Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Menuju Kepergian


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA ANAK ANAK, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. AJAK YANG LAIN BACA INI JUGA YAAA.🌹


“Kate.”


Panggilan itu mampu membuat wanita tua berperawakan gendut itu terkejut, dia bahkan menjatuhkan kalung itu dan segera keluar dari mobil. Dia berdiri dengan tegap dan perasaan gugup.


Apalagi saat Dev mengulurkan tangannya mengambil kalung itu, dia membuka liontinnya dan melihat kalau di sana adalah foto pernikahan Medina dan Luke.


“Apakah itu asli?” tanya Kate dengan hati hati, dia hanya tidak ingin salah bicara nantinya dengan Rara. “Itu terlihat baru beberapa bulan yang lalu.”


“Memang,” ucap Dev yang mana membuat Kate terkejut.


“Apa mereka sudah bercerai?”


“Kita perlu bicara, ikuti aku.”


Wanita gemuk itu mengikuti pria yang lebih muda. Dia merasa; seharusnya tidak menemukan benda itu, seharusnya tidak bertanya dan tidak terlibat. Karena sepertinya itu adalah hal serius.


Apalagi saat Dev itu membawanya keluar dari benteng, tempat sepi yang belum pernah didatangi Kate sebelumnya.


“Apa saya membuat kesalahan, Tuan?”


“Aku hanya perlu bantuanmu,” ucap Dev menyimpan kalung itu di atas batu, kemudian kembali menimpanya kuat dengan batu lain.


BRAK!


Liontin itu remuk, tidak berbentu yang memudahkan Dev menghilangkan jejak dan melemparkannya jauh ke dalam semak semak. “Ada yang harus kau ketahui, Tuan Luke bukanlah suami dari Rara. Dia adalah suami dari Nona Medina.”


“Jadi….?” Kate merasa bersalah, pasalnya dia yang pertama memberitahu Rara kalau Luke adalah suaminya.


“Jangan khawatir, Tuan Luke akan segera menikahi ibu dari Lucas itu,” jelas Dev sambil membersihkan bekas pecahan di sana. Dia menjelaskan semuanya, dengan detail supaya Kate paham apa yang terjadi, supaya wanita gemuk itu paham kenapa mereka harus ikut diam.

__ADS_1


Kate mendengarkan dengan seksama, bagaimana Dev menjelaskan perjanjian antara Luke dan Medina.


“Kau paham bukan?”


Kate mengangguk.


“Jadi…., aku ingin kau merahasiakannya. Biarkan Rara tahu dari Tuan Luke sendiri.”


“Saya paham, Tuan. Saya tidak akan mengatakan apapun, pada siapa pun. Tapi…..,” ucapannya menggantung. “Bagaimana jika Nyonya Rara melihatnya di internet?”


“Aku memblokir semua berita tentang mereka, jangan khawatir. Itu sebabnya Tuan Luke melarangnya keluar dari tempat ini, mungkin dia bisa melihatnya di luar sana.”


“Saya paham, Tuan.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kate kembali ke dalam mansion besar itu, dan melihat Rara yang sedang memasukan makanan ke dalam koper. “Kate, kau dari mana saja? aku mencarimu, bagaimana menurutmu?”


“Anda tidak perlu membawa ini, Nyonya,” ucap Kate setelah menarik napas dalam, dia mendekat. “Di sana banyak makanan yang enak, Nyonya. Anda tidak perlu membawa semua ini, bukankah anda ingin menghabiskan waktu di luar penginapan? Bukan di dalamnya?”


Kate tersenyum melihat majikannya begitu ceria. Hal yang membuatnya tenang adalah; bahwa pernikahan Tuan Luke berdasarkan perjanjian karena sang Kakek. Kate sudah sangat menyayangi Rara seperti bagian keluarganya.


“Astaga,” gumam Rara.


“Ada apa, Nyonya?”


“Kau tahu di sana banyak gadis gadis berpakaian tradisional Swiss yang sangat manis?”


Kate menggeleng.


“Ini gawat, aku harus memperingati suamiku,” ucap Rara segera naik ke lantai atas. Dia mencari keberadaan Luke dengan sedikit ketakutan di matanya. “Luke?”


“Ada apa?” tanya Luke yang baru saja keluar dari kamar Lucas.


Tanpa aba aba, Rara menarik tangan Luke ke kamar mereka. Dia mengunci pintu yang mana membuat Luke mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Ada apa ini?”


“Kau tahu? Di sana banyak wanita cantik? Di Desa Guarda itu.”


“Lalu?” tanya Luke.


Rara mengerucutkan bibirnya kesal. “Kau milikku! Bagaimana jika ada yang tergoda denganmu, lalu mereka menggila dan memperkosamu?”


Luke tertawa. “Tidak ada hal yang seperti itu, Rara.”


Rara memicingkan matanya. “Aku akan membuat mereka tahu kalau kau hanya milikku.”


“A⸻apa yang kau lakukan?” tanya Luke saat Rara mendekat ke arahnya dengan langkah pelan. “Rara, jangan mulai lagi. Semalam kau mengeluh meminta berhenti, jangan bangunkan sisi itu dalam diriku lagi.”


“Aku akan memberimu ini.”


“Akkhh!” Rara menggigit leher Luke. Punggung Luke menyentuh dinding, sementara bagian depan tubuhnya dihimpit Rara.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Luke merasakan lehernya sakit.


“Membuat tanda yang sama seperti kau memberikannya pada dadaku,” jawab Rara sambil mengadah menatap mata Luke yang lebih tinggi.


“Kau menggigitnya.”


“Lalu aku harus bagaimana?”


“Menghisapnya, bukan digigit.”


“Ah…, baiklah. Akan aku buat seluruh lehermu merah, supaya mereka tahu kau milikku seorang.”


“Astaga, tunggu.”


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2