluar, Tuan.”
__ADS_1
“Itu satu bulan lagi?” tanya Luke sambil memijat keningnya. “Aku akan melamarnya di Minesota.”
“Di pernikahan Tuan Nobles?”
Luke mengangguk. “Aku akan mengatakan semua kebenarannya padanya, dan akan mengajaknya menikah. Aku benar benar mencintainya, bisa kau membantuku?”
“Apa yang anda butuhkan?”
“Aku hanya ingin…. Semuanya berjalan dengan lancar, Dev. Tidak ada gangguan, dan Rara menerimaku,” ucap Luke, dia khawatir jika Rara mengetahui kebenaran tentang pernikahan palsunya, maka dia akan meninggalkannya.
“Jika itu yang terjadi, maka anda harus meminta itu pada Tuhan.”
Luke mengangguk paham. “Terima kasih, tolong pesankan makan siang untukku.”
“Baik, Tuan.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di sisi lain, Medina begitu bahagia karena dia akan terbebas dari Luke.
“Sialaan dengan semua perjanjian ini, aku tidak membutuhkannya lagi,” ucap Medina membakar surat perjanjian itu di dalam perapian.
Kini Medina berada di salah satu pedesaan di Inggris, dia benar benar menguras uang milik Robert. dan tentu saja pria itu tidak keberatan sama sekali, dia selalu mengangguk menyanggupi apa yang Medina inginkan.
Saat sedang menatap surat yang terbakar, Medina tiba tiba merasa mual.
__ADS_1
Dia berlari ke kamar mandi dan berniat memuntahkan isi perutnya. Sayangnya tidak ada yang keluar sama sekali.
“Uhhhh astaga,” gumam Medina mendudukan diri di atas kloset.
Beberapa saat dia terdiam, mengingat beberapa hari ke belakang ini dirinya selalu saja mual,
“Mungkin ini karena aku dan Robert selalu melakukannya setiap hari selama satu bulan,” ucap Medina sampai dia mengingat sesuatu.
Dia tercengang dan menghitung kapan terakhir dirinya datang bulan. Bahkan sebelum datang ke pesta pernikahan temannya pun, Medina tidak haid. Seharunya dia haid saat satu minggu berada di London.
“Oh… apa mungkin?” Medina awalnya terdiam, dia tidak ingin hamil. Namun mengingat bagaimana Robert memanjanya, dia pasti akan bahagia. “Ya, tenanglah Baby. Mamamu ini akan menjamin semuanya untukmu, tidak perlu cemas. Benar…. Seharusnya aku tidak khawatir jika hamil, karena dia akan semakin memanjaku.”
Sementara itu, Robert sedang berada di salah satu tempat kopi yang ada di pedesaan itu. Dia mendapatkan telpon dari sahabatnya di sana.
“Kapan kau akan mengganti uangku?”
“Sabarlah, aku akan melakukannya. Hanya beberapa langkah lagi sampai Medina benar benar aku dapatkan.”
“Tunggu, Medina?” tanya temannya di sana.
“Iya, dia bersamaku sekarang.”
“Hei, hati hati. Jika dia hamil kau harus meninggalkannya seperti kau meninggalkan istrimu. Kau bukan type berkeluarga, jadi jangan menyusahkan orang lain.”
“Tenanglah, dia akan menjadi sumber uangku. Medina tidak akan hamil dan membuat rencanaku berantakan. Jika dia hamil dia tidak akan berguna, aku akan membuangnya. Istriku saja aku buang, apalagi dia.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE