
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Medina melangkah mundur saat Rara mendekat ke arahnya. Tatapannya begitu tajam, itu bukan mata yang selama ini Medina lihat, itu bukan mata yang selama ini ketakutan, menunduk dan begitu pasrah akan kehendaknya.
Yang mana membuat Medina yakin kalau Rara belum juga mengingat siapa dirinya sebenarnya, dia yakin Rara masih melupakannya.
“Kau belum ingat aku? Aku istri dari Luke! Kau itu mantan pembantuku yang kebetulan dihamili oleh Luke! Kau hanya simpanan, aku yang sebenarnya istri sah dari Luke. kau tahu?”
Rara berhenti melangkah, dia menyilangkan tangannya di dada. “Jelas aku tahu, aku tahu bagaimana selama tujuh tahun ini kau selalu menyiksaku dan mengatakan kalau aku adalah sosok yang gagal. Aku adalah model yang tidak mencapai mimpinya, lalu kau mengusirku, lalu kau mencariku dan hendak menyakitiku, kau bahkan yang membuatku terjatuh dari tangga.”
Tubuh Medina menegang seketika, dia menatap tidak percaya kalau Rara sudah mengingat semuanya. “Kalau kau sudah ingat, kenapa masih bersama dengan Luke. Dia suamiku!”
“Kau menikah dengannya dengan perjanjian diatas kertas, lagipula kalian akan berpisah beberapa hari lagi. Keputusan pengadilan tidak bisa dibatalkan, Luke akan menjadi milikku.”
Medina memeluk perutnya. “Ini adalah anaknya, kau tega memisahkan Luke dari anaknya?”
Rara tersenyum remeh, dia kembali melangkah mendekat. “Kau ingat apa yang aku katakan? Bahwa aku akan menggantung dan mengulitimu jika kau mengganggu aku atau Luke lagi.”
“Kau tidak punya hak akan itu.”
“Ya aku punya,” ucap Rara semakin dekat.
Ketika punggung Medina terbentur dinding, Rara mengurungnya dengan satu tangan seketika, membuat Medina kehilangan ruang geraknya. Rara tetap menjaga emosinya untuk tidak menyakiti jabang bayi di dalam sana. Dia hanya ingin ibu dari bayi itu yang tersakiti.
“Kau hanyalah simpanan.”
“Luke pintar bukan? dia menyimpan berlian sepertiku.”
Medina tidak bisa menyanggah jika dia sangat ketakutan saat ini, Rara benar benar mengintimidasi. “Hukum akan berkata lain, aku akan melaporkanmu.”
“Lakukan, dan aku akan mengatakan apa saja yang kau buat selama ini padaku. Ingat Isa? Dia mantan temanmu bukan? dia ada di pihakku.”
Medina menegang seketika, apalagi ketika tangan Rara yang satunya lagi merambat ke lehernya seolah hendak mencekiknya. “Aku akan memberimu waktu sampai sepuluh detik. Jika kau masih di sini, kau tidak bisa menghirup udara besok.”
__ADS_1
Rara melangkah mundur. “Satu…”
“Kau tidak akan bisa melakukannya.”
“Dua…”
“Luke milikku.”
“Tiga…,” ucap Rara mengambil botol anggur dan memecahkannya sehingga menjadi tajam.
“Kau tidak bisa menyakitiku.”
“Empat…”
“Siall!” umpat Medina lalu berlari dari sana.
Membuat Rara menatap bagaimana sosok Medina berlari ketakutan. Setelah dia benar benar pergi, Rara menarik napasnya dalam dan membuang pecahan kaca itu. Dia mendekat pada arah Luke, dan berjongkok di depannya.
“Kau lambat, Luke. Mungkin kau harus sedikit diberi hukuman, pria tampanku. Hehehe,” ucap Rara sambil merogoh saku jas Luke, dan menemukan adanya kotak cincin di sana. “Ini milikku bukan? aku akan menyimpannya.”
🌹🌹🌹🌹
“Maaf aku sangat lapar.”
“Dimana Medina?”
“Sudah pergi, jangan khawatir.”
Dev mencoba untuk membangunkan Luke.
“Dia tidak akan sadar secepat ini, mungkin besok pagi. Aku memukulnya dengan sangat kencang, maaf. Hehe.”
“Ayo kembali,” ucap Dev menggendong Luke di punggungnya dan menuruni tangga perlahan diikuti oleh Rara di belakangnya. Dev sendiri sudah mengetahui tentang Rara yang mengingat kejadian itu dari Kate. Yang mana membuat Dev tidak lagi khawatir, apalagi jika Rara akan meninggalkannya. “Anda tidak akan meninggalkannya bukan, Nyonya?”
“Tidak, aku hanya akan memberinya sedikit kekacauan.”
“Apa itu?”
__ADS_1
“Akan aku lakukan jika sudah sampai di rumah. Apa kau membawa supir pengganti?”
Dev mengangguk dan membaringkan Luke di bangku belakang mobil yang dibawanya, sementara Rara di depan masih sambil memakan cemilan yang dibawanya dari atap.
“Medina hamil, kau tahu siapa ayahnya?”
“Saya rasa Robert, dia bersama pria itu cukup lama.”
“Ironis sekali, dia terlihat sangat buruk.”
“Apa Tuan Luke sudah melamarmu?”
Rara menggeleng. “Belum sempat, wanita itu datang begitu saja seperti setan. Mungkin dia keturunannya, bagaimana dia tahu aku di sana?”
“Dia adalah wanita yang sangat nekad.”
Rara hanya menghela napasnya dalam, begitu sampai di rumah Kakek Nobles yang sudah sepi, mereka terkejut begitu mendapati Luke yang digendong Dev dengan keadaan tidak sadarkan diri.
“Apa yang terjadi?” tanya Kakek Nobles.
“Medina muncul di sana, ada sedikit kekacauan,” jawab Rara santai.Â
“Lalu?”
“Hmm.., Kate bantu aku berkemas, dan juga dengan milik Lucas.”
“Tunggu, Rara. Kau tidak akan meninggalkan Luke bukan?” tanya Kakek Nobles panic. “Dia sangat mencintaimu.”
“Oh aku tahu, Kakek. Aku akan berada di hotel dekat kota, aku ingin ke sana. Dan juga mengerjai Luke sesekali mungkin bisa membuat pria itu lebih sadar kalau dia memang harus tegas.”
“Berjanjilah kau tidak akan kabur.”
“Kakek, aku bahkan membawa kartu kredit miliknya. Tenang saja, aku akan kembali jika dia sudah menyadari kesalahannya itu.”
“Astaga, kau benar benar dewasa,” ucap Kakek Nobles dengan suara yang pelan.
Sedetik kemudian Rara berkata. “Tuhan, biarkan aku pergi sebentar saja. jangan buat aku merindukannya. Ah, tidak, aku harus menciumnya dulu,” ucap Rara berjalan menuju kamar dimana Luke dibaringkan. “Akan aku puaskan diriku dengan menciumu dulu sebelum pergi.”
__ADS_1
🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE