
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI YA. I LOVE YOU.🌹
🌹BENTAR LAGI KONFLIK YA🌹
Kepulangan mereka ke rumah membuat Rara lebih bersemangat menjalani hari harinya setelah liburan, dia kembali memulai aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga yang menunggu kedatangan suaminya sambil belajar memasak.
Rara juga mengajak Lucas untuk lebih active dengan membeli barang barang yang mengasah motoriknya. Dia ingin anaknya tumbuh menjadi sosok yang kuat dan pintar seperti ayahnya. Melihat Luke yang membawa pekerjaan ke rumah lusa kemarin membuat Rara terpukau. Bagaimana bisa Luke mengelola begitu banyak data dengan wajah datar dan tangan yang sibuk dengan computer.
Rara juga baru tahu kalau Luke adalah lulusan dari universitas terbaik di Swiss, dengan nilai yang juga sangat memuaskan. Betapa bangganya Rara akan hal itu.
Ketika mendengar suara tangisan dari monitor bayi, Rara segera menghentikan aktivitasnya. “Astaga, bayiku bangun. Tolong selesaikan ini ya Kate.”
“Baik, Nyonya.”
Rara segera berlari menaiki tangga, dilihatnya di sana pengasuh yang sedang menimang putranya di sana.
“Biarkan aku saja,” ucap Rara yang mengambil alih dari pengasuhnya, kemudian membawa Lucas ke kamarnya sendiri. Rara sadar dirinya jarang menemukan waktu berduaan bersama dengan Lucas, yang mana membuatnya berfikir untuk kembali tidur bersama Lucas.
Sambil memberi susu pada Lucas yang dia dudukan di kursi, Rara sesekali menggeser layar ponselnya untuk melihat barang barang yang akan dia beli. Dia ingin membeli box bayi yang menyatu dengan kasur tapi dengan ukuran yang lebih besar.
Ini sudah beberapa minggu sejak mereka berlibur, Rara ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama dengan Lucas.
“Uhuk! Uhuk!” bibir mungil itu mengeluarkan suara batuk saat Rara kehilangan konsentrasinya.
“Astaga, Sayang. Maafkan Mommy, maafkan Mommy,” ucapnya yang mana membuat Rara segera memeluknya sambil beberapa kali mengusap punggungnya penuh kasih sayang. “Maafkan Mommy, Sayang. Maaf.”
Rara panic, tapi dia mencoba untuk tenang. Rara tidak ingin bergantung pada pengasuh selamanya. Meskipun kini umur dari jiwanya masih terbilang belia, Rara ingin belajar menjadi sosok ibu yang dewasa. “Maafkan, Mommy Sayang. Maaf.”
__ADS_1
Rara menarik napasnya dalam kemudian mengangguk pada dirinya sendiri. “Kita akan lebih dekat, Mommy akan bersamamu dan bersama denganmu dan terus denganmu supaya Mommy bisa memahami dirimu wahai anakku.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Ini sudah hampir sebulan, tidak ada kabar dari Kakek Nobles?”
Dev menatap ponselnya sebelum mayakinkan diri untuk mengatakan kebenarannya. “Tuan Nobles ingin menikah, Tuan.”
“What?” tanya David tidak percaya. “Aku akan memiliki Nenek tiri? Dimana dia sekarang?”
“Di Minesota,” ungkap Dev, dia memperlihatkan layar ponselnya dimana di sana ada pasangan lansia yang terlihat sangat bahagia.
“Kakek tampak muda, dia tampan,” ucap Luke. “Pantas saja aku tampan.”
“Itu alasan beliau mengizinkan anda menikahi Nona Rara, mengingat wanita yang membuat Kakek Nobles jatuh cinta adalah wanita penjual tanah liat.”
“Ahh…. Pantas saja,” gumamnya. “Lalu bagaimana kabar Medina?”
Yang mana membuat Luke menggeleng. “Aku akan pulang, biarkan saja dia.”
Luke mengendarai mobilnya menuju ke Guarda, tempat sang kekasih berada. Luke merindukan bagaimana Rara menyambutnya, memeluknya dan merengek meminta digendong. Luke benar benar kecaundan pada Rara, dia tidak bisa sehari saja berpisah dengan Rara.
Untuk bagian ranjang, Luke selalu menghindar agar tidak melakukannya setiap hari mengingat dirinya selalu hilang akal jika sudah menyentuh Rara, tapi perempuan itu selalu saja mengganggu dan membuatnya gila. Setiap malam, mereka melakukannya.
Dan satu yang Luke lupakan, dia mengeluarkan semuanya di dalam. Begitu penuh sampai membuat sebagiannya keluar.
Begitu keluar dari mobil, Luke bersiap dengan Rara yang akan datang memeluknya. Tapi perempuan itu tidak kunjung datang dan berlari padanya.
“Kemana dia?” gumam Luke, dia masuk ke dalam rumah. “Dimana Rara?”
“Di kamar tamu, Tuan.”
__ADS_1
“Kamar tamu?”
“Iya, di ujung lorong di atas.”
Yang mana membuat Luke segera berjalan ke arah sana, tidak biasanya Rara ada di sana. Bahkan kamar itu memang jarang ditempati, dan apa yang Rara lakukan di sana?
Saat hendak membuka pintu, Luke merasakan pintunya terkunci.
“Rara?” tanya Luke.
Tapi dia bisa mendengar suara tawa Rara dan Lucas di sana.
“Rara Sayang?”
“Aku dan Lucas akan melakukan Quality time, jangan ganggu kami. Go awayyyy.”
Luke terdiam, pipinya menempel pada pintu. Dia merindukan Rara yang datang memeluknya dan mencoba menciumnya. “Tapi, Rara…”
“Go away,” ucapnya lagi dari dalam sana.
“But, I wan⸻”
“Go away.”
🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
KAKEK NOBLES DAN PACARNYA. HEHHE
__ADS_1