
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JANGAN LUPA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAJ YANG LAIN BACA CERITA RECEH EMAK INI YA.🌹
Ini adalah hari terakhir Rara berada di desa Guarda, karena besok Luke akan mulai untuk bekeja besok. Nanti malam mereka berencana untuk kembali ke rumah, dan kini Rara sedang berkemas sembari menonton beberapa tutorial untuk menenangkan bayi saat menangis.
Dengan posisi kaki selonjoran, Rara meletakan Lucas tidur di atasnya dengan dialasi oleh bantal supaya bayi mungilnya tidak mencoba tengkurap. Sesekali Rara menggoyangkan kakinya supaya Lucas tidak bosan.
“Lihat, Lucas….., kau ingin Mommy melakukan hal yang sama seperti dalam video itu?” tanya Rara dengan mata terpaku pada layar ponsel yang disandarkan di dekat gelas, sementara tangannya sibuk melipat pakaian.
Di sana terlihat video bagaimana seorang ibu mengajarkan bagaimana agar bayinya rileks dan menghindari stress, salah satunya adalah dengan cara berenang. Meskipun Rara masih sedikit canggung dengan keberadaan Lucas mengingat mentalnya masih berusia 17 tahun, tapi Rara selalu ingin yang terbaik untuk Lucas, dia tetap tidak ingin kehilangan moment bayinya meskipun sering kali tergoyahkan oleh keberadaan Luke si pria tampan itu.
Ah…., Rara baru ingat tentang Luke, kemana pria yang membuatnya gila itu? Dia belum melihatnya sejak tadi, apakah Luke kembali membuat kopi pagi ini?
“Apa Daddy mu membuat kopi lagi, Lucas? Kenapa dia tergila gila dengan kopi di sini? Mommy juga harus membuat kopi yang enak supaya dia betah di rumah.”
Suara tangisan Lucas membuat Rara mengalihkan perhatiannya, dia segera menggendong bayi mungilnya itu. Dan suara tangis itu juga membuat Kate datang. Ya benar, selama dua hari ini Kate ditahan karena Rara bahkan terus menempeli Luke, mungkin baru saat ini dia menghabiskan waktu bersama Lucas. Biasanya kemanapun Rara pergi, Luke harus terus bersama dengannya.
“Nyonya, biarkan saya yang berkemas, lebih baik anda jalan jalan sebelum pulang nanti malam. Sarapan sudah disediakan oleh pemilik villa di bawah, anda lebih baik segera turun.”
Rara menghela napasnya dalam saat melihat Lucas yang berhenti menangis saat Kate menggendongnya. “Apakah aku terlalu mengacuhkannya?”
“Apa maksudnya, Nyonya?”
“Lucas, dia tidak berhenti menangis saat bersama denganku, apa karena aku jarang menghabiskan waktu dengannya?”
“Eum…, mungkin saja.”
“Ah astaga.” Rara mengusap keningnya sambil menunduk. “Aku ibu yang buruk. Tapi aku tidak bisa menahan diriku saat melihat Luke, aku hanya mencoba membuat pria itu berada di dekatku dan tidak tergoda. Bukankah itu juga tindakan agar keluargaku utuh?”
__ADS_1
Kate mengusap tangan Rara. “Sebaiknya anda turun, Tuan Luke sudah menunggu.”
“Ah, dia sudah ke sana?” tanya Rara terburu buru berdiri.
Tempat yang disediakan penjaga villa untuk sarapan, makan siang dan makan malam terpisah dengan tempat menginap. Itu adalah bangunan khusus dimana para wisatawan makan bersama, dan yang Rara takutkan adalah Luke digoda oleh turis bahkan gadis desa di sini. Mengingat mereka tidak juga jera ketika Rara mengklain miliknya, mereka terus saja mendekat.
Rara kembali masuk ke dalam kamar saat mengingat sesuatu.
“Ada sesuatu yang tertinggal, Nyonya?” tanya Kate.
