
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
Luke kembali masuk ke kamar mandi, dan dia melihat Rara yang sudah berada di dalam bathub sedang berendam.
Luke berdehem dan mencoba mengalihkan pandangannya.
"Luke……," ucap Rara dengan riang. "Kemarilah dan mandi bersamaku."
"Jangan terlalu lama, akan ada dokter yang memeriksa," ucap Luke mematikan shower yang mengalir.
Membuat Rara mengerucutkan bibirnya.
"Kau juga belum mandi, ayo mandi bersama."
"Nanti saja."
"Ayo mandi bersamaku," rengek Rara.
"Tidak."
"Kenapa? Kau takut tergoda ya?" Tanya Rara hendak menaikan tubuhnya yang tertutup sabun.
Dan melihat Luke memalingkan wajahnya tentu saja membuat Rata tertawa puas. "Astaga, kita ini suami istri. Kau tidak asing melihat ini bukan?"
"Jangan menyentuhnya seperti itu."
"Tidak apa, belum ada air asi yang keluar."
"Maksudku…..," ucapan Luke menggantung sambil memijat kepalanya yang merasa pusing.
Bagaimana tidak, Luke melihat kulit putih dan licin milik Rara yang selama ini terbungkus sangat rapat.
"Ayo kemarilah, aku penasaran bagaimana rasanya mandi dengan pria. Apa nantinya….. itu akan berdiri?"
Luke menunduk melihat ke mana arah tatapan Rara, dia segera melindunginya dengan menggeser tubuhnya. "Rara, ini bukan waktunya."
__ADS_1
"Ah kenapa? Kita sudah pernah melakukannya."
"Dengar, kau bahkan belum bisa berjalan dengan baik. Kau harus mulai berlatih supaya bisa menjaga bayi kita."
Rara mengerucutkan bibirnya. "Jika aku belum bisa berjalan, bukannya ada dirimu yang menggendong?"
"Aku tidak selamanya di rumah, aku harus bekerja bukan?"
Rara mengerutkan keningnya. "Jangan bilang kau akan pergi bekerja."
"Kau tidak akan makan."
"Setidaknya jangan hari ini," rengek Rara. "Kau tega meninggalkam istrimu yang baru bangun? Atau kau ingin aku kurung di kamar seharian?"
Dan saat mereka sedang bercakap cakap, terdengar suara ketukan dari pintu yang tertutup. "Dokternya sudah datang, Tuan."
Luke kembali melihat Rara yang menunggu jawaban. Membuat pria itu mengangguk pada akhirnya. "Oke, aku tidak akan bekerja."
"Bagus, tolong bantu aku membilas tubuh."
"Apa?"
Rara melakukannya dengan air sabun yang mulai mengalir. Dan perlahan punggung mulus Rara terlihat.
Membuat Luke menunduk sesaat sambil menelan ludah kasar. "Not today," gumamnya pada diri sendiri.
🌹🌹🌹
Luke menatap Rara yang sedang belajar berjalan bersama Kate dan seorang dokter. Sambil menggendong Lucas, Luke tersenyum melihat perkembangan Rara yang begitu cepat.
Apalagi dia terlihat sangat bersemangat dengan wajah cerianya.
Dan Luke menoleh saat melihat panggilan dari Medina. Dia sungguh kesal sampai memutuskan memblokir telpon itu.
Luke memilih menatap Rara yang sesekali melihatnya ketika dia berhasil melangkah perlahan.
Sampai Lucas menangis, Luke berdiri untuk menimang.
"Aku mau menggendongnya," ucap Rara yang sudah duduk di pinggir ranjang. "Sudah selesai bukan latihannya?"
__ADS_1
"Kita akan melatih ototnya besok, Nyonya."
Rara kembali menatap Luke saat dokter itu keluar, dan disusul dengan Kate.
"Tolong bawakan susunya, Kate."
"Baik, Tuan."
"Luke, bawa kemari bayiku."
Luke mendekat dan menyerahkannya pada Rara.
Wanita itu tersenyum gembira. "Astaga, bayi ini sangat tampan."
"Tentu saja, dia mirip denganku."
"Akhirnya…. Kau sadar kalau kau tampan?"
Luke berdehem mendapatkan tatapan itu kembali.
Yang mana membuat Rara tertawa. "Jangan tegang, kau tetap yang paling tampan. Setidaknya untuk saat ini."
Mata Rara kembali fokus pada Lucas. "Dia berhenti menangis di pelukanku. Apa kau merindukan Mommy, Lucas? Astaga, kenapa kau sangat menggemaskan."
Luke tersenyum melihat interaksi Rara dan bayi mereka. Rara menciumi Lucas dan menggigit kecil tangannya karena gemas.
Senyuman Luke disadari Rara, membuat wanita itu berucap, "Jangan cemburu, nanti malam aku juga akan menciumu."
"Bukan begitu," ucap Luke menegakan punggungnya.
Rara tersenyum miring melihat pria tampan di depannya salah tingkah. "Kenapa kau bahkan tampan saat diam? Oh astaga, seleraku yang berumur 24 tahun sangat gila, ini diluar ekspektasiku."
"Berhenti memujiku."
Sampai Rara berkata, "Oh ya, apa orangtuaku tau kalau aku sudah bangun?"
🌹🌹🌹
TBC
__ADS_1