Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Solois


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA, TINGGALKAN JEJAK KARENA EMAK SAYANG KALIAN ANAK ANAK KESAYANGAAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DONG DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. AJAK YANG LAIN BACA INI JUGA YA.🌹


Luke membuka ponselnya begitu dia merebahkan diri di kamarnya yang bahkan saat ini Medina pun tidak mengetahui letak kamarnya. Luke sengaja, supaya dia tidak mendapatkan gangguan apapun itu. Dia hanya ke sini untuk menjalankan tugas dalam kesepakatannya, dan pulang kembali pada Rara.


Luke terkejut saat mendapatkan banyak panggilan dari Rara, lalu disusul beberapa pesan yang mengirimkan foto Lucas.


“Lucunya…”


“Uh…., bayi kesayangan Daddy.”


“Sayangnya Daddy.”


“Kenapa kau begitu tampan?”


Begitulah komentar komentar Luke saat dia melihat foto foto yang Rara kirimkan. Sampai akhirnya Luke berada di foto terakhir, dia menelan ludahnya kasar.



“Apa ini?”


Kemudian Luke memperbesarnya. “Seharusnya aku memberikan kiss mark di sana, bukan hanya di perut dan di selangkangannya saja,” ucap Luke yang mulai berfikiran kotor.


Ya beginilah otak asli Luke jika dirinya sudah berada di dalam orang yang tepat, Rara yang menjadi obyek fantasy nya akhir akhir ini.


Luke segera menelponnya. 


“Hallo, Rara?”


“Siapa ini?”

__ADS_1


“Oh…, kau marah padakku?” tanya Luke sambil bangkit dan berjalan ke arah jendela. “Maafkan aku, aku baru sampai dan membuka ponsel. Kau mengirimkan gambar gambar Lucas? Dia sangat tampan.”


“Bagaimana dengan kuku milikku?”


“Itu sangat cantik,” ucap Luke menelan ludahnya kasar.


“Benarkah?”


“Apa yang sedang kau lakukan? Apa yang sedang Lucas lakukan sekarang?”


“Lucas sedang tidur, dan aku sedang menonton film.”


“Film apa?” tanya Luke.


“Dengarkan ini,” ucap Rara mendekatkan ponsel pada televisi di depannya.


Kemudian Luke mendengar suara, “….. Akkhhhh…. Argghhhh…. No….. pleashhhhh…. Stopppp….”


Tubuh Luke menegang seketika. “Rara, apa yang sedang kau tonton?”


“Film apa? Jangan melihat film dewasa sendirian.”


“Oh berarti jika bersamamu tidak apa?”


“Rara,” ucap Luke penuh penakanan.


Yang mana dibalas tawa oleh Rara. “Tenanglah, akan aku kirim foto film yang sedang aku tonton.”


TING!


Pesan masuk, Luke membukanya tanpa mematikan telpon.


“Kau lihat? Itu film pembunuhan, itu desahan kesakitan, bukan kenikmatan yang biasa kita lakukan,” ucap Rara menggoda Luke. “Ahhh… lucas menangis, aku akan menelponmu lagi nanti oke. Bye, Luke Sayang, Pria tampanku.”

__ADS_1


TUT!


Panggilan diakhiri, Luke terdiam beberapa saat. Kemudian dirinya menunduk dan melihat miliknya menegang. “Aku harus bermain solo? Semalaman?”


🌹🌹🌹🌹🌹


Dev mengerutkan keningnya dan menatap belanjaan di tangannya. Majikannya itu meminta dibelikan sabun antiseptic dan juga baby oil anti bakteri. Entah untuk apa hal ini, padahal sabun sudah disediakan. Tapi baby oil? Luke tidak membawa Lucas, jadi ini untuk apa?


Dev mengetuk pintu kamar majikannya, dan keluarlah Luke. 


“Ini pesanan anda, Tuan. Apa anda baik baik saja?”


“Sangat baik baik saja,” jawab Luke. “Ah, untuk besok kirim sarapannya ke sini. Aku tidak mau turun.”


“Baik, Tuan.”


“Aku dengar Medina juga menyiapkan jas, bawa itu untukku, aku tidak mau menemuinya.”


“Baik, Tuan.”


BRUK!


Luke buru buru menutup pintu, yang mana membuat Dev semakin keheranan.


Sementara itu, Luke kembali menatap ke bawah. “Dia benar benar tidak tidur, Rara benar benar hebat akan hal ini.”


Dan kenapa Luke memilih anti bakteri? Dia tidak pernah melakukan solo sebelumnya, Luke tidak mudah terangsang. Namun memikirkan Rara yang mendesah dan menggelinjang di bawahnya saja membuat Luke memejamkan mata.


“Aku harus menuntaskan ini secepatnya,” ucap Luke berlari ke kamar mandi.


Semalaman, pria itu bermain soli akibat ulah wanita cantik yang kini mengisi hatinya.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2