“Ya, aku belum memberikan ciuman di pipi Lukas.”
CUP. Satu kecupan mendarat.
“Beri Mommy mu ini doa, Sayang. Supaya Daddymu tidak terjerat wanita lain. Mommy menyayangimu, ingat itu.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Dan benar saja, Rara melihat Luke sudah berada di resto bawah sedang berbincang dengan seorang pria tua, dengan beberapa pasang mata yang mengawasi seperti mencari perhatian Luke. Itu membuat Rara benar benar muak, dengan para gadis desa yang sepertinya sedang menatap genit ke arah pujaan hatinya..
“Ah…, dia istrimu?” tanya pria tua itu.
“Ya, Rara ini Tuan Fleww pemilik kebun anggur yang kita datangi kemarin, dan Tuan, ini Rara.”
“Aku istrinya, kau membawa kabur suamiku.”
Pria tua itu tertawa. “Maaf, aku melihatnya sendirian di beranda villa, jadi aku ajak ke sini secara paksa karena ingin menunjukan sesuatu padanya, aku berharap suamimu bisa membantu bisnisku.”
“Ah… karena bisnis. Tapi tolong jangan ajak dia seenaknya, banyak wanita yang mengincarnya,” ucap Rara dengan posesive. “Kau lihat tatapan mereka, Tuan? Kenapa mereka menatap suamiku seperti itu?”
Luka hanya tertawa canggung mendengar kalimat Rara, dia mencoba menghentikannya. “Rara….”
__ADS_1
“Jarang sekali ada pria setampan dia datang ke sini, biasanya yang datang hanyalah lansia yang ingin menenangkan pikian dan menghabiskan sisa waktu mereka. Bukan seperti suamimu.”
“Wah…, itu meningkatkan tingkat kewaspadaanku,” ucap Rara dengan suara yang sangat pelan. “Aku sangat lapar, ingin bergabung sarapan dengan kami?”
“Aku Yang bertugas membuat teh hangat, kau ingin mencoba milikku?”
“Tentu,” ucap Rara sambil menarik Luke ke jajaran makanan untuk mengambil beberapa makanan yang menarik perhatiannya.
“Aku permisi, Tuan.”
Luke mengusap kepala Rara saat perempuan itu menunjukan jelas rasa cemburunya. Luke sendiri merasa bersalah karena meninggalkan Rara. Andai saja Tuan Fleww tidak memohon padanya, dia tidak akan meninggalkan wanita itu.
Kecemburuan Rara terlihat dari genggaman tangannya, perempuan itu mengambil piring dan bertanya, “Mau makan yang mana?” dengan nada yang penuh penekanan.
Luke jelas mengetahui kesalahannya, yang membuatnya menyimpan kembali piring yang digenggam Rara kemudian menyentuh kedua bahunya guna Rara menghadap ke arahnya. Tatapan mereka beradu.
“Kau marah?”
“Kecemburuanku lebih banyak, kenapa mereka terus melihatmu padahl sudah jelas kalau kau adalah milikku, bagaimana bisa aku tenang jika mereka terus saja mencoba untuk mendekatimu, sudah jelas kita memiliki anak, bagaimana bi⸻ hmmpppphh!”
Rara terkejut bukan main, Luke menciumnya secara tiba tiba. Bukan ciuman sekejab, melainkan ditambah ******* dan hisapan yang memakan waktu lebih dari satu menit.
Saat ciuman terlepas, Luke berkata, “Itu sudah lebih dari cukup, tidak perlu pembuktian apapun. Abaikan mereka, aku hanya milikmu,” ucap Luke menarik Rara ke dalam pelukannya.
Rara memajukan bibirnya dan melingkarkan tangannya di pinggang laki laki itu. “Aku mencintaimu, Luke. Tolong cintai aku melebihi kopi pagi milikmu."
Yang mana membuat Luke terkekeh dibuatnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
__ADS_1
KOPI YANG BIKIN LUKE BUCIN + VIEW DI VILLA