
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG KALIAN. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI YA.🌹
Rara terbangun dari tidurnya, matanya terbuka perlahan dan melihat ke sudut kamar tanpa menggerakan tubuhnya. Melihat jendela yang sedikit terbuka, di luar sana masih gelap. Ini dini hari? Rara bertanya tanya.
Tapi dimana Luke? Kenapa pria itu tidak ada di sampingnya?
Bergerak untuk mendudukan dirinya, Rara merasa pening di kepalanya mulai merambat ke sekujur tubuh hingga terasa linu. “Akhhhhh…., kepalaku sangat sakit, ternyata mabuk tidak begitu menakjubkan,” gumamnya mengingat apa yang telat terjadi.
Kakinya turun, menyentuh lantai dengan posisi masih duduk. Tangannya memijat kening yang terasa pening. “Suamiku tidak diculik ‘kan?”
Rara melangkah pelan, lantai di depannya terasa berputar beberapa kali, mengharuskannya untuk berpegangan pada sekitarnya.
“Luke Sayang?” panggil Rara. “Suamiku? Cintaku? Manisku?”
Sebelumnya Rara memeriksa dulu kamar yang ada di sebelahnya, melihat Kate masih ada di sana atau tidak.
Dan hanya ada Kate yang sudah terlelap, sedirian di sana.
“Kalian ini kemana?” gumam Rara melangkah lagi menelusuri ruangan di dalam villa.
Sampai mata Rara melihat sosok yang dicarinya.
Luke tertidur di atas sofa, dengan Lucas yang tengkurap di atas dadanya. Bayi mungilnya terlihat sangat nyaman menjadikan dada bidang ayahnya sebagai kasur. Bahkan Luke tidak menyadari jika mulut Lucas yang terbuka mengeluarkan air liur dan mengenai dadanya yang tidak mengenakan apapun.
Rara berjongkok, supaya dirinya bisa berhadapan dengan Lucas. Tangan Rara terangkat untuk menaikan selimut sehingga hanya kepala malaikat kecilnya yang tersisa, dia kembali tersenyum sendirian.
Kemudian tanpa dirasa, air mata Rara jatuh saat mengelus kepala putranya. Rara sadar dirinya bukan ibu yang baik, yang bisa diandalkan.
“Maafkan Mommy,” ucapnya kemudian memberikan ciuman di kening Lucas bertubu tubi. “Mommy menyayangimu, maafkan Mommy.”
Walau bagaimana pun, Rara sadar jika dirinya sering agak cemburu pada Lucas yang menarik lebih banyak perhatian Luke.
__ADS_1
“Maaf, maaf, maaafkan mommy. Mommy menyayangimu, sangat. Tolong jangan berfikir Mommy membencimu, tolong jangan.”
Rara menyeka air matanya, dia mengambil bantal sofa kemudian merebahkan dirinya di atas karpet; supaya berdekatan dengan orang yang disayanginya meskipun berada di bawah.
Perlahan mata Rara kembali membawanya ke alam mimpi. Tidurnya lebih nyenyak bersama dengan orang orang yang dia sayangi.
🌹🌹🌹🌹🌹
Luke terbangun saat merasakan pergerakan dari tubuh putranya, dia membuka mata dan kembali menimang Lucas sambil duduk. Saat itulah Luke sadar jika Rara tertidur di karpet tanpa selimut apapun.
“Sejak kapan dia di sini?” gumam Luke melangkah menuju kamar Kate untuk memberikan Lucas dahulu, sepertinya bayinya kehausan.
TOK. TOK. TOK.
Tidak lama kemudian Kate keluar.
“Maaf mengganggumu sepagi ini, Kate.”
“Tidak, Tuan. Saya bangun terlambat, maafkan saya.”
“Bayi yang lainnya?” tanya Kate bingung, wanita tua itu menerima Lucas ke dalam pangkuannya. “Siapa?”
“Rara.”
“Ah…. Saya paham.” Kate mengulum senyumannya dan membiarkan Luke kembali ke ruang tengah.
Pria itu menyangga tubuhnya dengan siku supaya bisa melihat Rara dari dekat, tangan Luke menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Rara.
“Kenapa kau tidur di sini? Kau takut aku dicuri wanita lain?” gumam Luke kemudian memeluk Rara dengan erat.
Hal itu membuat Rara terbangun. “Kemana Lucas?”
“Bersama Kate, dia ingin minum susu.”
Rara membalas peluka Luke, dia bersembunyi di dada bidang suaminya. “Apa kau berkeliaran di villa tanpa memakai atasan?”
__ADS_1
“Ya, tidak ada siapa siapa di sini.”
“Tidak ada siapa siapa? Bagaimana jika ada hantu perawan yang melihatmu di sini dan ingin berbuat jahat kepadamu?” tanya Rara penuh kekhawatiran, dia masih menggesek gesekan kepalanya di dada Luke.
Pria itu tertawa. “Tidak mungkin, mana ada yang seperti itu.”
“Tidak ada yang mustahil di dunia ini. ah iya, aku juga penasaran.” Rara mengadah menatap Luke.
“Penasaran apa?”
“Aku selalu geli jika kau melakukan ini, apa kau juga merasakannya?”
“Melakukan apa?”
“Mencubit putting,” ucap Rara sambil melakukannya pada milik Luke.
“Awh… jangan lakukan itu,” ucap Luke menyilangkan satu tangannya di dada.
Rara menyeringai. “Kau juga menjilati milikku, apa kau akan merasakan sensasi yang sama jika aku melakukannya padamu?”
Seketika Luke beranjak duduk. “Jangan lakukan itu.”
“Aku benar benar penasaran, Luke. Kemarilah biar aku mencobanya, aku tidak akan menyakitimu,” ucap Rara mencoba menarik tangan Luke yang tersilang di dada. “Buka tanganmu.”
“Rara, Kate ada di sini. Jangan melakukan hal aneh.”
“Ini tidak aneh, kita sering melakukannya. Ayo gantian.”
Dan sebelum Rara berhasil menarik silangan tangannya, Luke lebih dulu berlari menuju kamar.
Hal itu membuat Rara tertawa dan ikut mengejar Luke. “Suamiku sayang, kemarilah….. yuhuu…..”
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
__ADS_1