Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Isi hati Rara


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN ANAK ANAK KESAYANGAN🌹


Luke segera kabur saat Rara sedang berada di kamar mandi dengan pelayan yang membantunya.


Luke menuruni tangga dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Lucas. Sampai Luke melihatnya sedang berjemur ditemani Kate di sana.


"Tolong jaga Rara," pesan Luke.


"Baik, Tuan."


Kemudian Luke memberi ciuman dahulu kepada Lucas sebelum berangkat.


Menaiki ferarri putih miliknya, Luke pergi mengendarai sendiri.


Dalam perjalanannya, Luke menelpon Dev.


"Dev, bisa kau siapkan apartemen untukku?"


"Tuan, sepertinya ada yang tidak anda tahu."


"Apa?" Tanya Luke dengan nada khawatir, dia tidak mau ada masalah lain di saat dirinya sedang dihadapi pada Rara yang sudah terbangun. "Katakan padaku, Dev."


"Mungkin lebih baik kita bertemu."


"Baiklah, di tempat biasa."


"Baik, Tuan," ucap Dev.


Dengan cepat, Luke melajukan mobilnya menuju ke tempat biasa dirinya jika sarapan di luar. Beberapa jam dalam perjalanan, dia melihat Dev menunggu di saa.


Luke segera menepikan mobil.


"Ada apa?" Tanya Luke begitu dia duduk.


"Nona Medina merevisi beberapa bagian dalam perjanjian."


"Jangan bilang aku yang akan dipenjara jika…."


"Bukan," ucap Dev. "Dia hanya meminta untuk tinggal bersama selayaknya suami istri, dan masalah baru dimulai di bulan ke empat."


Luke memijat kepalanya. "Bagaimana bisa?"

__ADS_1


"Dia merayu pengacara kita."


Mata Luke terbelalak malas, dia menyandarkan pundaknya di kursi. "Bagaimana bisa?"


Pertanyaa yang penuh penekanan membuat Dev berdehem. "Maaf, Tuan."


"Jangan perkerjakan dia lagi."


"Baik."


"Dan awasi setiap pekerjaan mereka dan…..," ucapan Luke menggantung saat dia melihat mata tua Dev. Dia menghela napas dan menggangguk. "Aku akan bicara padanya, kita lihat apa yang dia inginkan."


"Maafkan saya, Tuan."


"Tidak, ini salahku membebankan semuanya padamu. Mungkin kau haru punya asisten yang bisa kau percaya, Dev."


"Akan saya lakukan."


"Aku akan menemui Medina sebelum bekerja."


"Tuan Nobles juga ingin menemui anda."


"Aku akan menemuinya nanti saat pulang." Sebelum Luke beranjak, dia ingat sesuatu, kemudian mengatakan, "Ah ya, Rara meminta ponsel."


"Ya, aku ingin kau memblokir semua pencarian yang berhubungan denganku juga dengan Medina."


"Bagaimana keadaannya?"


"Dia lebih baik seperti ini, hidupnya penuh dengan warna."


🌹🌹🌹


Rara kembali melakukan terapi berjalan, dengan ditemani Kate.


Semangat Rara adalah Lucas yang sedang terlentang di atas kasur.


Membuatnya tersenyum sesekali.


"Baik, Nyonya. Kali ini cukup sekian, tolong pakai tongkat anda saat ingin berlatih berjalan."


"Terima kasih," ucap Rara pada perawat wanita itu.


Membuatnya tersenyum dan keluar dari kamari itu meninggalkan Rara, Kate da Lucas.


"Anda kelelahan, Nyonya? Ingin minum sesuatu?"

__ADS_1


"Tidak terima kasih," ucap Rara yang duduk di samping Lucas. "Dia tampak sangat tampan."


Rara kaget saat Kate tiba tiba duduk di bawah kakinya. "Apa yang akan kau lakukan, Kate?"


"Tidak apa, Nyonya. Ini minyak bagus untuk kakimu."


"Biar aku yang melakukannya."


"Tidak apa."


Rara hanya bisa diam saat Kate mulai memijat kakinya, dia juga merasakan kenyamanan. "Sudah berapa lama kau bekerja pada Luke?"


"Saat anda mulai jatuh koma, Nyonya."


"Kau tahu apa penyebab aku koma?"


"Mereka bilang anda jatuh dari tangga."


"Aku penasaran apa yang terjadi tujuh tahun belakangan ini. Luke bilang seluruh keluargaku telah meninggal, hanya aku yang tersisa."


"Bagaimana perasaan anda?"


"Tentang apa?"


"Suami anda?"


"Dia sangat baik, tampan dan mempesona."


"Anda berfikir dia baik, Nyonya?"


"Sangat, dia adalah yang terbaik. Aku bahagia bersamanya, meskipun baru beberapa hari. Itu membuat hatiku berdebar."


"Dan bagaimana tentang masa lalu anda?"


Rara terdiam sejenak. "Luke tidak menceritakan banyak, kupikir ada beberapa kesedihan di sana."


"Maka nasihat saya, Nyonya. Jalani apa yang membuat anda bahagia. Tidak perlu mengingat yang akan membuat anda sedih."


Rara mengangguk dan berkata, "Selama Luke ada di sampingku, selama suamiku menyayangiku, aku baik baik saja. Luke adalah kehidupanku. Lucas adalah buktinya."


Dia menghela napas kemudian berkata lagi, "Aku mempercayai Luke."


🌹🌹🌹


TBC

__ADS_1


__ADS_2