
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
“Sudah jangan difikirkan,” ucap Luke untuk yang kesekian kalinya. Sejujurnya, dia lebih berharap cukup diberikan satu anak saja, tapi dia bisa mendidiknya dengan benar. Daripada kebanyakan dan dia tidak bisa menggenggam semuanya.
Apalagi Lucas yang sedikit memiliki masalah komunikasi social sepertinya, dimana anaknya itu sulit bergaul dan lebih menyukai sesuatu yang dilakukan seorang diri.
“Rara Sayang, sebenarnya aku berharap kita hanya memiliki satu anak saja. Lucas cukup,” ucap Luke yang tengah memeluk istrinya dari belakang.
Rara tengah membuat cokelat hangat sesuai keinginan sang putra. “Dia meminta adik, Dad.”
“Dia meminta adik hanya karena tidak ingin hidupnya terganggu.”
“Darimana kau tau?”
Luke mencium tengkuk Rara dari belakang, dia menyesapnya lama sampai meninggalkan tanda kemerahan. “Aku juga memikirkan hal yang sama. Sepertinya dia mewarisi 95% otakku.”
Rara menghela napasnya, dia membalikan badan dan mengalungkan tangannya di leher sang suami. mereka memesan kamar penthouse sehingga keduanya memiliki ruang lebih luas untuk berduaan. Seperti sekarang ini, dimana Luke dan Rara saling menghimpitkan tubuh satu sama lain.
“Ya, kalau kau mengatakannya aku sedikit lega. Maksudku aku juga tidak mengharapkan banyak, Lucas sudah cukup. Apalagi aku tidak ingin fokusmu terbagi meskipun dengan anak anak. Tapi jika Tuhan memberi maka aku tidak akan keberatan,” ucap Rara tersenyum manis.
Yang mana membuat Luke memberikan kecupan di bibir sang istri. “I love u.”
“I love u too. Sekarang menyingkirlah, aku akan melihat Lucas di kamarnya.”
Luke menggeleng, dia malah menyatukan hidung keduanya dan membuat gerakan bergerak-gerak. “Nanti kita berduaan di kamar ya, aku ingin menggempurmu sambil melihat kota Tokyo.”
Rara tersenyum miring. Dia menggoda sang suami dengan membelai dagunya. “Siapa takut, aku bisa menaklukanmu dengan cepat, Daddy.”
“Honey, kau akan menyerah malam ini.”
“No, aku yang akan membuatmu bertekuk lutut.”
“Kau selalu mengatakan itu.”
“Oke, hentikan,” ucap Rara saat dirinya mulai terpancing. “Lucas menunggu cokelatnya, menyingkirlah, Sayangku.”
__ADS_1
Rara menabrak pelan bahu Luke supaya suaminya menyingkir, Rara masuk ke kamar sang anak dan mendapati Lucas sedang membaca dengan kening berkerut dalam. Dia sedang duduk di atas kasur. “Lucas, ini cokelat yang kau inginkan, Sayang.”
Lucas tidak menjawab, ssepertinya dia menemukan pengetahuan baru hingga tidak bisa memalingkan wajahnya.
“Sayang, ini cokelatmu. Kemarilah dan minum.”
Lucas tetap tidak menjawab, sampai Rara mendekat dan melihat kasurnya basah. “Lucas! Kau mengompol di kasur!”
Focus Lucas terbuyar, dia menggeleng. “Mommy, lima halaman lagi tamat. Jangan ganggu aku.”
“Tapi kau ngompol anak nakal, kemarilah,” teriak Rara mengangkat anaknya dan membawanya ke kamar mandi. Tentu saja dengan buku yang masih tidak lepas dari genggamannya.
🌹🌹🌹🌹
Rara disibukan dengan membuat kamar Lucas menjadi bersih, dia tidak mau memanggil pelayan dan yang datang adalah pelayan wanita, kemudian dia melihat ketampanan Luke dan menjadi gila. Alhasil, Rara sendiri yang menggantinya dan membuat kamar anaknya kembali nyaman.
Terdapat tiga kamar di tempat yang mereka tinggali, penthouse hotel. Dan sekarang Lucas berada bersama sang daddy sedang bermain game.
Jujur saja, Rara lebih suka Luke yang bermain game ketimang diam saja dan membaca buku, meskipun membaca itu penting.
Selesai dengan pekerjaannya, Rara keluar dari kamar. Dia mengerutkan kening mendapati sang suami sendirian di sana.
“Dia bilang ke kamar karena mengantuk.”
“Kamar tamu?”
“Yang mana lagi?” gumam Luke yang sibuk dengan permainan.
“Aku akan memeriksanya.”
“Tunggu, Honey.” Luke melompat dari kursi dan mencekal tangan Rara. Dia tersenyum. “Karena anak kita sudah tidur, ayo kita juga menyusul supaya tidak bergadang sampai dini hari.”
“Sebentar, Dad. Aku ingin memastikan anak ki⸻Hmmmppp!”
Telat, Rara kini sudah dalam gendongan Luke. Pria itu mengangkatnya dan membawanya ke kamar dengan begitu mudahnya. Rara hendak memberontak, tapi Luke dengan lihai meremas pantattnya hingga Rara merasakan getaran itu.
Jika Rara sudah diselimuti nafsu, maka tidak akan ada yang menghentikannya. Sampai akhirnya dia membalas ciuman sang suami.
Mereka bergelut saling membuka pakaian satu sama lain.
__ADS_1
“Rileks, Honey,” ucap Luke saat Rara terengah-engah tidak sabaran. “Iam yours,” lanjutnya kembali mengecupi setiap jengkal tubuh sang istri.
Sampai sang istri tidak memakai penghalang apapun, Luke bebas bergelirya di mana mana, dia menyeringai bisa membuat sang istri mencapai puncak bahkan sebelum dia menyentuh intinya.
“Eunghhhh…. Akkkhhhhh!” Rara membusungkan dadanya saatt merasakan puncak euphoria itu. “Lanjutkan, cepat.”
“Sabarlah, Honey. Aku tidak ingin membuatmu terluka.
Sampai mereka berdua mendengar suara, “Eunghhh.”
Suara lenguhan, dan itu bukan berasal dari Luke ataupun Rara. Keduanya sama sama diam, menatap satu sama lain sebelum bergerak mengintip sisi lain ranjang di bagian bawah.
Dan mata keduanya membola, di sana ada Lucas yang sedanng terlelap di atas karpet sambil memeluk buku yang sebelumnya Rara sembunyikan di kamarnya.
“Apa kau pikir dia mendengar kita, Honey?”
BUK! Rara memukul bahu suaminya. “Bagaimana jika suara laknat itu terbawa mimpi? Astaga anak ini.” Rara langsung memunguti pakaiannya dan memakainya kembali.
“Honey, kau mau apa?”
“Hentikan, aku akan bersama Lucas.”
“Kita belum selesai.”
“Aku sudah.”
“Tapi aku belum.” Luke menatap prihatin pada juniiornya yang masih menegang tegak. “Apa yang harus aku lakukan?”
🌹🌹🌹🌹
 
 
TO BE CONTINUE
 
 
__ADS_1