Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Saling berebut


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


Dev mendapat panggilan menuju ke mansion majikannya yang ada di Guarda. Namun karena dia memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan mengingat Luke tidak bisa datang, jadi Dev mengirim arsiteknya ke sana.


Luke bilang dia sedang mencoba memperbaiki keadaan dengan Rara, sehingga tidak bisa datang ke kantor.


Tanpa Luke sadari, keadaannya dengan Medina semakin memburuk.


Wanita itu terus menelpon Dev. 


Membuat Dev kesal juga, tapi dia harus mementingkan majikannya. Jadi Dev mengangkatnya.


"Hallo?"


"Aku ingin bertemu dengan Luke."


"Tuan Luke tidak datang bekerja hari ini."


"Kalau begitu kau yang menemuiku dan sampaikan pesanku."


Dev yang jengah akhirnya mengatakan, "Baik. Kita akan bertemu saat jam makan siang."


Dan ketika jam makan siang tiba, keduanya bertemu di caffe yang dijanjikan.


Di sana Medina membawa sebuah berkas, dan diyakini Dev itu akan dijadikan ancaman.


"Nyonya Medina."


"Kau pasti paham kenapa kita harus bertemu bukan? Duduklah."

__ADS_1


Dev duduk.


"Aku ingin majikanmu datang denganku ke pesta pernikahan sahabatku."


Dev diam mendengarkan.


"Jika tidak, maka dia melanggar perjanjian. Dan aku akan mendapatkan setengah dari perusahaannya."


"Dan perlu kau ingat juga, kau hanya bisa menggunakan Tuan Luke di depan umum sebanyak tiga kali. Jangan bilang kau lupa poin ini. Jika melebihi itu, maka kau bisa masuk ke penjara."


"Tentu saja, aku tidak akan mengganggu kebersamaannya dengan wanita simpananya. Kesempatan ini akan aku ambil, dan dua lagi masih aku simpan."


Medina tersenyum melihat Dev yang terlihat gusar, mengingat ini pesta besar artis ternama. Akan ada banyak media di sana. Dan tempatnya juga lumayan jauh. Membuat Medina bergumam dalam hatinya, "Akan aku gunakan kesempatan kesempatan itu agar Luke tetap menjadi suamiku, aku hanya perlu memikirkan cara agar Luke bersama denganku selamanya."


🌹🌹🌹


Rara keluar dari kamar mandi sendirian, membuat Luke yang sedang bermain dengan Lucas itu menolah.


"Bukankah aku bilang panggil aku jika sudah selesai? Bagaimana kalau--"


"Astaga," gumam Luke memalingkan wajahnya yang memerah. Apalagi dia melihat bekas bekas ciuman dirinya di beberapa titik tubuh Rara.


Membuat Rara memasuki walk in closet untuk memilih pakaian sendiri. Rara menutup pintunya, kemudian duduk sebentar di kursi. Rara menarik napasnya dalam, dia meraba paha atasnya yang masih terasa sakit.


Sebenarnya Rara masih merasakan sakit, tapi akan memalukan jika dirinya mengatakan sakit dan tidak mau melakukannya lagi. Karena terlepas dari rasa sakitnya, Rara mengalami rasa nikmat luar biasa yang belum pernah dia rasakan ssbelumnya.


Rara tersipu malu mengingatnya. "Astaga, itu benar benar malam yang panas. Dan juga menyakitkan."


Rara berdiri dan memilih pakaiannya. "Tapi itu membuatku ketagihan lagi," ucap Rara yang berguman sendiri. "Tapi sekarang masih sakit. Rasanya ngilu."


Begitulah Rara yang bermonolog seorang diri. "Tidak apa, jangan kalah dengan Luke."


Setelah selesai berpakaian, Rara keluar dari sana dan mendekat pada Luke juga Lucas. 

__ADS_1


Rara membaringkan tubuhnya di samping Lucas yang sedang menggigit kakinya sendiri.


Gerakan Rara yang kuat membuat roknya tersingkab, dan Luke tidak menyukainya. "Pakailah pakaian yang lebih baik."


"Apa ini tidak baik? Ini masih baru, belum robek."


"Maksudku yang menutupi tubuhmu dengan baik, Rara. Pahamu terlihat."


Rara menyipitkan matanya. "Bukannya kau takut tergoda?"


Luke menegang. "Bukan karena itu."


"Benarkah?" tanya Rara menantang, dia mengangkat roknya dengan sengaja sambil tidur terlentang.


"Jangan lakukan itu," ucap Luke menahan Rara agar tidak mengangkatnya.


Dan terjadilah adegan saling menarik rok Rara. Luke yang mencoba menahan agar tidak terangkat, sedangkan Rara yang ingin menyingkabnya.


"Ih… lepaskan, kau harus lihat pakaian dalam yang aku kenakan."


"Jangan lakukan sekarang. Jangan menariknya."


"Kau harus melihatnya, aku membeli celana dalam berenda biru."


"Rara."


Dan saat itu Lucas menangis kencang, membuat Luke melepaskan secara mendadak, yang mana hal itu menyebabkan kepala Rara terjungkal pada bantal.


"Uh… anak Daddy bisa tengkurap. Rara lihat apa yang dia lakukan."


Rara yang melupakan roknya itu kini tertidur miring. "Anak Mommy… astaga kau sudah pantas mendapatkan adik. Bukankah begitu, Luke?"


Luke hanya tersenyum, dan perlahan menurunkan rok Rara ke tempat seharusnya agar menutupi pahanya yang dipenuhi bercak kebiruan karena dirinya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


To be continue


__ADS_2