Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Season 2 : Pakaian


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA YA KASIH EMAK VOTE ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN YA KESAYANGAN EMAK.🌹


Kini Rara dan Luke sedang berpelukan di balkon sambil memandang putra mereka yang berada di halaman belakang sedang bermain bersama sosok Clara yang disukainya. Yang mana membuat Rara terus tersenyum, dan menahan sang suami untuk pergi ke sana dan menghentikan anak anak itu dari euphoria cinta kanak-kanak.


“Ini tidak bisa dibiarkan,” gumam Luke. “Mereka masih anak anak.””


“Biarkan saja,” ucap Rara memberi peringatan pada sang suami. Tidak lupa Rara memukul tangan sang suami yang melingakr di perutnya. “Diam di sini, mereka hanya bermain.”


“Lihatlah bagaimana Lucas menyelipkan bunga pada bocah itu. Ini tidak wajar.”


“Itu wajar,” ucap Rara untuk yang kesekian kalinya, dia sedikit kesal dengan sang suami yang terus saja memintanya untuk menghentikan kedua bocah yang sedang bermain itu.


“Aku khawatir.”


“Apa yang kau khawatirkan, Dad?”


“Apa mereka serius.”


“Oh, c’mon, mereka akan terpisah sebentar lagi. Lucas akan kembali ke Swiss, dan Clara akan kembali ke New Zealand.”


“Dia dari sana?”


Rara mengangguk. “Dia dari sana.”


“Bagaimana jika mereka berdua saling jatuh cinta sampai dewasa?”


Rara mengerutkan keningnya, dia mengadah untuk melihat wajah sang suami. “Apa masalahnya di sini?”


“Kita tidak tahu latar belakang anak perempuan itu.”


Seketika Rara cemberut, dia melepaskan pelukan sang suami kemudian berkata, “Apa latar belakang begitu penting? Tidak ingatkah kau dengan aku yang hanya anak dari seorang manusia gila yang bunuh diri?”


“Sayang, maksudku bukan begitu,” ucap Luke panic. Dia mencoba membawa Rara ke dalam pelukannya.


Namun, Rara menepis tangannya dan berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


“Honey, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud seperti itu.”


BRAK! Suara pintu kamar mandi tertutup. Luke yang panic mencoba membukanya, tapi hasilnya mengejutkan. Sang istri menguncinya dari dalam.


“Sayang, mari bicara sebentar. Jangan seperti ini, aku mohon.”


Luke panic, takut istrinya marah di sana. Namun kenyataanya, Rara hanya jengkel, dia membuat wajah mengejek pada pintu yang terus dipukul-pukul oleh sang suami. “Dasar menyebalkan,” gumam Rara.


Dia menghubungi Kate.


“Hallo, apa kalian dalam perjalanan?”


“Kami sudah sampai, Nyonya.”


“Baguslah, tolong awasi anak anak. Jangan ganggu aku dan Luke.”


“Baik, Nyonya.”


Rara mematikan telpon. Dia tersenyum menyeringai saat Kate ternyata sudah di sini. Rara membuka pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalam. Kemudian dia keluar dari sana.


“Honey.”


🌹🌹🌹🌹


“Mau lagi?” tanya Rara ketika mereka baru saja selesai dengan aktivitas beberapa jam yang lalu.


Luke yang sedang menatap langit-langit itu mengerutkan keningnya. “Lagi? Kau baru saja memintaku berhenti, Honey.”


Rara tersenyum malu malu, dia memang sering kalah. Tapi itu tidak membuat Rara ingin berhenti. Sedikit saja dia mendapatkan kembali energy, dia akan langsung mengajak sang suami untuk kembali melakukan aktivitas selanjutnya.


“Mau atau tidak?”


“Nanti saja lagi, kita akan ke rumah temanmu bukan?” tanya Luke yang sedang mengelus lembut rambut sang istri.


Rara mengangguk. “Iya sih. Yaudah nanti aja laggi. Tapi tambah rondenya ya.”


“Jangan ngadi-ngadi, tadi saja kau hampir pingsan, Honey.”


“Hey, karena tadi aku tidak mempersiapkannya. Aku kesal karena kau berkata seperti itu.”

__ADS_1


“Maaf,” ucap Luke.


Yang mana membuat Rara tersenyum, dia kembali memeluk sang suami dari samping kemudian membubuhkan kecupan di pipinya. “Tidak apa apa, belikan saja aku Prada dan Gucci ya.”


“Kita akan membelinya sepulang dari sini.”


“Terima kasih,” ucap Rara yang bergerak duduk sambil menahan selimut di dadanya.


Dan Luke merasakan kehilangan dari sang istri. “Mau kemana?” tanya dia khawatir.


“Ingin melihat Lucas.”


“Bukankah kau bilang Kate ada di sini, Hon?”


“Ya, aku hanya ingin memastikan,” ucap Rara mengambil kaos kebesaran milik Luke dan memakainya.


“Kau akan keluar dengan seperti itu?”


“Ya, hanya ada Himee dan juga Kate. Tidak ada pria lain selain anakmu.”


Kening Luke berkerut sampai akhirnya dia mengangguk mengizinkan. Istrinya keluar, sementara dirinya masih berada di atas ranjang memainkan ponselnya. Sampai sebuah telpon masuk dari Dev.


“Hallo, Dev? Ada apa?”


“Tuan, perabotan rumah untuk villa baru akan segera tiba. Kami akan berada di sana dua menit lagi.”


“Oh baiklah.” Sedetik kemudian. “Oh tidak!” Luke panic, membanting ponselnya dan segera berdiri. “Istriku seksii.”


Sampai saat dia hendak membuka pintu, Luke ingat sesuatu. “Aku belum pakai baju.”


🌹🌹🌹🌹


 


 


TBC


 

__ADS_1


 


__ADS_2